Mengapa Matahari Sangat Panas?

Info Astronomy - Matahari kita adalah alasan utama mengapa Bumi memiliki kehidupan. Di tata surya, Bumi kita berada di posisi yang tepat, tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dari Matahari.

Pada jarak yang tepat itu, yang dikenal sebagai zona laik huni, Matahari menghangatkan planet kita sehingga tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Panas dari Matahari tidak hanya menyinari Bumi, tetapi juga ke seluruh tata surya.

Lalu, apa yang menyebabkan Matahari bisa menjadi begitu panas?

Bukan, bukan melalui proses pembakaran seperti di Bumi, sehingga Matahari tidak perlu oksigen untuk bisa bersinar dan menjadi begitu panas.

Semuanya berasal dari sebuah proses yang dikenal sebagai reaksi fusi nuklir. Proses tersebut merupakan tekanan kuat di inti Matahari yang dapat menciptakan panas hingga suhu sekitar 15 juta derajat Celsius.

Bagaimana reaksi fusi nuklir ini bekerja? Matahari merupakan bola gas raksasa yang terdiri dari hidrogen. Dengan gravitasinya yang begitu besar, tarikan gravitasi tersebut menekan gas hidrogen pada Matahari menuju intinya. Saking kuatnya tekanan, suhu inti Matahari pun meninggi.

Dalam proses reaksi fusi nuklir tersebut, gas hidrogen pada Matahari pun menyatu, berubah menjadi helium. Reaksi fusi nuklir pada Matahari juga sangat besar, sehingga energi yang dihasilkannya terlalu besar pula dibandingkan dengan energi yang dibutuhkan Matahari untuk melakukannya.

Nah, proses reaksi fusi nuklir itulah yang membuat Matahari bersinar (dan juga membuatnya menjadi sangat panas). Energi yang dihasilkan proses fusi nuklir adalah panas dan cahaya.

Walau begitu, proses reaksi fusi nuklir pada Matahari tidak terjadi di seluruh bagiannya, melainkan hanya pada sekitar seperlima dari radius Matahari. Di wilayah seperlima radius Matahari itu, suhunya bisa menjadi sangat panas hingga 15 juta derajat Celsius.

Namun, suhu sepanas itu tidak terjadi di atmosfer terluar Matahari. Hal ini disebabkan karena energi panas dari inti Matahari akan diangkut melalui radiasi, lalu diangkut lagi secara konveksi, hingga area konveksi tersebut mencapai batasnya, energi tadi dilepas lagi melalui radiasi, yang kali ini dalam gelombang tampak.

Hal itu membuat suhu atmosfer Matahari lebih "dingin" dibandingkan suhu intinya, yakni sekitar 5.500 derajat Celsius saja.

Jadi, sekarang sudah tahu kan mengapa Matahari bisa sangat panas? Kalau nanti kamu mengeluh panas pada siang hari atau ada orang terdekatmu yang mengeluh panas, jelaskan saja secara ilmiah mengapa Matahari sangat panas seperti pada artikel ini~
BERIKAN KOMENTAR ()