10 Bintang Paling Ekstrem di Alam Semesta

Bintang-bintang. Kredit: InfoAstronomy.org
Info Astronomy - Matahari kita sering digambarkan sebagai "bintang kerdil kuning rata-rata". Tetapi, pada kenyataannya, tidak ada bintang rata-rata. Bintang bisa terbentuk dalam berbagai massa, luminositas, radius, dan suhu yang membingungkan dalam klasifikasinya. Namun di artikel ini, kita akan melihat 10 bintang paling ekstrem dalam klasifikasi bintang.

Apa saja kira-kira? Mari simak~

Bintang Terbesar: UY Scuti
Apa bintang terbesar di alam semesta yang diketahui saat ini? Jawabannya adalah UY Scuti. Ia merupakan sebuah bintang super raksasa merah yang berdenyut, yang terletak sekitar 9.500 tahun cahaya jauhnya dari Bumi di arah rasi bintang Scutum.

Seberapa besar bintang ini? Mari membayangkan. Bintang ini memiliki radius yang diperkirakan 1.708 kali lipat lebih besar dari radius Matahari, atau setara 7,94 AU (1 AU = 150 juta kilometer). Sementara itu, volume bintang ini diperkirakan setara dengan 5 miliar kali dari volume Matahari. Dengan kata lain, jika UY Scuti menggantikan Matahari sebagai pusat peredaran tata surya, fotosfernya akan meluas melewati orbit Jupiter.

Bila kamu punya pesawat antariksa yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya, butuh delapan jam untuk mengelilingi bintang UY Scuti ini. Sebagai perbandingan, sebuah pesawat antariksa dengan kecepatan cahaya hanya membutuhkan 14,5 detik untuk melakukan perjalanan sekali mengelilingi Matahari.
Perbandingan ukuran UY Scuti dengan bintang-bintang lain. Kredit: S. Clester
Bintang Termasif: RMC 136a1
Apa bedanya bintang terbesar dengan termasif? Besar belum tentu masif. Masif adalah seberapa padat atau berat sebuah objek. Dengan begitu, bintang ini memiliki massa yang sangat besar, lebih besar dari UY Scuti.

Terletak di R163, wilayah terdalam dari kelompok gugus bintang terbuka NGC 2070 (yang berada di galaksi satelit Awan Magellan Besar), bintang ini berada pada jarak sekitar 163.000 tahun cahaya jauhnya dari Bumi di arah rasi bintang Dorado.

RMC 136a1 memiliki massa yang besar, tetapi usianya baru sekitar 800.000 tahun, sehingga ia masih berada pada fase deret utama yang aktif menggabungkan hidrogen ke dalam helium dalam intinya. Bintang ini mengalami kehilangan massa yang ekstrem melalui angin bintangnya yang energik, yang menghembuskan material dari atmosfernya pada kecepatan sekitar 2.600 km per detik.

Pada tahap evolusi saat ini, R136a1 kehilangan massa pada tingkat 5,1 × 10−5 M☉ (3,21 × 10^18 kg per detik) per tahun, yang dengan kata lain kehilangan massanya setara sekitar satu miliar kali lebih tinggi daripada Matahari kehilangan massanya.

Bintang Tercerah: R136a1
R136a1, sama-sama berada di galaksi Awan Magellan Besar, merupakan bintang paling cerah yang diketahui sejauh ini. Bintang R136a1 diketahui bersinar dengan setidaknya 8,7 juta kali luminositas Matahari. Sebagai perpektif, energi yang dipancarkan bintang ini selama lima detik saja setara dengan energi yang dipancarkan Matahari dalam setahun penuh.

Jika R136a1 menggantikan Matahari di tata surya, kita akan melihatnya pada magnitudo -39, yang setidaknya 94.000 kali lebih terang daripada Matahari dalam pandangan dari Bumi. Selain itu, dari jarak 10 parsec jauhnya, magnitudo absolutnya adalah -7,6, yang lebih dari tiga kali lebih terang dari magnitudo Venus jika dilihat dari Bumi.

Bintang Terkecil: EBLM J0555-57Ab
Sulit menyebut atau mengingat nama EBLM J0555-57Ab? Sebut saja Ucil. Bintang ini merupakan bintang terkecil dalam sistem tiga bintang yang terletak pada jarak sekitar 600 tahun cahaya jauhnya di arah rasi bintang Pictor.

Ucil memiliki massa sekitar 85 kali dari massa Jupiter, atau sekitar 0,018% dari massa Matahari. Radiusnya hanya sebesar planet Saturnus, lebih kecil dari radius Jupiter yang merupakan planet terbesar di tata surya kita.
Ilustrasi perbandingan Ucil. Kredit: Wikimedia Commons
Dengan begitu, EBLM J0555-57Ab alias Ucil mewakili batas massa yang lebih rendah di mana bintang-bintang sejati dapat memulai dan mempertahankan proses fusi hidrogen, menurut model pembentukan bintang saat ini.

Ya, walaupun kecil, rupanya Ucil memiliki massa yang cukup untuk melakukan fusi nuklir di intinya, sehingga ia termasuk dalam bintang sejati, bukan kerdil cokelat.

Bintang Terpanas: WR 102
Dengan suhu permukaan mencapai lebih dari 200.000 derajat Celsius (di mana Matahari kita hanya 5.700 derajat Celisus), WR 102 yang berjarak 9.800 tahun cahaya di arah rasi bintang Sagitarius menjadi bintang paling panas yang diketahui sejauh ini.

Termasuk dalam jenis bintang Wolf-Rayet, bintang ini melepaskan kelebihan massanya dengan sangat cepat. Ia merupakan jenis bintang yang sangat langka, dengan hanya ada beberapa yang ditemukan dalam setiap galaksi.

Lebih lanjut, luminositas bintang WR 102 ini diperkirakan mencapai sekitar 500.000 kali luminositas Matahari. Namun yang menarik, bintang ini memiliki diameter kurang dari setengah diameter Matahari, tetapi 20 kali lebih masif.

Berdasarkan data spektrumnya, WR 102 telah mencapai, atau mendekati, akhir dari fase pembakaran helium pada intinya, dan diperkirakan akan mengalami ledakan supernova sekitar 1.500 tahun ke depan atau lebih.
Bintang WR 102. Kredit: ESA/Hubble, NASA
Bintang yang Bergerak Tercepat: HE 0437-5439
Terletak pada jarak sekitar 200.000 tahun cahaya di arah rasi bintang Dorado, HE 0437-5439 adalah bintang deret utama tipe-B yang besar dengan perkiraan berusia sekitar 30 juta tahun.

Menurut pengamatan yang telah dilakukan para astronom, bintang HE 0437-5439 rupanya bergerak menjauh dari Bumi dengan kecepatan 723 kilometer per detik, atau 2,6 juta kilometer per jam. Pada kecepatan yang sangat tinggi ini, bintang bergerak melampaui kecepatan lepas galaksi Bimasakti, dan pada akhirnya akan bergerak ke ruang antargalaksi.

Sebagai perbandingan, kebanyakan bintang lain bergerak dengan kecepatan yang lebih tenang sekitar 100 kilometer per detik saja. Dengan begitu, bintang ini merupakan bintang yang bergerak tercepat di alam semesta yang diketahui.

Oh iya, penyebab bintang ini bergerak begitu cepat belum diketahui secara pasti. Namun, menurut sebuah teori yang berkembang, bintang mencapai kecepatan tinggi ketika ia dikeluarkan atau ditendang dari sistem biner, atau kemungkinan mereka mengalami ketapel gravitasi ketika melewati sebuah lubang hitam besar yang gagal menangkapnya.

Bintang yang Berotasi Tercepat: VFTS 102
Sebagian dari kamu mungkin akan menebak bahwa bintang ini merupakan jenis bintang neutron. Tidak salah memang, sebab bintang neutron memang bisa berputar ratusan kali dalam sedetik. Namun, bintang yang satu ini bukan bintang neutron, melainkan bintang normal.

Bintang berputar tercepat di mana proses fusi nuklir di intinya masih berlangsung ini adalah VFTS 102, bintang dengan massa 25 kali massa Matahari yang terletak pada jarak sekitar 160.000 tahun cahaya di arah rasi bintang Dorado.

Seberapa cepat putaran pada porosnya? 2 juta kilometer per detik di ekuatornya! Tingkat rotasi ini sendiri kira-kira 300 kali lebih cepat daripada rotasi Matahari. Menariknya, bintang ini tidak terpecah akibat rotasinya yang cepat. Hal itu pun membuat astronom bingung dan masih melakukan penelitian terhadap bintang ini sampai saat ini.

Bintang Paling Merah: Mu Chephei
Mu Cephei merupakan anggota dari rasi bintang Cepheus. Meskipun ada bintang merah yang lebih terang dari bintang ini, seperti Betelgeuse, Arcturus, dan Aldebaran, tidak ada bintang yang paling merah darinya ketika diamati dengan mata telanjang.
Mu Chephei. Kredit: ESO
Mu Cephei memiliki indeks B-V +2,35 dan magnitudo absolut 4,08, yang membuatnya muncul terang dengan warna merah merona. Bahkan dengan fakta data itu, Mu Chephei lebih merah daripada Betelgeuse, Arcturus, dan Aldebaran, karena indeks B-V ketiga bintang itu masing-masing hanya 1,85, 1,34, dan 1,78. Semakin tinggi nilai positif indeks B-V, semakin merah bintang itu.

Bintang Tertua di Bimasakti: HE 1523-0901
Dikatalogkan sebagai HE 1523-0901, bintang ini dikenal juga sebagai bintang Methuselah, bintang tertua yang diketahui di galaksi Bimasakti yang terletak pada jarak sekitar 7.500 tahun cahaya di arah rasi bintang Libra.

Methuselah tak teramati dengan kasat mata dari permukaan Bumi, tetapi ia bisa diamati dalam teleskop kecil. Dengan massanya yang hanya 0,8 kali massa Matahari, bintang ini termasuk dalam jenis bintang yang miskin logam.

Bintang ini juga diduga terbentuk langsung dari sisa-sisa bintang generasi sebelumnya, atau bintang Populasi I. Dengan menggunakan Very Large Telescope milik ESO, usia bintang ini diketahui, yakni sekitar 13,2 miliar tahun, yang hampir sama tuanya dengan alam semesta itu sendiri.

Namun, walaupun margin kesalahan dalam metode yang digunakan untuk menentukan umurnya (terutama melalui pengukuran tingkat peluruhan unsur uranium dan thorium pada bintang) adalah antara 0,7 dan 2,7 miliar tahun, bintang ini masih menjadi yang tertua di antara bintang lainnya yang diketahui saat ini.

Bintang Terjauh: SDSS J122952.66 + 112227.8
Yhaaa, panjang sekali namanya, bukan? Ia merupakan bintang terjauh yang diketahui saat ini. Saking jauhnya, bintang ini tidak berada di galaksi Bimasakti, melainkan di galaksi lain yang dikatalogkan sebagai IC 3418, terletak sekitar 55 juta tahun cahaya di arah rasi bintang Virgo.

Bintang SDSS J122952.66 + 112227.8 adalah jenis bintang kelas-O, sebuah super raksasa biru seperti bintang Regulus. Karena jaraknya jauh, kita tidak bisa melihat bintang ini dari Bumi dengan mudah. Walau begitu, para astronom telah mempelajarinya dengan Teleskop Antariksa Hubble.

Nah, itulah 10 bintang paling ekstrem yang diketahui di alam semesta. Bintang mana yang jadi favoritmu?
BERIKAN KOMENTAR ()