![]() |
| Roket Space Launch System yang membawa 4 astronaut Artemis II berhasil meluncur dari Kennedy Space Center, AS, pada Kamis pagi waktu Indonesia. Kredit: NASA |
InfoAstronomy - Peluncuran Artemis II yang berhasil dilakukan pada 2 April 2026 pukul 05:35 WIB tadi menjadi titik balik penting dalam eksplorasi luar angkasa modern umat manusia. Karena untuk pertama kalinya sejak era misi Apollo, manusia akhirnya kembali mampu menjelajah lebih jauh dari orbit rendah Bumi menuju ruang angkasa dalam dengan tujuan menarik: mengelilingi Bulan!
Dengan mengendarai kapsul antariksa Orion besutan SpaceX, empat astronaut dalam misi Artemis II ini menjalani perjalanan yang bukan sekadar simbol, tetapi pengujian nyata untuk teknologi generasi baru yang akan menentukan masa depan eksplorasi manusia di antariksa.
Misi ini dipimpin oleh Reid Wiseman sebagai komandan. Ia bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya misi, mulai dari peluncuran hingga kembali ke Bumi. Di kursi pilot ada Victor Glover, yang mengelola sistem penerbangan dan navigasi selama perjalanan.
Misi ini dipimpin oleh Reid Wiseman sebagai komandan. Ia bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya misi, mulai dari peluncuran hingga kembali ke Bumi. Di kursi pilot ada Victor Glover, yang mengelola sistem penerbangan dan navigasi selama perjalanan.
Tak hanya itu, ada dua mission specialist yang melengkapi kru, yakni Christina Koch yang berperan penting dalam pengoperasian sistem serta eksperimen, serta Jeremy Hansen yang menjadi wakil non-warga negara Amerika Serikat pertama dalam perjalanan manusia ke Bulan, mencerminkan kolaborasi global dalam program Artemis.
Seperti apa misi Artemis II ini? Artemis II pada dasarnya adalah misi untuk mengelilingi Bulan. Para astronaut belum akan mendarat di Bulan pada misi ini. Jalur yang akan dilintasi para astronaut kira-kira seperti ini:
Seperti apa misi Artemis II ini? Artemis II pada dasarnya adalah misi untuk mengelilingi Bulan. Para astronaut belum akan mendarat di Bulan pada misi ini. Jalur yang akan dilintasi para astronaut kira-kira seperti ini:
![]() |
| Jalur perjalanan misi Artemis II. Kredit: NASA |
Beberapa menit setelah meluncur dengan roket Space Launch System, Orion yang ditumpangi keempat astronaut ini akan mencapai orbit parkir di sekitar Bumi. Pada fase awal ini, para kru akan langsung bekerja. Mereka memeriksa sistem pendukung kehidupan, komunikasi, dan navigasi. Ini bukan prosedur formalitas belaka karena setiap sistem harus terbukti stabil sebelum mereka benar-benar meninggalkan lingkungan dekat Bumi yang masih relatif aman.
Beberapa jam kemudian, Orion melakukan manuver yang disebut sebagai trans-lunar injection. Mesin Orion akan dinyalakan untuk mendorong kapsul antariksa itu keluar dari gravitasi Bumi. Momen ini menjadi awal perjalanan sejati menuju Bulan.
Beberapa jam kemudian, Orion melakukan manuver yang disebut sebagai trans-lunar injection. Mesin Orion akan dinyalakan untuk mendorong kapsul antariksa itu keluar dari gravitasi Bumi. Momen ini menjadi awal perjalanan sejati menuju Bulan.
Hari pertama dan kedua sejak meluncur akan diisi dengan penyesuaian lintasan dan pengujian sistem manual. Para kru akan mulai menjalani rutinitas di lingkungan gravitasi mikro. Mereka makan, tidur, dan bekerja sambil memantau respons tubuh terhadap kondisi gravitasi mikro.
Memasuki hari ketiga dan keempat, Orion akan bergerak semakin jauh dari Bumi. Jarak yang mencapai ratusan ribu kilometer akan membuat komunikasi menjadi tantangan utama. Sinyal tidak lagi instan. Ada jeda yang harus diantisipasi dalam setiap instruksi dan respons. Di sinilah kemampuan para kru diuji. Mereka harus mandiri dalam mengambil keputusan jika terjadi gangguan.
Pada hari kelima, Orion akan mencapai titik terdekat dengan Bulan. Namun, para kru di dalam Orion tidak akan masuk orbit Bulan, melainkan akan cuma mengelilingi Bulan dalam lintasan free-return. Dari jendela kapsul antariksa, kelak para kru akan melihat sisi jauh Bulan yang tidak pernah diamati manusia manapun dari permukaan Bumi. Mereka akan mengumpulkan data dan citra yang akan digunakan untuk perencanaan misi berikutnya.
Hari keenam dan ketujuh menjadi fase kembali ke Bumi. Orion akan mulai meninggalkan pengaruh gravitasi Bulan dan bergerak lagi menuju Bumi. Para kru akan melakukan berbagai simulasi darurat, termasuk pengendalian manual pesawat. Latihan ini penting untuk memastikan mereka siap menghadapi kondisi tak terduga jika amit-amit terjadi.
Hari kedelapan dan kesembilan difokuskan pada persiapan re-entry. Ini adalah bagian paling kritis. Orion akan memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sangat tinggi. Gesekan udara nantinya akan menghasilkan panas ekstrem. Perisai panas harus bekerja sempurna. Para kru akan memastikan semua sistem berada dalam kondisi optimal sebelum memasuki tahap ini.
Pada hari kesepuluh, Orion diperkirakan akan kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik. Parasut akan terbuka untuk memperlambat kapsul sebelum menyentuh permukaan air. Misi pun akan dinyatakan selesai saat para kru berhasil kembali ke Bumi, tetapi pekerjaan belum berakhir. Semua data yang dikumpulkan akan dianalisis untuk memastikan kesiapan misi berikutnya.
Memasuki hari ketiga dan keempat, Orion akan bergerak semakin jauh dari Bumi. Jarak yang mencapai ratusan ribu kilometer akan membuat komunikasi menjadi tantangan utama. Sinyal tidak lagi instan. Ada jeda yang harus diantisipasi dalam setiap instruksi dan respons. Di sinilah kemampuan para kru diuji. Mereka harus mandiri dalam mengambil keputusan jika terjadi gangguan.
Pada hari kelima, Orion akan mencapai titik terdekat dengan Bulan. Namun, para kru di dalam Orion tidak akan masuk orbit Bulan, melainkan akan cuma mengelilingi Bulan dalam lintasan free-return. Dari jendela kapsul antariksa, kelak para kru akan melihat sisi jauh Bulan yang tidak pernah diamati manusia manapun dari permukaan Bumi. Mereka akan mengumpulkan data dan citra yang akan digunakan untuk perencanaan misi berikutnya.
Hari keenam dan ketujuh menjadi fase kembali ke Bumi. Orion akan mulai meninggalkan pengaruh gravitasi Bulan dan bergerak lagi menuju Bumi. Para kru akan melakukan berbagai simulasi darurat, termasuk pengendalian manual pesawat. Latihan ini penting untuk memastikan mereka siap menghadapi kondisi tak terduga jika amit-amit terjadi.
Hari kedelapan dan kesembilan difokuskan pada persiapan re-entry. Ini adalah bagian paling kritis. Orion akan memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sangat tinggi. Gesekan udara nantinya akan menghasilkan panas ekstrem. Perisai panas harus bekerja sempurna. Para kru akan memastikan semua sistem berada dalam kondisi optimal sebelum memasuki tahap ini.
Pada hari kesepuluh, Orion diperkirakan akan kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik. Parasut akan terbuka untuk memperlambat kapsul sebelum menyentuh permukaan air. Misi pun akan dinyatakan selesai saat para kru berhasil kembali ke Bumi, tetapi pekerjaan belum berakhir. Semua data yang dikumpulkan akan dianalisis untuk memastikan kesiapan misi berikutnya.
Biaya Misi Cuma 57 Hari MBG
Tahukah kamu bahwa Indonesia bisa juga melakukan misi peluncuran manusia ke Bulan dengan cukup menyetop program MBG selama 57 hari saja? Ya, anggaran untuk sekali peluncuran Artemis II ini ternyata hanya 4,1 miliar dolar AS, atau sekitar Rp69,29 triliun.
Dengan anggaran MBG yang mencapai Rp1,2 triliun per hari, cuma butuh kurang lebih 57 hari anggaran MBG agar Indonesia bisa melakukan misi serupa Artemis II. Kita memang negara kaya, tapi untuk ilmu pengetahuan dan teknologi nanti dulu, urusan perut nomor satu.
Mengapa Misi Seperti Ini Penting?
Tahun 70-an silam, manusia katanya sudah pernah mendarat di Bulan dalam misi Apollo. Lalu, mengapa kemudian masih perlu misi uji coba seperti Artemis II ini? Mengapa tidak langsung mendarat di Bulan aja?Jawabannya cukup sederhana sebenarnya jika mau mencari tahu. Teknologi yang digunakan dalam program Apollo yang dilakukan tahun 70-an itu jelas sudah sangat kuno, ketinggalan zaman, dan sudah tidak relevan dengan teknologi canggih 2026.
Misi Artemis II ini menggunakan sistem teknologi baru, mulai dari roket hingga perangkat lunak. Seperti setiap teknologi baru, semua harus diuji dari awal. Selain itu, tujuan eksplorasi Artemis ini berbeda dari Apollo. Jika Apollo berfokus pada misi jangka pendek, Artemis dirancang untuk misi keberlanjutan. NASA ingin manusia dapat tinggal lebih lama di Bulan dan mempersiapkan perjalanan ke Mars.
Kehadiran empat astronaut dengan latar belakang berbeda juga menunjukkan perubahan besar dalam cara manusia menjelajahi luar angkasa. Ini bukan lagi perlombaan satu negara, tetapi kolaborasi global. Artemis II menjadi bukti bahwa eksplorasi masa depan membutuhkan kerja sama, teknologi baru, dan pendekatan yang lebih hati-hati.
Dengan peluncuran ini, manusia tidak hanya kembali ke jalur menuju Bulan. Mereka juga membuka babak baru dalam eksplorasi ruang angkasa. Setiap tahap dalam misi ini dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar: apakah manusia benar-benar siap untuk kembali dan tinggal lebih lama di luar Bumi? Jika jawabannya ya, maka Artemis II akan dikenang sebagai langkah awal yang menentukan.
Kehadiran empat astronaut dengan latar belakang berbeda juga menunjukkan perubahan besar dalam cara manusia menjelajahi luar angkasa. Ini bukan lagi perlombaan satu negara, tetapi kolaborasi global. Artemis II menjadi bukti bahwa eksplorasi masa depan membutuhkan kerja sama, teknologi baru, dan pendekatan yang lebih hati-hati.
Dengan peluncuran ini, manusia tidak hanya kembali ke jalur menuju Bulan. Mereka juga membuka babak baru dalam eksplorasi ruang angkasa. Setiap tahap dalam misi ini dirancang untuk menjawab satu pertanyaan besar: apakah manusia benar-benar siap untuk kembali dan tinggal lebih lama di luar Bumi? Jika jawabannya ya, maka Artemis II akan dikenang sebagai langkah awal yang menentukan.
Sumber & Referensi:
- Canadian Space Agency. (2023). Jeremy Hansen and Canada’s role in Artemis II. CSA.
- Dinner, J. & Malik, T. (2026). NASA launches 4 astronauts to the moon on historic Artemis 2 voyage, a lunar leap for the 21st century. SPACE.
- Encyclopaedia Britannica. (2024). Artemis program. Britannica.
- National Aeronautics and Space Administration. (2023). Meet the Artemis II crew. NASA.
- National Aeronautics and Space Administration. (2024). Artemis II mission overview. NASA.
- European Space Agency. (2024). Orion spacecraft and Artemis missions. ESA.
- Wall, M. (2024). NASA’s Artemis II mission: What you need to know. SPACE.
- Whitt, K. K. & Byrd, D. (2026). Artemis 2 successfully launches toward the moon!. EarthSky.

