Fakta-fakta Menarik Rasi Bintang Orion

Info Astronomy - Pernah melihat formasi tiga bintang sejajar di langit malam? Kemungkinan besar yang kamu lihat itu adalah bagian dari rasi bintang Orion. Mari mengenal rasi bintang ini dalam fakta-fakta menariknya~

Nama rasi bintang ini sendiri berasal dari mitologi Yunani, yang memiliki arti Sang Pemburu. Dalam budaya Jawa, rasi bintang Orion lebih dikenal sebagai Lintang Waluku. Apa saja, sih, fakta-fakta menarik tentangnya?

"Winter is Coming"
Rasi bintang Orion dapat dilihat oleh pengamat yang terletak di pada garis lintang antara + 85° dan -75°. Di Indonesia, rasi bintang ini berada dekat ekliptika.

Nah, rupanya, kemunculan rasi bintang Orion di malam hari menandakan bahwa musim dingin akan datang di belahan Bumi utara, sebab rasi bintang ini terlihat pada malam hari dari November hingga awal Mei. Namun, dari belahan Bumi selatan, Orion terlihat selama bulan-bulan musim panas.

Di Indonesia, khususnya dalam budaya Jawa, kemunculan rasi bintang Orion sering dianggap merupakan sebuah pertanda bagi para petani untuk segera bercocok tanam di sawah, sebab Orion alias Lintang Waluku selalu hadir di awal hingga akhir musim penghujan.

Dihuni Bintang-bintang Superraksasa Biru
Setidaknya, enam bintang utama di rasi bintang Orion, dengan pengecualian Betelgeuse si superraksasa merah, merupakan jenis bintang superraksasa biru. Bila diurutkan dari bintang yang paling terang, maka ketujuh superraksasa biru tersebut adalah:

Pertama, Rigel (Beta Orionis), adalah sistem tiga bintang yang saling mengorbit satu sama lain dan berjarak sekitar 772,51 tahun cahaya dari Bumi. Di langit malam, bintang ini bersinar dengan mangnitudo visual 0,12. Komponen utama Rigel diketahui 17 kali lebih masif dari Matahari kita, berdiameter 70 kali lebih besar, dan bersinar 85.000 kali lebih terang.

Kedua, Bellatrix (Gamma Orionis), adalah bintang raksasa putih kebiruan yang terletak 240 tahun cahaya jauhnya dari Bumi dengan magnitudo visual 1,64. Bintang ini 8 kali lebih masif dari Matahari kita dan memancarkan sekitar 6.400 kali luminositas Matahari.

Ketiga, Alnilam (Epsilon Orionis), adalah bintang superraksasa biru yang berjarak sekitar 1.300 tahun cahaya dari Bumi. Kenampakannya di langit malam memiliki magnitudo visual 1,70. Dengan sekitar 24 kali lebih masif dari Matahari kita, Alnilam bersinar 250.000 kali lebih bercahaya dari Matahari.
Keempat, Alnitak (Zeta Orionis), yang juga merupakan sistem tiga bintang raksasa biru yang berjarak sekitar 700 tahun cahaya dari Bumi kita. Bersinar dengan magnitudo visual 1,72, komponen utama Alnitak memiliki massa sekitar 20 kali lebih masif dari Matahari kita dan bersinar sekitar 10.000 kali lebih bercahaya.

Kelima, Saiph (Kappa Orionis), adalah sebuah bintang superraksasa biru yang berjarak 720 tahun cahaya dari Bumi. Di langit malam, bintang ini muncul dengan magnitudo visual 2,06. Saiph sendiri diketahui berukuran sekitar 16 kali lebih masif dari Matahari dan bersinar 18.000 kali lebih terang.

Keenam, Mintaka (Delta Orionis), merupakan sistem bintang ganda (dua bintang yang saling mengorbit) yang berjarak 900 tahun cahaya dari Bumi. Kedua bintang tersebut tampak sebagai bintang individu dari Bumi dengan magnitudo visual 2,25. Komponen utamanya merupakan bintang raksasa biru dengan lebih dari 20 kali massa Matahari dan 90.000 kali luminositas Matahari kita.

Sabuk Orion
Dalam rasi bintang Orion, ada sebuah asterisma yang dikenal sebagai Sabuk Orion, tiga bintang berjejer rapih yang kamu biasa lihat di langit malam itu.

Tiga bintang terang di tengah rasi bintang Orion lah yang membentuk sabuk pedang Orion, ketiganya yaitu Alnilam, Mintaka, dan Alnitak. Kita di Indonesia akan sangat mudah melihat Orion secara keseluruhan, termasuk Sabuk Orion karena posisi kita yang berada di ekuator.

Keberadaan Planet Asing
Selain dihuni bintang-bintang terang, Sang Pemburu juga menjadi lahan perburuan yang subur untuk menemukan planet-planet asing, atau planet-planet ekstrasurya, planet di luar tata surya kita. Berikut ini adalah beberapa planet asing yang telah ditemukan di bintang-bintang yang termasuk di dalam area rasi bintang Orion:

Bintang CVSO 30, berjarak 1.200 tahun cahaya dari Bumi yang terletak di arah rasi bintang Orion, kemungkinan memiliki beberapa planet asing. Pada tahun 2012, Very Large Telescope di Cile berhasil mengamati keberadaan planet asing CVSO 30c secara langsung, suatu prestasi luar biasa mengingat bahwa CVSO 30 kira-kira 280 kali lebih jauh daripada Bumi ke bintang Alpha Centauri.

CVSO 30c diperkirakan merupakan sebuah planet raksasa gas yang mengorbit bintang induknya pada jarak 660 AU (660 kali jarak Bumi-Matahari) dan mengorbit setiap 27.000 tahun. Selain itu, ada pula planet lainnya, CVSO 30b, juga merupakan sebuah raksasa gas namun berjarak lebih dekat dengan bintang induknya, yakni sekitar 0,008 AU.


Ada beberapa kemungkinan planet lain di Orion juga, meskipun keberadaannya dapat dibuktikan atau dibantah dengan lebih banyak pengamatan. Planet-planet tersebut adalah HD 38529b dan HD 38529c yang mengorbit bintang HD 38529, ada juga HD 38858b yang mengorbit bintang HD 38858, serta HD 37605b yang mengorbit bintang HD 37605.

Nah, itulah beberapa fakta menarik rasi bintang Orion. Semoga menambah wawasanmu!
BERIKAN KOMENTAR ()