Jadwal Peristiwa Langit Januari 2019

Info Astronomy - Selamat tahun baru 2019! Akan ada banyak peristiwa langit yang terjadi di tahun ini. Nah, di artikel ini, InfoAstronomy.org secara khusus akan membahas peristiwa-peristiwa langit yang akan terjadi di bulan Januari 2019.

Hemm, kira-kira apa saja, ya? Mari simak~

3 Januari 2019: Konjungsi Jupiter dengan Bulan
Di tanggal ini, kita berkesempatan melihat planet Jupiter dengan bantuan Bulan. Berada dalam fase sabit tua, Bulan dan Jupiter akan tampak terpisah sejauh 5,5 derajat satu sama lain. Perhatikan grafik di bawah ini:
Bulan dan Jupiter bisa diamati di langit timur mulai dua jam sebelum Matahari terbit. Nantinya, ketika Matahari telah terbit, Jupiter akan kalah terang sehingga akan "lenyap" di birunya langit.

4 Januari 2019: Hujan Meteor Quadrantid
Menjadi peristiwa hujan meteor pembuka setiap tahunnya, Quadrantid tahun ini memiliki prospek pengamatan yang bagus sebab Bulan sudah mencapai fase sabit tua sehingga cahayanya tidak akan terlalu mengganggu pengamatan.

Mulailah pengamatan pada pukul 03:00 dini hari waktu setempat daerahmu, ketika titik radian hujan meteor ini sudah berada tinggi di atas cakrawala timur.
Berasal dari debris yang ditinggalkan oleh asteroid 2003 EH1, hujan meteor Quadrantid akan memiliki intensitas sebanyak 60 meteor per jam, asalkan kamu mengamatinya di lokasi pengamatan yang gelap gulita minim polusi cahaya dan cuaca cerah.

Tidak perlu teleskop. Pengamatan hujan meteor hanya butuh medan pandang luas dan wajib dilakukan dengan mata telanjang. Peristiwa ini bisa disaksikan di seluruh Indonesia.

6 Januari 2019: Fase Bulan Baru
Bulan akan mencapai fase Bulan Baru di tanggal ini pada pukul 10:30 WIB. Bulan Baru adalah fase ketika sudut elongasi Bulan terhadap Matahari adalah hampir 0 derajat. Dengan kata lain, posisi Bulan dan Matahari berada searah di langit, sehingga bagian terang Bulan yang tersinari Matahari sedang membelakangi Bumi.

Di tanggal ini juga akan terjadi gerhana Matahari parsial, namun tidak teramati di Indonesia. Gerhana tersebut hanya terlihat di Tiongkok, Jepang, Korea, dan Rusia saja.

12 Januari 2019: Konjungsi Mars dengan Bulan
Bulan akan memandu kita dalam menemukan planet Mars, planet yang kenampakannya sangat merah dalam pandangan dari Bumi. Bisa diamati mulai Matahari terbenam, Bulan dan Mars yang berada di atas cakrawala barat itu akan "bergandengan" sejauh 8 derajat.
Peristiwa ini bisa diamati dengan mata telanjang hingga pukul 22:00 waktu setempat rumahmu. Tapi, apabila kamu ingin melihat Mars lebih jelas, kamu memerlukan teleksop dengan magnifikasi minimal 150 kali. Belum punya teleskop? Kamu bisa membelinya di InfoAstronomy Store.

14 Januari 2019: Fase Bulan Perbani Awal
Tujuh hari setelah fase Bulan Baru, posisi Bulan sudah mencapai 90 derajat dari Matahari di langit Bumi, membuatnya akan tampak separuh yang disebut sebagai fase perbani awal.

Secara astronomis, fase perbani awal akan dicapai Bulan pada pukul 15:30 WIB. Bulan akan terbit pada tengah hari dan akan mencapai langit atas kepala pada pukul 18:00 waktu setempat daerahmu. Fase ini adalah fase terbaik untuk melihat kawah-kawah Bulan dengan teleskop.

21 Januari 2019: Fase Bulan Purnama
Inilah purnama pertama di tahun 2019. Bulan purnama adalah fase di mana posisi Bulan telah berada sejauh 180 derajat dari Matahari di langit, sehingga seluruh wajah Bulan akan tersinari penuh dalam pandangan dari planet kita.

Fase Bulan purnama 21 Januari 2019 ini juga bertepatan dengan titik terdekat Bulan dengan Bumi, atau yang dikenal sebagai perigee. Nantinya, Bulan-Bumi hanya akan berjarak sekitar 357.715 kilometer saja, membuat diameter sudut Bulan purnama sedikit lebih besar, sekitar 33'23".
Walau begitu, Bulan purnama Januari ini tampaknya belum bisa disebut Supermoon. Pada 19 Februari 2019 mendatang, Bulan purnama akan bertepatan dengan perigee lagi, dan jaraknya lebih dekat, yakni 356.846 kilometer, Supermoon 2019.

Oh iya, Bulan purnama 21 Januari 2019 juga merupakan gerhana Bulan total, tetapi tidak teramati di Indonesia karena kita sudah siang hari saat gerhana terjadi. Hanya pengamat di benua Amerika dan sebagian Asia Barat, Eropa, dan Afrika saja yang bisa mengamatinya.

28 Januari 2019: Fase Bulan Perbani Akhir
Tujuh hari setelah fase Bulan purnama, posisi Bulan sudah kembali 90 derajat dari Matahari lagi di langit Bumi, membuat ia akan muncul separuh untuk kedua kalinya pada Bulan ini atau yang dikenal sebagai fase perbani akhir. Bulan akan terbit pada tengah malam pada fase ini.

31 Januari 2019: Segitiga Jupiter-Venus-Bulan
Apa jadinya bila tiga benda langit paling terang di langit malam membentuk formasi segitiga di langit? Inilah yang akan kita amati pada dini hari di tanggal ini.
Planet Jupiter akan berada sejauh 3 derajat dari Bulan, sementara planet Venus berada sejauh 8 derajat dari Bulan. Ketiganya akan membentuk segitiga di langit timur. Walaupun bisa diamati dengan mata telanjang, kamu memerlukan teleskop untuk bisa melihat kedua planet lebih jelas.

Nah, itulah jadwal peristiwa langit yang akan terjadi pada Januari 2019. Dapatkan e-Kalender Astronomi 2019 untuk menerima notifikasi ketika peristiwa langit ini akan terjadi, klik di sini.

Selamat observasi~
BERIKAN KOMENTAR ()