Voyager 2 Mendekati Batas Ruang Antarbintang

Ilustrasi Voyager 2. Kredit: InfoAstronomy.org
Info Astronomy - Di mana letak Voyager 2 saat ini? Menurut data transmisi terakhir, wahana antariksa nirawak tersebut sekarang berada pada jarak 17,7 miliar kilometer dari Bumi, mendekati batas ruang antarbintang!

Bagaimana para astronom tahu? Walaupun sudah berjarak sangat jauh, Voyager 2 rupanya masih aktif mengirimkan sinyal ke stasiun penerima sinyal di Australia. Baru-baru ini, para astronom mendeteksi peningkatan sinar kosmis dari luar tata surya dalam sinyal dari Voyager 2, sebuah indikasi bahwa wahana antariksa berumur panjang tersebut sudah mendekati batas luar pengaruh Matahari dan akan segera berlayar ke ruang antarbintang.

Selama 11 tahun terakhir, Voyager 2 telah bergerak melalui bagian luar heliosfer, gelembung pelindung raksasa yang melingkupi tata surya, yang dibentuk oleh medan magnet Matahari dan dihuni oleh partikel bermuatan listrik yang tertiup angin matahari. Tepi luar heliosfer dikenal sebagai heliopause.

Pada Mei 2012, wahana Voyager 1, saudara kembar Voyager 2, terdeteksi melintasi heliopause dan menjadi pesawat antariksa pertama yang terbang ke luar tata surya. Tiga bulan sebelum tonggak bersejarah itu, Voyager 1 mendeteksi peningkatan sinar kosmis serupa dengan apa yang Voyager 2 alami sekarang.
Ilustrasi letak duo Voyager. Kredit: NASA
Sejak akhir Agustus 2018 kemarin, instrumen Voicger Ray Subsystem pada Voyager 2 telah mendeteksi peningkatan sinar kosmis yang menabraknya sebanyak 5%. Instrumen lainnya, Low-Energy Charged Particle, juga mendeteksi peningkatan serupa pada sinar kosmis berenergi tinggi.

Namun, heliopause sangatlah luas, belum jelas kapan Voyager 2 akhirnya akan melintasi batas ke ruang antarbintang.

“Kami melihat perubahan di lingkungan sekitar Voyager 2, tidak ada keraguan tentang itu,” kata Voyager Project Scientist, Ed Stone di Caltech, Pasadena, California, dilansir AstronomyNow.com. “Kami akan belajar banyak dalam beberapa bulan mendatang, tetapi kami masih tidak tahu kapan Voyager 2 akan mencapai heliopause. Ia belum ada di sana.”

Apa Bahan Bakar Voyager?
Untuk membuat Voyager tetap hidup, sebelum peluncurannya tahun 1977, NASA menggunakan plutonium untuk tenaga komputer kedua wahana antariksa tersebut. Tapi, apa bahan bakar keduanya hingga bisa terus bergerak meninggalkan tata surya?

Jawabannya, tidak ada.

Pergerakan kedua Voyager berasal dari momentum peluncurannya. Keduanya diluncurkan dengan roket Titan IIE. Kecepatan roket tersebut melampaui kecepatan lepas dari tarikan gravitasi Bumi. Ketika kedua wahana antariksa ini dirilis dari roket, mereka akan terus bergerak.

Voyager 1 diarahkan terbang menuju planet Jupiter dan Saturnus, sementara Voyager 2 diarahkan menuju planet Uranus dan Neptunus. Nah, ketika melintasi planet-planet besar ini, kedua Voyager dimanuver sedemikian rupa, hingga membuat gravitasi planet-planet besar tadi menjadi "katapel" yang melempar kedua wahana Voyager ke luar tata surya dengan kecepatan 17 km per detik.

Karena ruang angkasa adalah ruang vakum, maka tak ada hambatan untuk kedua Voyager ini untuk terus bergerak. Walau begitu, kedua wahana antariksa ini dilengkapi pendorong yang disebut sebagai trajectory correction maneuver (TCM), yang berfungsi untuk meluruskan antena Voyager ke arah Bumi agar bisa terus berkomunikasi.

Sayangnya, pada tahun 2030 mendatang, kedua Voyager akan kehabisan daya, instrumen mereka akan tidak dapat lagi bertukar sinyal dengan Bumi. Saat itulah kita akan benar-benar mengucapkan selamat tinggal kepada kedua Voyager.
BERIKAN KOMENTAR ()