Fakta-fakta Menarik Planet Raksasa Gas Tata Surya

Info Astronomy - Matahari dikelilingi oleh 8 planet utama, dengan empat di antaranya adalah planet raksasa gas. Eits, planet macam apa tuh? Apakah mereka suka ngegas?

Menurut Space.com, raksasa gas adalah jenis planet yang sebagian besar terdiri dari gas, seperti hidrogen dan helium, dengan inti berbatu yang relatif kecil. Raksasa gas di tata surya kita adalah Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, yang keempatnya berada di luar orbit Mars dan sabuk asteroid. Jupiter dan Saturnus secara substansial lebih besar dari Uranus dan Neptunus, dan setiap pasangan planet ini memiliki komposisi yang berbeda.

Kenalan lebih dalam planet-planet raksasa gas ini yuk!

Fakta-fakta Mendasar

Jupiter adalah planet terbesar di tata surya kita. Ia memiliki radius hampir 11 kali radius Bumi. Dikelilingi sekitar 79 bulan, Jupiter sebagian besar terdiri dari hidrogen dan helium yang mengelilingi inti batuan dan esnya yang padat. Inti Jupiter diperkirakan sebagian besar terdiri dari hidrogen logam cair, yang menciptakan medan magnet besar. Sementara itu, atmosfernya terdiri dari hidrogen, helium, metana, dan sebagian besar amonia, yang menyebabkan ia tampak cokelat kekuningan.

Saturnus, planet kedua terbesar di tata surya, memiliki radius 9 kali Bumi dan memiliki sistem cincin yang begitu megah. Dengan total 82 bulan yang mengelilinginya, Saturnus menjadi planet di tata surya dengan bulan terbanyak. Seperti Jupiter, sebagian besar Saturnus terdiri dari hidrogen dan helium yang mengelilingi inti padat. Suasananya mirip dengan Jupiter, hanya saja kepadatannya lebih rendah daripada kepadatan air.

Baca Juga: 20 Bulan Baru Saturnus Berhasil Ditemukan

Uranus memiliki radius sekitar empat kali Bumi. Ia adalah satu-satunya planet yang sumbu rotasinya sangat miring. Jika planet-planet lain di tata surya berotasi seperti gasing relatif terhadap ekliptika Matahari, Uranus menggelinding. Planet ini memiliki 27 bulan yang mengitarinya, dengan atmosfernya terdiri dari hidrogen, helium, metana, dan sejumlah besar es. Itulah mengapa Uranus dikenal sebagai raksasa es.

Neptunus, planet raksasa terjauh di tata surya dari Matahari, juga memiliki radius sekitar empat kali Bumi. Atmosfernya sebagian besar juga terdiri dari hidrogen, helium, metana, dan es. Menurut NASA, ada 13 bulan yang dikonfirmasi mengitari Neptunus. Dalam sejarahnya, Neptunus adalah satu-satunya planet di tata surya yang ditemukan hanya melalui perhitungan matematika di atas kertas pada tahun 1846.

Pembentukan dan Kemiripan

Bagaimana planet-planet raksasa terbentuk masih menjadi topik yang hangat diteliti oleh para astronom. Walau begitu, menurut model penelitian yang diterima luas sejauh ini, diperkirakan bahwa planet raksasa gas pada awalnya terbentuk sebagai planet berbatu dan es yang mirip dengan planet-planet terestrial (Merkurius, Venus, Bumi, Mars).

Baca Juga: Kenapa Planet Dalam Berbatu dan Planet Luar Raksasa Gas?

Namun, ukuran inti yang besar memungkinkan planet-planet ini (terutama Jupiter dan Saturnus) dapat menarik lebih banyak hidrogen dan helium dari awan gas pembentuk Matahari, sebelum akhirnya Matahari terbentuk sempurna sehingga mendorong sebagian besar gas pembentuknya menjauh.

Karena Uranus dan Neptunus ukuran intinya lebih kecil dan memiliki orbit yang lebih jauh dari Matahari, sulit bagi mereka untuk mengumpulkan banyak hidrogen dan helium seefisien Jupiter dan Saturnus. Itulah mengapa mereka lebih kecil radiusnya. Secara persentase, atmosfer Uranus dan Neptunus juga lebih "tercemar" dengan unsur-unsur yang lebih berat seperti metana dan amonia.

Mau belajar planet raksasa gas lebih dalam lagi? Yuk ikutan kelas online mengenal raksasa gas di BelajarAstro, platform belajar astronomi pertama di Indonesia!

Klik gambar di bawah deh untuk daftar kelas online-nya~

BERIKAN KOMENTAR ()