Melihat Hilal Idulfitri 2019

Info Astronomy - Karena berbasis pergerakan Bulan dalam mengelilingi Bumi, mengamati hilal untuk menentukan awal bulan dalam kalender Hijriah adalah suatu hal yang penting. Nah, bagaimana dengan hilal Idulfitri untuk tahun 2019 ini?

Mari kenalan dulu dengan hilal. Hilal sendiri merupakan istilah bahasa Arab untuk "Bulan sabit muda". Lebih tepatnya, Bulan sabit yang terbentuk pertama kali setelah konjungsi Bulan dengan Matahari. Karena itu, hilal biasanya diamati saat Matahari terbenam.

Nah, ada kriteria sendiri untuk Bulan sabit disebut sebagai hilal. Kriteria ini dikenal sebagai 2-3-8, yakni Bulan sabit harus berada pada ketinggian 2 derajat dari cakrawala saat Matahari terbenam, sudut elongasinya dari Matahari sejauh 3 derajat, dan harus berumur minimal 8 jam dari fase Bulan baru.

Lalu, kapan fase Bulan baru atau konjungsi itu? Juni ini, fase Bulan baru terjadi pada 3 Juni 2019 pukul 17:03 WIB. Konjungsi yang terjadi di sore hari itu membuat Bulan sabit muda kemungkinan tidak akan terlihat dari lokasi pengamatan manapun di Indonesia.
Pada 3 Juni 2019, Matahari akan terbenam pada pukul 17:44 WIB. Pada saat Matahari terbenam itu, ketinggian Bulan masih sekitar 0 sekian derajat dari cakrawala, sudut elongasi Bulan dengan Matahari juga belum mencapai 1 derajat. Ditambah lagi, usianya masih jauh di bawah 8 jam.

Hilal pun kemungkinan besar (atau seharusnya) tidak akan teramati hari ini, 3 Juni 2019. Hilal baru bisa diamati pada keesokan harinya, 4 Juni 2019, sehingga Idulfitri 1 Syawal 1440 H akan dimulai selepas Magrib tanggal 4 Juni 2019 (karena pergantian hari/tanggal pada kalender Hijriah dimulai saat Magrib, bukan tengah malam). Perayaan lebaran untuk silaturahmi pun bisa dilakukan pada tanggal 5 Juni 2019.

Walau begitu, biar lebih afdol, kita tunggu saja keputusan pemerintah lewat sidang Isbat untuk penentuan kapan 1 Syawal tahun ini.

Selamat menyambut lebaran!
BERIKAN KOMENTAR ()