Sebelum Matahari Terbit, Yuk Lihat Tiga Planet!

Info Astronomy - Bangunlah lebih pagi mulai 29 Maret 2019, sebab kita berkesempatan untuk mengamati tiga planet tata surya sekaligus: Venus, Jupiter, dan Saturnus!

Sebelum ada hoaks yang menyebar dan mengatakan kalau kenampakan planet-planet ini tanda bencana, saya ingin memberi tahunya lebih dulu: peristiwa ini adalah peristiwa biasa. Karena berada di tata surya yang sama, kita tentu dapat melihat planet-planet anggota tata surya lainnya.

Nah, pada kesempatan kali ini, kita bisa melihat tiga planet yang telah disinggung di atas. Mereka terlihat karena sedang berada di sisi malam hari Bumi. Tapi, dari mana asal cahayanya? Bukankah planet tidak bisa memancarkan cahayanya sendiri?

Memang betul. Yang dapat menghasilkan cahaya sendiri adalah bintang melalui proses fusi termonuklir. Cahaya dari planet-planet ini pun berasal dari bintang, lho. Bintang apa lagi kalau bukan Matahari.

Matahari kita adalah bintang terdekat dari Bumi. Karena planet-planet ini mengitari Matahari, maka mereka akan disinari layaknya Bumi kita. Dengan kata lain, ketika kita melihat planet-planet ini dari Bumi, kita sebenarnya sedang melihat sisi siang hari mereka.

Mari kita bahas satu per satu~
Planet Jupiter
Mulai 29 Maret 2019, Jupiter akan menjadi planet pertama yang terbit di langit Bumi. Planet terbesar di tata surya kita ini akan berada di atas ketinggian 10 derajat dari cakrawala timur sejak pukul 23:40 waktu setempat daerahmu.

Walaupun ia merupakan planet terbesar, kenampakannya dari Bumi akan sangat kecil karena jarak antara Bumi dan Jupiter sangatlah jauh. Lebih jauh daripada yang kamu bayangkan saat ini.

Dalam pandangan mata, kita akan melihat Jupiter bagaikan bintang kuning terang. Yang membedakannya dengan bintang sungguhan adalah cahayanya yang stabil. Kenampakan planet di langit malam tidak akan berkelap-kelip layaknya bintang. Kamu butuh teleskop untuk bisa melihat Jupiter lebih jelas, lengkap dengan 4 bulan terbesarnya: Io, Kalisto, Ganimede, dan Europa.

Planet Saturnus
Sang planet bercincin juga akan teramati mulai 29 Maret 2019. Ia akan berada pada ketinggian di atas 10 derajat dari cakrawala timur mulai pukul 01:30 waktu setempat daerahmu.

Perhatikan: kamu tidak akan bisa melihat cincin Saturnus tanpa bantuan teleskop. Jaraknya yang jauh dari Bumi membuat Saturnus kenampakannya sebelas-duabelas dengan kenampakan Jupiter. Hanya saja, Saturnus sedikit lebih redup.

Gunakan teleksop dengan magnifikasi minimal 75x untuk bisa melihat Saturnus yang lengkap dengan cincinnya yang megah itu.

Planet Venus
Venus merupakan planet dengan kenampakan paling terang di langit Bumi. Mulai 29 Maret 2019, planet kedua dari Matahari itu akan terbit sejak pukul 04:30 waktu setempat daerahmu. Ia akan berada sekitar 10 derajat di atas cakrawala timur pada waktu itu.

Menemukan Venus niscaya akan sangat mudah. Dalam pandangan mata, Venus akan sangaaaaaaat terang benderang cahayanya. Ia adalah benda langit yang dijuluki juga sebagai Bintang Kejora.

Nah, ketiga planet ini bisa terus diamati sampai Matahari terbit, membirukan langit dan meredupkan cahaya-cahaya planet tersebut. Semuanya bisa diamati di mana pun kamu di Indonesia, tentu asalkan cuaca cerah.

Kenampakan ketiga planet ini juga tidak hanya pada 29 Maret 2019 saja, tetapi akan bertahan hingga berbulan-bulan ke depan. Semakin semangat bangun pagi, kan?

Oh iya, kamu bisa beli teleskop di toko resmi kami: InfoAstronomy Store.
BERIKAN KOMENTAR ()