Header Ads

Seperti Apakah Cuaca di Planet Venus?

Ilustrasi suasana di permukaan planet Venus. Kredit: ESA
Info Astronomy - Venus sering disebut sebagai "saudara kembar" Bumi. Hal tersebut bukan tanpa alasan, melainkan karena kedua planet ini memiliki banyak kesamaan, seperti ukuran, komposisi, serta keduanya berada dalam zona laik huni Matahari. Tapi di luar itu, ada beberapa faktor penting yang membuat Venus sangat berbeda dengan Bumi, salah satunya adalah cuacanya.

Cuaca Venus berhubungan langsung dengan atmosfernya yang sangat padat dan sepenuhnya sangat tidak ramah bagi kehidupan seperti yang kita kenal. Dan karena kepadatan atmosfernya itulah, suhu rata-rata permukaan Venus cukup panas untuk dapat melelehkan timah.

Atmosfer Venus

Atmosfer Venus terdiri dari awan buram asam sulfat, sehingga kita tidak bisa melihat ke permukaan menggunakan metode konvensional. Segala sesuatu yang kita tahu tentang permukaan Venus telah diamati oleh wahana antariksa yang dilengkapi dengan instrumen pencitraan radar.

Dengan wahana-wahana antariksa tadi, para ilmuwan telah mempelajari bahwa atmosfer Venus ini memiliki massa 93 kali lebih besar dari atmosfer Bumi, dan tekanan udara di permukaan diperkirakan setinggi 92 bar (atau 92 kali lebih kuat dari tekanan di permukaan dasar laut Bumi). Jika manusia berdiri di atas permukaan Venus, mereka badannya akan remuk seketika.

Komposisi atmosfer Venus juga sangat beracun, yang terutama terdiri dari karbon dioksida (96,5%) dengan jumlah kecil dari nitrogen (3,5%) dan gas lainnya, terutama sulfur dioksida. Dikombinasikan dengan densitas, komposisi ini menghasilkan efek rumah kaca terbesar daripada planet manapun di Tata Surya. Sehingga membuat Venus menjadi planet terpanas.

Permukaan Venus mengalami suhu rata-rata 462° Celcius di siang hari. Hal itu disebabkan atmosfernya yang padat akan CO² dan melimpahnya awan tebal yang terdiri dari sulfur dioksida tidak merefleksikan hampir 90% dari sinar Matahari kembali ke ruang angkasa, sehingga panas Matahari tersebut justru bertahan di permukaan.

Planet ini juga isotermal, yang berarti hanya ada sedikit variasi suhu permukaan antara siang dan malam, atau antara khatulistiwa dan kutub. Penyebabnya adalah kemiringan sumbu Venus kurang dari 3°, dibandingkan dengan Bumi yang kemiringannya 23,5°. Ditambah periode rotasi yang sangat lambat (sekitar 243 hari untuk menyelesaikan satu rotasi), variasi suhu musiman pun tidak terjadi.

Fenomena Cuaca

Cuaca di Venus adalah salah satu aspek dari planet ini yang diteliti secara konstan melalui teleskop berbasis darat di Bumi dan misi wahana antariksa ke orbit Venus. Dan dari apa yang telah dipelajari sejauh ini, cuaca di Venus sangat ekstrem. Kecepatan angin di area kutubnya bisa mencapai 300 km/jam.

Pada kecepatan ini, angin di kutub Venus bergerak hingga 60 kali kecepatan rotasi planet, sedangkan angin tercepat di Bumi hanya 10-20% dari kecepatan rotasi Bumi. Wahana antariksa yang dilengkapi dengan instrumen pencitraan ultraviolet dapat mengamati gerak awan di atmosfer Venus, dan melihat bagaimana hal awan itu bergerak secara retrograde.

Lebih dekat ke khatulistiwa, kecepatan angin sedikit melambat. Karena atmosfernya yang lebih tebal di ekuator, angin bergerak lebih lambat, sekitar 5 km/jam. Tapi pada kecepatan itu, angin di ekuator Venus masih mampu meniup debu dan batu-batu kerikil kecil di permukaan Venus, sehingga mengganggu jarak pandang.

Jadi pertanyaannya, seperti apa cuaca seperti di Venus? Jawaban singkatnya: Mengerikan. Jawaban panjangnya adalah cuaca di Venus akan sangat panas, tekanan udara sangat tinggi, ada angin yang sangat kuat, sering terjadi hujan asam sulfat, dan terkadang muncul badai petir akibat letusan gunung berapi.

Tidak ada komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.

Diberdayakan oleh Blogger.