Bintang Antares yang Sekarat

Info Astronomy - Antares, bintang paling terang di rasi bintang Skorpius, saat ini diketahui sedang sekarat. Begitu ia kehabisan bahan bakar untuk melakukan fusi di intinya, ia kan runtuh dan meledak dalam supernova, yang membuat kecerahannya akan setara dengan kecerahan gabungan seluruh bintang di galaksi kita.

Bintang Antares sendiri termasuk di antara 20 bintang paling terang yang terlihat di langit malam Bumi, meski kecerahannya bervariasi. Pengamat amatir telah "mematok" magnitudo Antares antara 0,88 hingga 1,16. Selain itu, ia memiliki bintang tetangga kecil (Antares B) yang terlihat kebiru-biruan putih.

Menemukan Antares

Antares, juga disebut alfa Skorpi, adalah bintang paling terang di Skorpius, sebuah rasi bintang yang terlihat di langit bagian selatan. Antares berjarak kurang lebih sekitar 604 tahun cahaya dari Bumi. Ia merupakan bintang raksasa merah yang berukuran 700 kali diameter Matahari, cukup besar untuk menelan orbit Mars jika ia ditempatkan di tengah tata surya kita menggantikan Matahari.

Baca Juga: Inilah Gambar Paling Detail Bintang Antares

Meskipun ukurannya besar, kepadatan keseluruhan Antares kurang dari sepersejuta dari Matahari. Antares juga relatif bersuhu rendah, yakni hanya sekitar 3.593 derajat Celcius, dibandingkan dengan 5.500 derajat Celsius untuk fotosfer Matahari. Temperatur rendah ini adalah penyebab warna kemerahannya.

Mengapa Antares Sekarat?

Di alam semesta, tidak ada kehidupan kekal. Bintang, termasuk Matahari kita, pada akhirnya akan kehabisan bahan bakar dan mati. Para astronom kini sedang menyaksikan kematian Antares. Hidrogen, unsur ringan yang menjadi salah satu bahan bakar bintang, sudah habis. Sekarang Antares diketahui sedang menggunakan elemen yang lebih berat agar tetap menyala.

Elemen berat yang dimaksud adalah helium. Ketika sebuah bintang sudah mulai mengonsumsi elemen beratnya, ia akan menggembung dan dengan cepat mengerut lagi hingga akhirnya tersandung ke intinya. Bintang tersebut pun selanjutnya akan mengonsumsi karbon, lalu neon, oksigen, silikon, dan terakhir besi. Jika inti besinya sudah mencapai batas Chandrasekhar, bintang tersebut pun meledak.

Baca Juga: Mengenal Batas Chandrasekhar

Inti bintang yang ditinggalkan ketika Antares meledak nantinya diperkirakan akan menjadi lubang hitam bermassa bintang, sebuah lubang hitam yang terbentuk oleh keruntuhan gravitasi bintang masif. Lubang hitam jenis ini memiliki massa mulai dari sekitar 5 sampai beberapa puluh kali massa Matahari.

Kapan tepatnya Antares meledak belum diketahui secara jelas. Bisa jadi hari ini, besok, atau bahkan sudah terjadi tetapi cahayanya belum sampai ke Bumi. Jadi, cobalah malam nanti temukan Antares sebelum ia benar-benar kehabisan bahan bakarnya sehingga akhirnya meledak dan hilang dari langit Bumi.


Sumber: EarthSky, Sky & Telescope.
BERIKAN KOMENTAR ()