Mengapa Galaksi Kita Disebut "Milky Way" dan "Bimasakti"?

Info Astronomy - Pernahkah terlintas di pikiran kamu sebuah pertanyaan tentang mengapa galaksi kita bernama atau disebut Bimasakti? Mengapa ada juga yang menyebutnya sebagai Milky Way?

Pertama, mari sedikit kita ulas tentang apa sebenarnya galaksi kita itu. Para astronom percaya bahwa galaksi kita merupakan jenis galaksi spiral berpalang, atau sebuah galaksi dengan bentuk spiral yang memiliki fitur mirip palang panjang di area tengahnya.

Galaksi kita juga begitu lebar. Jika kamu mampu terbang melintasi galaksi dengan kecepatan cahaya, kamu butuh 100.000 tahun untuk melintas dari satu tepian ke tepian lain galaksi kita.

Galaksi kita juga merupakan bagian dari gugus galaksi yang disebut Grup Lokal, yang bahkan merupakan galaksi terbesar kedua di Grup Lokal setelah galaksi Andromeda, sementara galaksi Triangulum (M33) merupakan yang terbesar ketiga. Ada sekitar 30 anggota galaksi dalam Grup Lokal ini.

Asal Muasal Sebutan "Milky Way"

Adapun bagaimana galaksi kita mendapat julukan "Milky Way" karena memang penampilannya di langit mirip seperti jalur susu. Kita di Bumi dapat melihat salah satu bagian galaksi kita yang membentang seolah membelah langit.

Kenampakan bentangan galaksi kita di langit juga tampak bagaikan bercak-bercak susu yang berwarna putih gelap. Orang Romawi kuno menyebut galaksi kita sebagai Via Lactea, yang secara harfiah memiliki arti sebagai "Jalan Susu."

Karena kenampakannya memang mirip jalur atau jalan susu, maka orang-orang dulu menyebut galaksi kita sebagai "Milky Way", yang mana julukan tersebut tetap bertahan hingga detik ini. Tapi walaupun disebut sebagai "susu", galaksi kita sama sekali tidak terbuat dari susu, ya!

Bagaimana Dengan "Bimasakti"?

Bila budaya Barat menyebut galaksi kita karena kenampakannya seperti jalur susu, tak jauh berbeda dengan asal-muasal lahirnya julukan "Bimasakti". Di Indonesia, julukan "Bimasakti" untuk galaksi kita namanya berasal dari tokoh berkulit hitam dalam pewayangan, yaitu Bima.

Istilah "Bimasakti" ini muncul karena orang Jawa kuno di malam hari melihat susunan bintang-bintang yang tersebar dan pita kabut putih cemerlang di angkasa, jika dihubungkan dan ditarik garis akan membentuk gambar Bima dililit ular naga, maka disebutlah "Bimasakti".

Pita kabut cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan jutaan bintang dan juga sevolume besar debu dan gas yang terletak di piringan atau bidang galaksi. Pita ini tampak paling terang di sekitar rasi Sagitarius, dan lokasi tersebut memang diyakini sebagai pusat galaksi.


Sumber: Universe Today, SEDS, Wikipedia.
BERIKAN KOMENTAR ()