Istilah Astronomi Hari Ini: Eksobulan

Ilustrasi
Info Astronomy - Mirip seperti Bumi, planet-planet ekstrasurya juga bisa memiliki bulan yang setia mengitarinya. Para astronom menyebut bulan-bulan tersebut sebagai eksobulan, atau bulan luar surya. Mari mengenalnya lebih dekat.

Menurut definisi Persatuan Astronomi Internasional (IAU), eksobulan atau bulan luar surya merupakan sebuah satelit alami yang mengorbit sebuah planet ekstrasurya, atau objek non-bintang. Karena bila mengorbit bintang, maka disebut sebagai eksoplanet, bukan eksobulan.

Kata "ekso" di sini sebenarnya adalah serapan dari "exo" pada "exoplanet" maupun "exomoon", yang mana merupakan sebuah akronim dari "extra solar", luar surya.

Keberadaan sebuah eksobulan berasal dari studi empiris satelit alami di tata surya. Sebuah bulan dianggap cenderung menjadi elemen umum dari sistem planet. Apa lagi, mayoritas eksoplanet yang terdeteksi sejauh ini adalah planet raksasa. Di tata surya, planet-planet raksasa memiliki banyak sekali bulan. Oleh karena itu, masuk akal untuk menganggap bahwa eksobulan sama-sama umum.

Meskipun eksobulan sulit untuk dideteksi dan dikonfirmasi keberadaannya menggunakan teknik penelitian yang ada saat ini, pengamatan mengguanakan Teleskop Antariksa Kepler sebelum ia pensiun telah mengamati sejumlah kandidat.

Karakteristik setiap eksobulan sendiri dianggap cenderung bervariasi, seperti halnya bulan-bulan yang ada di tata surya. Untuk planet ekstrasurya raksasa yang mengorbit di dalam zona laik huni bintang induknya, ada kemungkinan eksobulan yang mengorbitinya memiliki ukuran sebesar planet terestrial seperti Bumi, dan bahkan mungkin mampu mendukung kehidupan.

Keberadaan eksobulan sejauh ini baru sebatas teori. Bagaimana tidak, penggunaan metode untuk menemukan sebuah eksoplanet rupanya tidak bisa digunakan untuk mendeteksi eksobulan. Hal tersebut disebabkan ini karena resultan gerak eksobulan memiliki sifat yang identik dengan eksoplanetnya, jadi sulit dibedakan.

Sebagai gantinya, para astronom bisa menggunakan beberapa metode lain untuk menemukan eksobulan, yang mana metode-metode ini jauh lebih sulit. Salah satunya, pencitraan langsung.

Metode tersebut dianggap sulit karena pencitraan langsung terhadap planet ekstrasurya sangat menantang karena perbedaan besar di antara kecerahan bintang dengan kecerahan sang planet ekstrasuryanya. Masalah-masalah ini lebih besar lagi bila untuk menemukan eksobulan.

Ada juga sebenarnya metode transit, yang mana para astronom harus mengamati peredupan cahaya bintang yang disebabkan oleh melintasnya eksoplanet. Bila ada peredupan tambahan, maka bisa diperkirakan bahwa ada eksobulan juga di sana.

Kandidat Terbaik
Walau begitu, para astronom telah menemukan kandidat terbaik sebuah eksobulan. Dalam sebuah makalah ilmiah yang diterbitkan di Science Advances, dua ilmuwan dari Universitas Columbia di AS mengemukakan bukti mereka yang menunjukkan adanya eksobulan seukuran Neptunus yang mengorbit planet seukuran Jupiter 8.000 tahun cahaya jauhnya dari Bumi.

Eksobulan tersebut mengorbit sebuah planet yang disebut Kepler-1625b, eksoplanet yang pertama kali terdeteksi tahun lalu. Dijuluki sebagai Kepler-1625b-i, eksobulan ini ditemukan menggunakan metode transit seperti yang telah disinggung di atas.

Kala itu, setelah transit eksoplanet Kepler-1625b berakhir, para astronom menggunakan Teleskop Antariksa Hubble mendeteksi peredupan kedua tapi jauh lebih kecil dalam kecerahan bintang, yang berlangsung kira-kira 3,5 jam kemudian. Peredupan ini disinyalir merupakan bukti keberadaan eksobulan.

Penelitian lebih lanjut memang masih diperlukan untuk mengonfirmasi eksobulan Kepler-1625b-i. Saat ini, setidaknya kita mengetahui bahwa eksobulan kemungkinan besar memang ada di alam semesta, tidak mungkin hanya planet-planet di tata surya saja yang memilikinya.
BERIKAN KOMENTAR ()