-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Kiat-kiat Melihat Hujan Meteor Geminid 2020

Info Astronomy - Hujan meteor Geminid, setiap tahunnya, selalu terjadi mulai tanggal 4 Desember. Namun, waktu terbaik untuk mengamatinya adalah pada puncaknya, yakni setiap tanggal 14 Desember, yang mana tinggal beberapa hari lagi.

Nah, biar kamu berhasil dalam melakukan pengamatan hujan meteor Geminid tahun 2020 ini, ada beberapa kiat yang bisa kamu ikuti. Kiat-kiat tersebut akan kami bahas lengkap dalam artikel ini, simak baik-baik ya.

Pertama, Jauh-jauh dari Kota Besar
Kota besar, misalnya seperti Jakarta, memiliki polusi cahaya yang berlebihan. Polusi cahaya ini sebenarnya bagus untuk penerangan kota. Namun, dalam hal mengamati hujan meteor, kamu membutuhkan lokasi pengamatan yang gelap gulita bebas polusi cahaya. Untuk itu, jauh-jauh lah dari kota besar.

Kamu bisa melakukan pengamatan di daerah-daerah pedesaan, pantai, ataupun pegunungan. Kuncinya hanya satu: gelap. Semakin gelap lokasi pengamatan, maka akan semakin banyak meteor yang berpotensi teramati sepanjang malam.

Meski begitu, gelapnya lokasi pengamatan masih belum cukup kalau cuaca berawan atau bahkan hujan. Jadi, semoga cuaca mendukung ya!

Kedua, Amati Semalaman
Mengamati hujan meteor bukan hal yang bisa dilakukan 1-2 menit saja. Kamu perlu melakukan pengamatan semalaman. Menurut Space.com, pengamatan hujan meteor paling baik dilakukan mulai tengah malam sampai menjelang Matahari terbit. Itu karena pada jam-jam tersebut kondisi langit sudah benar-benar gelap karena Matahari berada di nadir pada tengah malam.

Jadi, untuk yang baru mengamati 1-2 menit, tentu tidak akan ada satu pun meteor yang bisa diamati. Hujan meteor tidak akan muncul keroyokan bagaikan hujan air. Kalau lokasi pengamatan kamu bebas polusi cahaya dan cuaca cerah, kamu bisa menyaksikan 120 meteor per jam untuk Geminid 2020 ini.

Ketiga, Tidak Perlu Teleskop
Simpan saja teleskopmu untuk pengamatan hujan meteor Geminid. Karena meteor-meteor akan bergerak cepat, sekitar 61 kilometer per detik menurut In-the-sky.org, maka yang dibutuhkan adalah lokasi dengan medan pandang luas, bukan teleskop yang medan pandangnya sempit.

Pastikan kamu melakukan pengamatan di area terbuka. Siapkan kursi santai, kenakan jaket, seduh kopi, dan suguhkan camilan untuk melakukan pengamatan semalaman.

Keempat, Cari Rasi Bintang Gemini
Tiap hujan meteor memiliki titik radian, atau titik kemunculannya di langit. Nah, sesuai namanya, hujan meteor Geminid memiliki titik radian di arah rasi bintang Gemini. Di langit Indonesia, rasi bintang Gemini akan terbit di langit timur sekitar pukul 22.00 malam waktu setempat daerahmu.
Iya, rasi bintang juga mengalami terbit dan terbenam. Dengan kata lain, rasi bintang tidak akan menetap di suatu arah langit tertentu saja, ia akan berpindah posisi seiring Bumi kita berotasi. Karena terbit jam 10 malam, rasi bintang Gemini akan bergerak semu ke barat untuk terbenam 12 jam kemudian, yakni sekitar pukul 10 pagi.

Mengapa harus mencari rasi bintang Gemini? Menurut EarthSky.org, akan ada lebih banyak meteor yang muncul dari arah rasi bintang ini daripada arah lainnya di langit pada puncak hujan meteor Geminid. Walau begitu, kalau kamu tidak tahu di mana arah rasi bintang Gemini, cukup berbaring sambil mengamati langit saja, meteor-meteor akan muncul dari segala arah.

Kelima, Ajak Teman atau Keluarga Mengamati Bersama
Karena kamu akan melakukan pengamatan mulai tengah malam, ada baiknya mengajak teman atau keluarga untuk ikut mengamati, terlebih jika kamu akan melakukan pengamatan di pantai atau pegunungan.

Hal ini selain akan menjadi teman pengamatan kamu, mengamati beramai-ramai juga akan membuat kamu lebih aman. Jika mengamati sendiri di pantai atau pegunungan, tentu akan lebih besar risikonya dalam hal keamanan diri kamu.

Nah, itulah kiat-kiat dalam mengamati hujan meteor Geminid untuk tahun 2020 ini. Semoga pengamatan kamu lancar dan semesta mendukung!
BERIKAN KOMENTAR ()