Planet Venus Pamit dari Langit Barat saat Senja


Info Astronomy - Kalau belakangan ini kamu sering melihat objek mirip bintang tapi sangat terang di langit barat saat senja, itu bukan lagi planet Venus, melainkan Jupiter. Planet Venus akan pamit dari kemunculannya saat senja. Kenapa bisa ya? Memang Venus mau ke mana?

Fenomena ini terjadi karena planet-planet bergerak mengitari Matahari pada jalur orbitnya masing-masing. Planet-planet bagian luar orbit Bumi, mulai dari Mars hingga Neptunus, bisa diamati selama mereka tidak berada di konjungsi superior, atau berada di belakang Matahari dalam pandangan dari Bumi.

Nah, bagi planet-planet bagian dalam orbit Bumi, yakni Merkurius dan Venus, ada dua kondisi di mana mereka tidak bisa diamati di langit Bumi, yakni saat konjungsi superior seperti planet-planet bagian luar di atas, dan saat konjungsi inferior, di mana planet-planet ini berada di antara Matahari dan Bumi.

Kira-kira, seperti ini gambarannya:


Posisi planet-planet relatif terhadap Matahari dan Bumi sangat berpengaruh terhadap waktu kenampakannya di langit Bumi. Sebagai contoh, planet Jupiter bisa diamati sepanjang malam, dari Matahari terbenam hingga Matahari terbit, saat ia berada di titik oposisi (opposition).

Bagi planet-planet bagian dalam, Venus misalnya, paling baik diamati saat ia berada di titik elongasi terbesar (greates elongation) dari Matahari. Jika Venus berada di titik elongasi timur terbesarnya, artinya ia bisa diamati di langit barat saat senja, dan jika berada di titik elongasi barat terbesar maka ia bisa diamati di langit timur saat dini hari.

Nah, planet Venus dikatakan pamit dari langit barat saat senja karena pada 9 Januari 2022 mendatang, ia akan mencapai titik konjungsi inferior, fenomena yang selalu terjadi sekali dalam setiap satu siklus sinodis planet Venus (584 hari).

Memiliki periode orbit yang lebih cepat dari Bumi, Venus akan membalap planet kita dalam orbitnya mengitari Matahari. Jadi, dari yang tadinya ia berada di titik elongasi timur terbesar, saat ini ia sedang bergerak menuju titik elongasi barat terbesar.

Akibatnya, pada 9 Januari 2022 mendatang, Venus akan terbit dan terbenam berbarengan dengan Matahari. Meski begitu, karena tidak benar-benar segaris lurus sempurna, Venus tidak akan tampak melintas di depan Matahari dalam pandangan dari Bumi. Pada momen ini, Venus hanya akan berada sejauh 4°51' dari Matahari di langit.

Setelah 9 Januari 2022, sudut elongasi (letak kenampakan di langit Bumi) planet Venus akan semakin besar ke arah barat Matahari. Akhirnya, mulai 25 Januari 2022 mendatang, Venus akan "berpindah", dari yang tadinya terlihat di langit barat saat senja, menjadi terlihat di langit timur saat dini hari.


Dengan begitu, mulai hari ini, kita sudah jauh lebih sulit dalam menemukan Venus di langit barat saat senja. Dan mulai 25 Januari 2022 mendatang, bangun lah lebih pagi jika ingin melihat Venus di langit timur saat dini hari sebelum Matahari terbit.

Sampai bertemu lagi, Venus!

Sumber:

Sumber Jurnal & Buku:
  • Maor, E. (2004). Venus in transit. Princeton University Press.
  • Sidoli, N. (2020). Fundamentals of planetary theory. In Hellenistic Astronomy (pp. 63-70). Brill.
  • Zack, M., Gannon, A., & McRoberts, J. (2018). Observing the Planets. In Stargazing Under Suburban Skies (pp. 323-339). Springer, Cham.