Voyager 2 Akhirnya Tiba di Ruang Antarbintang

Ilustrasi Voyager. Kredit: InfoAstronomy.org
Info Astronomy - Setelah Oktober 2018 yang lalu dikabarkan sedang berada di batas ruang antarbintang, baru-baru ini para astronom mengonfirmasi bahwa Voyager 2 akhirnya berada di ruang antarbintang itu.

Wahana antariksa nirawak tersebut sendiri diluncurkan dari Bumi pada 20 Agustus 1977, 16 hari sebelum kembarannya, Voyager 1 diluncurkan. Awalnya, Voyager 2 memiliki misi utama untuk mengeksplorasi Jupiter dan Saturnus. Tapi, setelah keberhasilan misinya itu, Voyager 2 terus berlanjut menjelajahi tata surya hingga menjadi wahana antariksa pertama yang menjelajahi raksasa es, Uranus dan Neptunus.

Misi penjelajahan tata surya itu berakhir pada tahun 1989. Tetapi, karena tak ada gaya hambatan di ruang angkasa, Voyager 2 dibiarkan terus bergerak bebas menjauh dari Bumi, mengarah ke ruang antarbintang.

"Untuk kedua kalinya dalam sejarah, objek buatan manusia telah mencapai ruang antarbintang," kata NASA dalam sebuah pernyataan, dilansir IFLScience. "Wahana antariksa Voyager 2 kini telah keluar dari heliosfer, gelembung partikel dan medan magnet pelindung yang diciptakan oleh Matahari."

Walau begitu, perlu dicatat bahwa Voyager 2 belum sepenuhnya "meninggalkan tata surya". Para astronom mendeteksi bahwa Voyager 2 telah memasuki ruang antarbintang dengan melewati heliosheath, lapisan terluar dari “gelembung magnetik” Matahari di mana kecepatan angin matahari turun secara dramatis di sana.

Kala itu, dalam kasus Voyager 1, sulit untuk memastikan secara pasti apakah sang wahana antariksa telah melewati heliosheath dan memasuki ruang antarbintang atau belum. Para astronom bahkan membutuhkan hampir satu tahun untuk memverifikasinya.

Yang sejauh ini diketahui adalah, wahana antariksa Voyager 2 terdeteksi telah menerima lebih sedikit radiasi dari partikel heliosfer sejak November tahun ini, memicu desas-desus bahwa pintu keluar dari tata surya baginya sudah dekat. Sepanjang awal Desember, penurunan radiasi secara signifikan juga terdeteksi.
Menurunnya radiasi heliosfer. Kredit: NASA
Tidak seperti kembarannya yang sudah mati total, wahana antariksa Voyager 2 masih dipersenjatai dengan instrumen ilmiah bernama Plasma Science (PLS), yang berarti ia masih mampu mengirim data-data dan informasi berharga mengenai sifat heliosheath dan medium antarbintang di luar tata surya kita.

"Bekerja di Voyager membuat saya merasa seperti seorang penjelajah, karena semua yang kami lihat adalah hal-hal baru," kata John Richardson, peneliti utama untuk instrumen PLS dan ilmuwan penelitian utama Voyager di Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, AS.

"Meskipun Voyager 1 melintasi heliopause pada tahun 2012, ia melakukannya di tempat yang berbeda dan waktu yang berbeda, dan tanpa data PLS. Jadi kami masih melihat hal-hal yang belum pernah dilihat sebelumnya menggunakan Voyager 2."

Duo wahana antariksa Voyager juga dikenal karena adanya Golden Record yang tertanam di badan mereka, dua piringan hitam yang mengandung suara dan gambar kehidupan di Bumi, yang dirancang sebagai kapsul waktu untuk kehidupan luar Bumi sebagai tanda adanya kehidupan di Bumi.

Saat ini, sepertinya kita sudah bisa mulai latihan untuk mengucapkan selamat tinggal Voyager 2. Sehat-sehat di sana!
BERIKAN KOMENTAR ()