5 Langkah Mudah untuk Melihat Bentangan Bimasakti di 2020

Info Astronomy - Boleh saja di tahun 2019 ini kamu gagal untuk melihat indahnya bentangan galaksi Bimasakti di langit malam. Namun, di tahun 2020 nanti, masa masih mau gagal lagi? Nah, di artikel kali ini, kami akan berikan cara untuk bisa melihat Bimasakti dalam 5 langkah mudah. Penasaran?

Oke, sebelumnya, sudah tahukah kamu mengapa kita bisa melihat bentangan galaksi Bimasakti? Atau justru kamu termasuk orang yang heran mengapa kita bisa melihat Bimasakti padahal kita berada di dalamnya?

Hapus semua keherananmu, karena jawabannya sangat sederhana: kita bisa melihat bentangan galaksi Bimasakti, ya karena kita berada di dalamnya. Bimasakti merupakan galaksi spiral dengan beberapa lengan, Matahari dan tata surya kita berada di salah satu lengannya yang bernama lengan Orion.

Bentangan galaksi Bimasakti yang kita lihat di langit malam itu adalah bagian dari cakram spiral galaksi Bimasakti. Dari bentangan ini, kita bisa tahu deh kalau Bimasakti adalah galaksi yang pipih. Justru yang seharusnya mengherankan adalah berpikir kalaukita tidak bisa melihat bentangan Bimasakti, padahal kita berada di dalamnya. Ya, kan?

Baca Juga: Bagaimana Astronom Memotret Bimasakti Padahal Ada di Dalamnya

Nah, mengamati bentangan galaksi Bimasakti sendiri rupanya bukan hal yang mudah, terlebih jika kamu tinggal di daerah kota besar yang gemerlap lampu di malam harinya sudah menjadi polusi cahaya yang begitu berlebihan.

Terus, bagaimana dong biar orang-orang kota bisa turut melihat Bimasakti? Kan, pastinya pengin juga? Ikuti 5 langkah mudahnya berikut ini deh.

Pertama, Temukan Waktu Terbaik Tiap Tahunnya

Menjadi rumah bagi sekitar 400 miliar bintang, galaksi kita adalah jenis galaksi spiral berpalang yang berdiameter 100.000 tahun cahaya. Walau kelihatannya galaksi kita ini sangat besar, nyatanya kita hanya bisa melihat bentangan Bimasakti dari bulan April hingga Oktober setiap tahunnya, dengan sisa bulan lainnya adalah momen di mana Bimasakti terbit bersama Matahari, sehingga tidak teramati.

Bentangan Bimasakti, dalam hal ini adalah rasi bintang Sagitarius dan Skorpius di mana letak inti galaksi adalah di sana, terbit di arah tenggara, lalu bergerak semu melintasi zenith, hingga akhirnya terbenam di barat daya. Iya, Bimasakti tidak diam saja di langit. Karena rotasi Bumi, Bimasakti juga terbit dan terbenam.

Visibilitas Bimasakti dari bulan ke bulan:
  • Mulai dari pertengahan Februari, inti Bimasakti akan terbit sesaat sebelum Matahari terbit. Satu-satunya cara untuk melihat Bimasakti pada bulan Februari adalah bangun jam 3-4 pagi. Sayangnya, Februari belum menjadi bulan yang ideal karena cenderung masih musim hujan.
  • Memasuki bulan April, Bimasakti akan mulai terbit sekitar tengah malam dan akan tetap terlihat di langit hingga Matahari terbit.
  • Pada bulan Juni, bulan paling ideal untuk melihat Bimasakti, bentangan galaksi kita akan terbit sesaat setelah Matahari, lalu mencapai titik tertinggi di langit pada tengah malam, hingga akhirnya terbenam di barat menjelang Matahari terbit. Itu artinya, Bimasakti terlihat sepanjang malam pada bulan Juni!
  • Sepanjang Juli, Bimasakti sudah mulai terbit pada sore hari, dan akan terbenam pada malam hari menjelang sepertiga malam.
  • Selain Juli, mulai Agustus hingga Oktober juga merupakan bulan-bulan terbaik untuk melihat inti Bimasakti, yang mana akan teramati dengan baik pada waktu dini hari. Kalau kamu merencanakan naik gunung untuk melihat Bimasakti, bisa dicoba di bulan-bulan ini.
  • Pada bulan November, Desember, dan Januari, Bimasakti benar-benar tidak akan terlihat karena terbit pada pagi hari, mencapai titik tertinggi pada siang hari, dan terbenam pada sore hari. Silau Matahari mengalahkan semua benda langit malam.

Kedua, Temukan Waktu Terbaik Tiap Malamnya

Nah, kalau sudah tahu kapan waktu terbaik untuk melihat bentangan Bimasakti setiap tahunnya, sekarang tinggal cari tahu kapan waktu terbaik untuk mengamati setiap malamnya. Seperti disebutkan di atas, Bimasakti akan terlihat pada waktu yang berbeda sepanjang tahun. Namun, tahukah kamu mengapa ini terjadi? Ya, gerak rotasi dan revolusi Bumi!
Jika rotasi Bumi kita benar-benar tepat 24 jam, semua bintang yang kita lihat termasuk bentangan Bimasakti akan tetap pada posisi yang sama sepanjang malam, setiap malam. Namun faktanya, dibutuhkan 23 jam 56 menit bagi Bumi kita untuk menyelesaikan satu rotasi.

Nah, perbedaan empat menit setiap harinya inilah yang menyebabkan bintang-bintang terbit, bergerak semu melintasi langit, dan terbenam empat menit lebih awal dibandingkan malam sebelumnya. Dengan kata lain, waktu terbit bintang-bintang (dan Bimasakti) tidak akan sama setiap malamnya, sepanjang tahun.

Jumlah waktu tersebut kira-kira adalah sekitar dua jam setiap bulan. Jadi, jika galaksi Bimasakti terbit pukul 23.00 waktu setempat daerahmu malam ini, maka ia akan terbit jam 21.00 waktu setempat daerahmu pada bulan depan di tanggal yang sama.

Dengan perbedaan waktu terbit ini, kamu harus cari tahu deh kapan Bimasakti akan terbit sebelum mulai melakukan pengamatan. Untuk membantumu mengetahuinya, kamu bisa menggunakan peta bintang, misalnya Stellarium.

Ketiga, Cari Lokasi Ideal

Sudah tahu kapan Bimasakti terbit dan terbenam belum cukup kalau kamu belum mengamatinya di lokasi yang ideal. Percuma kan kalau pengamatan malah dilakukan di tengah kota. Bintang-bintang saja bisa dihitung jari, apa lagi mengamati Bimasakti?

Setidaknya, ada tiga syarat bagi sebuah lokasi pengamatan untuk bisa dikatakan sebagai lokasi ideal untuk mengamati Bimasakti. Pertama, langit yang gelap. Kedua, langit yang gelap. Ketiga, langit yang gelap.

Baca Juga: Kenapa di Daerah Saya Tidak Bisa Melihat Bimasakti?

Jika kamu tinggal di kota besar di mana langit gelap adalah hanya sebuah dongeng, kamu perlu mempersiapkan perjalanan ke lokasi yang minim polusi cahaya. Pilihlah lokasi seperti pantai, pegunungan, atau bisa juga pedesaan. Kuncinya hanya perlu langit yang gelap, tanpa ada polusi cahaya sedikitpun.

Menurut pengalaman kami, pengamatan Bimasakti bisa dilakukan di sebuah pulau yang masih bebas polusi cahaya di malam hari. Kami sudah mengamati Bimasakti di langit Tanjungpandan, Belitung sampai di puncak Gunung Prau, Jawa Tengah.

Keempat, Cari Tahu Kondisi Langit

Eits, menemukan lokasi ideal saja belum cukup ternyata, lho! Selain waktu dan lokasi ideal, masalah lain yang dapat memiliki dampak besar pada keberhasilan kamu untuk melihat Bimasakti adalah kondisi langit. Kondisi langit terbaik untuk melihat Bimasakti adalah "cerah dan tanpa Bulan". Ingat ya, "cerah dan tanpa Bulan".

Cuaca
Jelas, cuaca memainkan peran terbesar dalam berhasil atau tidaknya kamu untuk melihat Bimasakti. Kami pernah mencoba mengamati Bimasakti pada waktu dan lokasi ideal, tepatnya pada bulan April di Ciwidey, Bandung. Sialnya, cuaca sedang tidak bersahabat. Alih-alih melihat Bimasakti, kami semalaman hanya makan jagung bakar yang dengan cepat mendingin karena cuaca hujan.

Polusi Cahaya
Polusi cahaya adalah alasan utama orang-orang, mungkin termasuk kamu, tidak bisa melihat Bimasakti sepanjang hidupnya. Ini terjadi karena kota-kota dan daerah pinggiran kota memiliki lampu-lampu terang yang memungkinkan cahaya buatan tersebut memantul ke langit.

Baca Juga: Kiat Memotret Galaksi Bimasakti

Bila seharusnya kamu bisa melihat setidaknya 4.548 bintang di langit malam, berkat polusi cahaya, paling banter kamu hanya bisa melihat lima bintang. Jika kamu mencoba melihat Bimasakti di lokasi dengan polusi cahaya, lebih baik pejamkan mata, sugestikan diri kamu untuk melihat Bimasakti, lalu tidur untuk dibawa sebagai mimpi.


Mata manusia sendiri membutuhkan minimal 20 menit untuk bisa menyesuaikan dengan kegelapan malam. Setelah nanti misalnya kamu bisa sampai ke lokasi pengamatan yang ideal, matikan sumber cahaya apapun dan biarkan mata kamu beradaptasi dengan gelapnya langit agar Bimasakti mulai terlihat jelas.

Fase Bulan
Waktu terburuk untuk melihat bentangan Bimasakti adalah saat fase Bulan purnama. Cahaya Bulan yang cerah akan menghilangan pemandangan Bimasakti yang sejatinya sudah redup. Jadi, pastikan kamu tahu sedang fase Bulan apa malam itu. Fase terbaik untuk melihat Bimasakti adalah mulai dari fase Bulan Baru hingga fase perbani awal.

Kelima, Mulailah Amati Bimasakti!

Setiap bintang yang kamu lihat di langit malam adalah milik galaksi kita. Pada dasarnya, setiap kali kamu melihat bintang, kamu sedang melihat Bima Sakti. Namun, bagian terbaik dari Bimasakti adalah pada bagian bentangannya, yang berisikan nebula-nebula terang dan gelap seperti pada gambar di atas.

Setelah kamu sampai ke tempat yang cukup gelap dan langit yang cukup cerah, kamu seharusnya bisa melihat pita galaksi kita membentang di langit malam. Arahkan pandangan ke rasi bintang Sagitarius dan Skorpius, maka itulah area inti galaksi yang sangat terang saat diamati dari Bumi di kondisi lokasi pengamatan ideal.

Selamat berburu galaksi Bimasakti di 2020!
BERIKAN KOMENTAR ()