Akses artikel Premium dengan Astronomi+, mulai berlangganan.

Saran pencarian

Berapa Banyak Bintang yang Dapat Kita Lihat di Langit Malam?

Pada langit malam yang cerah dan gelap, ada berapa banyak bintang sih yang dapat kita amati dengan mata telanjang?
Saat melihat langit malam penuh bintang, pernahkah kamu hitung berapa jumlah bintangnya?. Kredit: Martin Marthadinata

InfoAstronomy - Pada malam yang benar-benar gelap dan cerah, bintang-bintang tampak memenuhi langit. Pernahkah kamu penasaran ada berapa banyak bintang yang dapat kita lihat di langit malam? Ribuan? Ratusan ribu? Bintang-bintang tampak sulit dihitung. Namun, angka jumlah bintang di langit sebenarnya sudah ada, lho.

Mari berkenalan dengan Dorrit Hoffleit, astronom dari Universitas Yale yang dikenal karena penelitiannya tentang bintang variabel. Hoffleit menyusun Yale Bright Star Catalog yang berisi daftar bintang-bintang yang dapat dilihat mata telanjang manusia hingga magnitudo +6,5.

Dalam katalognya itu, ada total 9.096 bintang yang dapat diamati dengan mata telanjang di seluruh penjuru langit, baik di belahan Bumi utara maupun belahan Bumi selatan. Namun, karena kita hanya dapat melihat separuh dari bola langit pada satu waktu, angka itu dibagi dua menjadi hanya sekitar 4.548 bintang yang dapat terlihat dengan mata manusia dari lokasi mana pun di malam yang paling gelap sekalipun.

Sebentar, mengapa terasa sangat sedikit? Bukan cuma kamu yang merasakannya.

Jumlah bintang yang dapat terlihat dengan mata telanjang bervariasi tergantung lokasi. Di kutub, sekitar 4.500 bintang yang sama terlihat setiap malam sepanjang tahun karena tidak ada bintang yang terbit atau terbenam. Di lintang 45° utara, kita dapat melihat lebih jauh ke belahan langit selatan sepanjang tahun, sehingga total bintang yang teramati sepanjang tahun mencapai sekitar 6.800.

Lantas, dari mana angka ini didapat? Bukankah katanya galaksi Bimasakti memiliki sekitar 400 miliar bintang? Untuk memahami angka-angka ini, perlu sedikit berkenalan dengan skala magnitudo yang digunakan para astronom untuk mengukur kecerlangan bintang.

Mengenal Magnitudo Visual dan Magnitudo Mutlak

Saat mengamati langit malam, kita akan menemukan bahwa tidak semua bintang tampak sama terang. Ada yang bersinar sangat mencolok, seperti Sirius, dan ada pula yang hanya terlihat lebih redup. Untuk mengukur tingkat kecerahan benda langit, astronom menggunakan sistem yang disebut magnitudo.

Secara umum, terdapat dua jenis magnitudo yang paling sering digunakan, yaitu magnitudo visual dan magnitudo mutlak. Keduanya sama-sama mengukur kecerahan, tetapi dari sudut pandang yang berbeda.

Magnitudo Visual: Seberapa Terang Bintang Terlihat dari Bumi
Magnitudo visual, atau apparent magnitude, adalah ukuran seberapa terang sebuah benda langit terlihat oleh pengamat di Bumi. Besarnya dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu kecerahan asli benda tersebut dan jaraknya dari Bumi.

Sistem magnitudo visual memiliki sifat yang unik. Semakin kecil nilainya, semakin terang objek tersebut terlihat. Setiap selisih satu magnitudo visual setara dengan perbedaan kecerahan sekitar 2,512 kali. Bahkan, objek yang sangat terang dapat memiliki nilai magnitudo negatif.

Sebagai contoh, bintang Altair di rasi bintang Aquila bersinar di magnitudo visual 0,7, sementara Sirius, bintang paling terang di langit malam, mencapai magnitudo –1,4. Jadi, dengan kata lain Sirius sekitar 7 kali lebih terang daripada Altair.

Ada yang lebih terang dari Sirius? Banyak. Planet Venus menduduki peringkat teratas dalam hal kecerahan di antara planet-planet dengan magnitudo –4,4. Bulan Purnama mencapai magnitudo –12,7. Dan benda langit paling terang di langit tentu saja adalah Matahari, magnitudonya –26,7.

Dapat disimpulkan bahwa dalam skala magnitudo visual ini, bintang bermagnitudo +1 berarti sekitar 100 kali lebih terang daripada bintang bermagnitudo +6.

Magnitudo Mutlak: Kecerahan Asli Sebuah Bintang
Magnitudo visual tidak selalu mencerminkan kecerahan sebenarnya dari sebuah bintang. Sebuah bintang yang sangat terang dapat tampak redup jika letaknya sangat jauh, sementara bintang yang lebih redup dapat terlihat terang karena berada lebih dekat.

Untuk mengatasi masalah ini, astronom menggunakan magnitudo mutlak (absolute magnitude). Magnitudo mutlak adalah ukuran kecerahan intrinsik sebuah benda langit, yaitu seberapa terang benda tersebut akan terlihat jika ditempatkan pada jarak standar 10 parsec, atau sekitar 32,6 tahun cahaya, dari Bumi.

Dengan menggunakan jarak yang sama untuk semua bintang, astronom dapat membandingkan kecerahan aslinya secara langsung tanpa dipengaruhi faktor jarak.

Sebagai contoh, Sirius tampak sangat terang di langit malam karena jaraknya relatif dekat dengan Bumi. Namun jika dibandingkan berdasarkan magnitudo mutlak, banyak bintang lain yang sebenarnya jauh lebih terang secara intrinsik. Salah satunya adalah Rigel, yang memancarkan energi jauh lebih besar daripada Sirius, tetapi tampak tidak terlalu mencolok karena letaknya yang jauh lebih jauh dari Bumi.

Apa Hubungan dengan Jumlah Bintang di Langit?

Batas magnitudo visual benda langit yang dapat diamati mata manusia tanpa alat bantu apapun ternyata adalah +6,5. Namun, jika kamu tinggal di kota besar, batas yang dapat dilihat turun ke magnitudo +4 bahkan +2. Tidak heran jika orang kota sering terkagum-kagum saat pertama kali melihat langit malam dari daerah yang benar-benar gelap.

Nah, karena mata manusia cuma mampu melihat maksimum magnitudo +6,5, cuma ada sekitar 9.096 bintang yang dapat diamati di seluruh langit malam, dengan hanya sekitar 4.548 bintang yang dapat terlihat pada satu waktu dari suatu lokasi di Bumi.

Galaksi Bimasakti memang memiliki sekitar 400 miliar bintang, akan tetapi sebagian besar bintang-bintangnya sangat jauh dari Bumi sehingga magnitudo visualnya memiliki angka yang sangat besar (lebih besar dari +6,5) yang artinya terlalu redup dan tidak dapat diamati mata manusia.

Sumber & Referensi:
  • Byrd, D. (2025, September). How many stars can you see on a moonless night?. EarthSky.
  • Grego, P. (2024, April). How many stars can a person see in the night sky?. BBC Sky At Night Magazine.
  • Greene, N. (2018, Juni). How Many Stars Can We See At Night?. ThoughtCo.
  • Harvey, A. & Howell, E. (2022, Februari). How many stars are in the universe?. SPACE.
  • King, B. (2014, September). 9,096 Stars in the Sky—Is That All?. Sky and Telescope.
  • Warren Jr, W. H., & Hoffleit, D. (1987, Maret). The bright star catalogue. In Bulletin of the American Astronomical Society, Vol. 19, p. 733 (Vol. 19, p. 733).
  • Versfeld, A. (2011, Juni). How many stars can we see?. Urban Astronomers.
Riza adalah astronom amatir yang telah menulis konten astronomi sejak tahun 2012. Riza secara aktif menjadi mentor kelas astronomi di BelajarAstro.com. Hubungi lewat riza@belajarastro.com.

Posting Komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.