Sisi jauh Bulan. Kredit: NASA |
Berita ini muncul hanya beberapa bulan setelah dua astronot Tiongkok berhasil menghabiskan 30 hari di dalam stasiun ruang angkasa Tiangong-2 milik mereka. Misi astronot Tiongkok tersebut merupakan misi terlama yang dihabiskan di orbit rendah Bumi.
"Untuk mengeksplorasi alam semesta yang luas, pengembangan industri luar angkasa dan membangun Tiongkok menjadi kekuatan antariksa di Asia adalah mimpi kami," tutur Lembaga Antariksa Tiongkok seperti dikutip dari Associated Press.
Dengan peluncuran stasiun ruang angkasa Tiangong-2 yang berjalan sukses, Tiongkok telah menjadi negara ketiga di Bumi yang berhasil menyelesaikan misi berawak ke antariksa, setelah AS dan Rusia. Seperti yang diketahui bersama, Tiongkok dilarang menggunakan Stasiun Luar Angkasa Internasional sehingga mereka memutuskan untuk membuat stasiun antariksanya sendiri.
Pengumuman rencana baru mereka untuk meluncurkan wahana antariksa untuk kedua kalinya ke Bulan (dan Mars) menunjukkan bahwa Tiongkok sedang mencoba untuk mengejar AS dan Rusia dalam hal eksplorasi ruang angkasa.
Beberapa pengamat bahkan percaya bahwa wahana antariksa yang akan didaratkan ke sisi jauh Bulan ini adalah langkah pertama bagi Tiongkok untuk akhirnya bisa mendaratkan astronot di sana, meskipun tidak secara resmi telah mengumumkan untuk hal itu.
Sisi jauh Bulan sendiri merupakan wajah Bulan yang terus-menerus membelakangi Bumi kita karena Bulan mengalami penguncian gravitasi. Sejauh ini, belum pernah ada wahana antariksa dari negara manapun yang mendarat di sana.
Tiongkok sendiri sudah pernah melakukan pendaratan wahana antariksa nirawak ke Bulan pada tahun 2013, yakni wahana antariksa Chang'e-3. Pendaratan tersebut membuat Tiongkok menjadi negara pertama yang mendaratkan wahana antariksa ke Bulan sejak 40 tahun terakhir.
Jika nantinya Tiongkok benar-benar mendaratkan wahana antariksanya ke sisi jauh Bulan, hal tersebut bisa menjadi suatu prestasi yang akan bermanfaat bagi dunia ilmiah.