Menemukan Kuasar Paling Terang di Alam Semesta Awal

Info Astronomy - Menggunakan Teleskop Antariksa Hubble, sekelompok astronom menemukan kuasar paling terang yang berada di alam semesta awal, sebuah prestasi yang membutuhkan waktu sekitar 20 tahun penelitian.

Para astronom berhasil menemukannya menggunakan teknik lensa gravitasi untuk melihat objek yang jauh, yang membuat mereka melihat cahaya ketika alam semesta baru berusia kurang dari satu miliar tahun.

Apa Itu Kuasar?
Singkatnya, kuasar merupakan inti galaksi aktif. Menurut UniverseToday, para astronom pertama kali mengetahui keberadaan kuasar di alam semesta adalah dimulai pada tahun 1960-an, ketika manusia akhirnya memiliki teleskop radio pertama yang diarahkan langit.

Kala itu, dengan teleskop radio, para astronom dapat mendeteksi gelombang radio yang mengalir dari Matahari, Bimasakti, dan beberapa bintang. Tetapi, para astronom juga menemukan benda-benda aneh yang tidak bisa mereka jelaskan. Benda-benda ini kecil dan sangat terang.

Lantas, para astronom pun menamakan benda-benda aneh tersebut sebagai quasi-stellar-objects atau "quasar" (dalam KBBI V, sudah diserap menjadi "kuasar"). Lubang hitam supermasif menjadi penyebab kemunculan kuasar.

Kita sekarang tahu bahwa setiap galaksi besar di alam semesta pasti memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya; yang massanya bisa beberapa miliar kali massa Matahari. Ketika sebuah materi terlalu dekat dengan lubang hitam supermasif itu, maka akan membentuk cakram akresi di sekitar lubang hitam.

Semakin banyak materi yang mendekati lubang hitam, semakin memanas cakram akresi tadi hingga jutaan derajat Celsius, lalu mulailah meledakkan sejumlah besar radiasi dalam bentuk jet. Lingkungan magnetik di sekitar lubang hitam dapat membentuk jet materi kembar yang mengalir ke luar angkasa.

Sebagai gambaran, seperti inilah jet materi kembarnya:
Ketika jet materi tersebut bergerak tegak lurus relatif terhadap pandangan kita di Bumi, kita menyebutnya sebagai galaksi radio. Tapi, jika mereka bergerak miring, maka disebut kuasar. Dan ketika kita menatap jet tersebut ke arah pandangan kita, maka itu adalah blazar. Ketiganya adalah objek yang sama, tapi dibedakan ketika dilihat dari tiga perspektif berbeda.

Nah, kuasar paling terang di alam semesta awal yang berhasil ditemukan baru-baru ini dikatalogkan sebagai J043947.08 + 163415.7 (sebut saja J043947), bersinar dengan kecerahan setara dengan 600 triliun kali kecerahan Matahari.

Kecerahan sebuah kuasar tersebut berasal dari jumlah energi luar biasa yang dilepaskan ketika material lubang hitam supermasifnya bertambah. Untuk lubang hitam supermasif yang membentuk kuasar J043947, massanya diketahui mencapai beberapa ratus juta kali massa Matahari.

"Itu adalah sesuatu yang sudah lama kami cari," kata pemimpin studi ini Xiaohui Fan, dari Universitas Arizona. "Kami tidak menyangka dapat menemukan kuasar seterang itu!"

Kuasar yang satu ini benar-benar luar biasa, salah satu inti galaksi paling aktif yang pernah diketahui. Tidak hanya sangat terang, kuasar ini juga menunjukkan seberapa cepat lubang hitamnya melahap materi di sekitarnya, ia juga menghasilkan sekitar 10.000 bintang baru setiap tahun, sekitar 6.000 kali lebih cepat dari galaksi Bimasakti.
J043947 diperkirakan terbentuk selama periode alam semesta yang dikenal sebagai Zaman Reionisasi, 400.000 tahun setelah Ledakan Besar, ketika alam semesta masih dipenuhi dengan hidrogen netral. Hal itulah yang membuat kuasar ini agak buram.

Tim astronom ini sekarang sedang mengumpulkan data sebanyak mungkin tentang kuasar yang mereka temukan. Menemukan kuasar seperti ini sangat penting untuk mempelajari bagaimana evolusi alam semesta kita hingga menjadi seperti sekarang ini.


Foto: ESA/M. Kornmesser, Universitas Arizona, InfoAstronomy.org
BERIKAN KOMENTAR ()