Wantariksa New Horizons Sukses Melintasi Ultima Thule

Info Astronomy - Wahana antariksa (wantariksa) New Horizons milik NASA pada 1 Januari 2019 kemarin telah sukses terbang lintas dekat Ultima Thule, objek Sabuk Kuiper yang merupakan sisa-sisa dari pembentukan tata surya kita.

Selain menjadi yang pertama dalam menjelajahi Pluto, wantariksa New Horizons kini menjadi yang pertama lagi dengan menjelajahi objek tata surya paling jauh yang pernah dikunjungi oleh manusia menggunakan wantariksa nirawak.

Sinyal yang diterima stasiun Bumi yang terletak di Canberra, Australia mengonfirmasi bahwa New Horizons sehat dan telah melakukan pemotretan serta mengumpulkan data-data ilmiah terhadap Ultima Thule. Saat ini, kita hanya tinggal menunggu data-data itu terunduh sepenuhnya.

Citra yang diambil selama terbang lintas dekat New Horizons dengan Ultima Thule pun sudah dirilis. Dipotret pada jarak 3.500 kilometer dari Ultima Thule, citra tersebut mengungkapkan bahwa sang objek Sabuk Kuiper tampak memiliki bentuk yang mirip dengan pin bowling, dengan dimensi sekitar 32 kali 16 kilometer.
Data dari terbang lintas dekat ini telah memecahkan salah satu misteri Ultima Thule, yakni menunjukkan bahwa ia berputar seperti baling-baling dengan sumbu rotasi yang mengarah ke New Horizons. Sayangnya, para astronom masih belum bisa menentukan periode rotasinya.

Sebelum New Horizons melakukan terbang lintas dekat terhadap Ultima Thule ini, para astronom tidak yakin apakah Ultima Thule sebenarnya adalah satu objek atau dua objek yang mengorbit berdekatan satu sama lain. Citra terbaru di atas menunjukkan kemungkinan Ultima Thule adalah satu objek, tetapi para astronom masih tidak mengesampingkan bila ia adalah dua objek yang saling mengorbit.

Citra hitam-putih dan kurang fokus itu dipotret oleh kamera LORRI yang tersemat pada wantariksa New Horizons. Dari jarak lebih dari 10 miliar kilometer dari Bumi, transmisi antara stasiun Bumi dengan New Horizons akan memakan waktu sekitar 6 jam dan 8 menit.

Transmiter New Horizons sendiri dapat mengirimkan data-data ke Bumi dengan kecepatan 500 hingga 1.000 bit per detik, sehingga akan membutuhkan waktu 20 bulan untuk mendapatkan semua data tersebut.

Ultima Thule sendiri merupakan objek Sabuk Kuiper yang berada di tepian tata surya. Ultima Thule membutuhkan waktu 298 tahun untuk menyelesaikan satu orbit penuh mengelilingi Matahari, dan para astronom meyakini bahwa dengan mempelajarinya, kita bisa mengetahui sedikit mengenai sejarah tata surya.


Foto: NASA/JHUAPL/SwRI
BERIKAN KOMENTAR ()