Kenapa Manusia Cuma Mau ke Mars, Tidak ke Venus?

Info Astronomy - Planet Venus merupakan planet terdekat dari Bumi kita, dengan jarak rata-ratanya mencapai 41 juta kilometer, atau 13 juta kilometer lebih dekat daripada jarak rata-rata Bumi ke Mars. Namun, kenapa malah Mars yang dipilih sebagai "rumah kedua" ya?

"Rumah" tidak melulu harus dekat, melainkan "rumah" adalah bagaimana kita bisa merasa nyaman. Dibandingkan dengan Venus, Mars lebih bisa memberikan kenyamanan bagi manusia yang mungkin dalam satu dekade mendatang sudah bisa menginjakkan kaki di sana.

Memang, senyaman apa, sih, Mars itu? Dan kenapa Venus dianggap tidak nyaman, ya? Nah, artikel kali ini kita akan cari tahu perbandingan di antara kedua planet ini nih.

Venus Tidak Ramah

Persis seperti si dia yang menutup hatinya sebelum sempat kamu pdkt, planet Venus pun "menutup" dirinya untuk bentuk kehidupan seperti manusia. Ia sangat tidak ramah bagi kita.

Terlepas dari jaraknya yang dekat dan mendapatkan julukan sebagai "Kembaran Bumi", planet kedua dari Matahari ini merupakan salah satu planet terekstrem di seantero tata surya kita. Bagaimana tidak, suhu di permukaan Venus sangat panas, bahkan cukup panas untuk melelehkan timah. Venus pun dilingkupi oleh awan asam sulfat beracun di atmosfernya.

Fakta-fakta tersebut cukup bagi para astronom untuk menelan ludah. Walau begitu, saat ini para astronom yang ingin menjelajahi Venus mengatakan mereka memiliki teknologi untuk bisa mengatasi kondisi yang menantang di Venus tersebut.

Baca Juga: Satu Tahun di Venus Lebih Cepat dari Satu Harinya

"Ada persepsi bahwa Venus adalah tempat yang sangat sulit untuk menjalankan misi," kata Darby Dyar, salah seorang ilmuwan keplanetan di Mount Holyoke College, dilansir Science News. Menurut Dyar, semua orang berpikir dua kali saat ingin ke Venus ketika mengetahui fakta bahwa tekanan dan suhu tinggi di Venus sangat mematikan. Hal itulah yang mengambat inovasi penelitian ke Venus.

Ketidakramahan Venus, berdasarkan data dari wahana antariksa Venera 13 milik Rusia yang berhasil mendarat di sana pada tahun 1982, dimulai dari atmosfernya, yang terdiri dari karbon dioksida, nitrogen, dan asam sulfat yang tebal dan rapat.
Venus dari Venera 13. Kredit: Roscosmos
Hal tersebut pun membuat sinar Matahari yang diterima Venus sulit untuk dipantulkan kembali ke luar angkasa, mengendap, sehingga membuat permukaannya memiliki suhu setinggi 470 derajat Celsius di siang hari, bahkan mencapai 500 derajat Celsius di wilayah ekuatornya.

Atmosfernya yang bergulung tebal tersebut juga beracun dan memiliki kecepatan angin yang mencapai 300 km/jam. Jika di Bumi kita merasakan hingga empat musim, Venus tidak memiliki iklim seperti itu. Sepanjang tahun selalu panas.

Tak hanya itu, tekanan atmosfer di Venus juga begitu tinggi, yakni 90 kali lebih besar daripada tekanan atmosfer di Bumi, setara dengan tekanan pada kedalaman hampir 1.000 meter di bawah permukaan laut Bumi. Tekanan sebesar itu bisa saja membuat tulang berulang kita remuk, sambil terbakar di suhu permukaan yang tinggi.

Mars yang Dingin

Mars memang tidak terlalu baik kondisinya. Walaupun terlihat gersang, Mars adalah dunia yang kering dan dingin. Suhu rata-rata di permukaan Mars sendiri hanya mencapai minus 63 derajat Celsius. Brrrr! Kebayang dinginnya?

Baca Juga: Mars, Planet yang Dingin dan Kering

Mars sepertinya juga sama ekstremnya dengan Venus. Tak hanya sangat dingin, Mars hanya memiliki sepertiga gravitasi Bumi, udara yang tidak cocok untuk dihirup manusia, memiliki medan magnet yang lemah sehingga rentan terhadap radiasi Matahari, serta tanah pada permukaannya yang beracun. Namun, ada satu kelebihan yang dimiliki Mars. Dalam orbitnya mengelilingi Matahari, Mars berada di zona laik huni tata surya kita bersama dengan Bumi.
Mars dari Curiosity. Kredit: NASA
Alasan mengapa Mars adalah target populer untuk misi pendaratan manusia di permukaannya adalah karena Mars adalah planet terdekat dari Bumi yang bisa dihuni. Paham letak perbedaannya dengan Venus, ya? Walaupun sebenarnya Venus planet terdekat Bumi, ia tidak bisa dihuni.

Ditambah lagi, Mars memiliki banyak kesamaan dengan planet kita. Ia adalah planet terestrial (permukaan berbatu), memiliki lapisan es di kedua kutubnya, memiliki siklus diurnal (panjang hari) yang sama, serta memiliki musim dan variasi suhu yang serupa dengan Bumi.

Dan setiap dua tahun sekali, Mars dan Bumi berada pada titik terdekat dalam orbitnya, yang memungkinkan perjalanan reguler ke Mars bisa dilakukan dengan perencanaan orbit yang matang.

Segala upaya penjajahan manusia, baik ke Venus atau Mars, harus sangat bergantung pada teknologi canggih untuk membuat lingkungan kedua planet ini layak bagi manusia. Teknologi tersebut mungkin termasuk membuat kubah tertutup dengan dinding tebal untuk pelindung radiasi, atau membangun pemukiman di tabung lava yang kokoh di bawah tanah.

Dengan segala fakta yang ada, jauh lebih mudah membangun koloni di Mars daripada di Venus. Sekali lagi, meskipun Venus lebih dekat.
BERIKAN KOMENTAR ()