Akses artikel Premium dengan Astronomi+, mulai berlangganan.

Saran pencarian

Bagaimana Astronom Membedakan Satu Bintang dengan Bintang Lainnya?

Bintang ada banyak banget di langit. Bagaimana bisa para astronom membedakan antara satu bintang dengan bintang lainnya?
Bintang ada banyak di langit, bagaimana bisa para astronom membedakannya?. Kredit: Martin Marthadinata

InfoAstronomy - Pada malam yang cerah tanpa awan, kamu dapat melihat begitu banyak bintang di langit. Ada bintang yang tampak sangat terang, ada yang redup, ada yang berwarna kebiruan, dan ada pula yang terlihat kemerahan. Dari Bumi, sebagian besar bintang tampak sama. Mereka kecil, kelap-kelip, dan seolah tersebar secara acak.

Namun, seorang astronom bisa dengan mudah membedakan antara satu bintang dengan bintang lainnya. Bagaimana mereka tahu bahwa bintang yang sedang diamatinya misalnya adalah Sirius, bukan Betelgeuse, bukan Antares, atau bintang lainnya? Bagaimana astronom bisa memastikan bahwa objek yang diamati merupakan bintang yang sama dengan yang tercatat dalam penelitian sebelumnya?

Jawabannya terletak pada sistem identifikasi dan pemetaan bintang. Para astronom menggunakan katalog bintang serta sistem koordinat langit untuk mengenali dan menentukan posisi setiap objek.

Setiap Bintang Memiliki Identitas

Tidak, sebuah bintang tidak harus menunjukkan ijazah dirinya untuk dianggap asli benar-benar bintang. Para astronom cukup tidak memberikan nama secara acak kepada setiap bintang, melainkan mencatat objek-objek tersebut dalam katalog bintang, suatu kumpulan data yang berisi informasi penting mengenai objek langit.

Nah, informasi dalam katalog bisa mencakup nama atau nomor identifikasi, koordinat posisi benda langitnya, tingkat kecerlangan, warna, hingga karakteristik fisik. Jadi tiap menemukan objek langit baru, langsung dicatat dalam katalog tersebut. Dan katalog juga tidak cuma satu.

Beberapa bintang memiliki nama populer yang sudah dikenal luas. Misalnya seperti bintang Sirius, Betelgeuse, Vega, dan Polaris. Namun, nama populer bukan satu-satunya cara para astronom mengidentifikasi bintang. Satu bintang bisa memiliki beberapa nama atau nomor identifikasi sekaligus karena tercatat dalam katalog berbeda yang dibuat kelompok astronom berbeda pula.

Ambil contoh Sirius, bintang paling terang di langit malam. Selain dikenal sebagai Sirius, bintang ini juga memiliki sebutan Alpha Canis Majoris dan nomor katalog HIP 32349 dalam katalog Hipparcos.

Jadi, ketika astronom menyebut sebuah nomor katalog, atau kamu menemukan nama bintang yang tampak aneh karena cuma seperti angka dan huruf yang acak, mereka sebenarnya sedang merujuk pada objek tertentu yang sudah tercatat dalam basis data astronomi.

Menggunakan Koordinat untuk Menentukan Posisi Bintang

Nama dan nomor katalog membantu astronom mengenali objek. Namun, bagaimana mereka mengetahui letak bintang tersebut di antara begitu banyak objek di langit? Di sinilah sistem koordinat langit berperan.

Sama seperti manusia menggunakan garis lintang dan garis bujur untuk menentukan lokasi di permukaan Bumi, para astronom menggunakan sistem koordinat khusus untuk menentukan posisi benda langit.

Salah satu sistem yang paling banyak digunakan adalah koordinat ekuatorial. Sistem ini menggunakan dua komponen utama, yaitu asensio rekta (Right Ascension atau RA) dan deklinasi (Declination atau Dec).

Koordinat ekuatorial. Kredit: Britannica

Asensio rekta (RA) menunjukkan posisi objek sepanjang ekuator langit. Koordinat ini dinyatakan dalam jam, menit, dan detik waktu. Sementara itu, deklinasi (Dec) menunjukkan jarak sudut sebuah objek dari ekuator langit ke arah utara atau selatan. Nilainya dinyatakan dalam derajat, menit, dan detik busur.

Keduanya bekerja bersama untuk menunjukkan posisi sebuah objek di bola langit. Dengan mengetahui RA dan Dec, astronom dapat menentukan lokasi bintang secara sistematis.

Bagaimana Cara Astronom Menemukan Bintang Tertentu?

Untuk memahami cara kerjanya, mari gunakan Sirius sebagai contoh. Sirius berada di rasi bintang Canis Major. Dalam sistem koordinat ekuatorial, Sirius memiliki koordinat sekitar RA 6 jam 45 menit dan Dec −16 derajat 43 menit (untuk acuan koordinat epoch J2000).

Angka tersebut bukan sekadar informasi tambahan. Koordinat itu menjadi petunjuk bagi astronom untuk mengetahui lokasi Sirius di bola langit.

Jadi ketika ingin mengamati Sirius, astronom dapat menggunakan perangkat lunak peta langit atau sistem kendali teleskop. Mereka memasukkan koordinat objek yang ingin diamati. Sistem kemudian membantu mengarahkan teleskop ke posisi yang sesuai. Dengan cara ini, para astronom tidak perlu menebak-nebak bintang mana yang sedang mereka lihat.

Tentu saja, koordinat bintang dapat mengalami perubahan kecil seiring waktu. Gerak diri bintang (proper motion) dan presesi Bumi dapat memengaruhi posisi yang tercatat. Karena itu, katalog astronomi juga mencantumkan acuan waktu atau epoch untuk koordinatnya.

Bagaimana Jika Ada Miliaran Bintang?

Benar jumlah bintang di alam semesta sangat banyak. Bahkan, hanya di Galaksi Bimasakti saja diperkirakan terdapat 200-400 miliar bintang.

Dan saking banyaknya bintang, tidak semua bintang memiliki nama populer seperti Sirius, Rigel, dan lain-lain. Banyak di antaranya hanya dikenal melalui nomor katalog yang sering dianggap angka acak. Seiring perkembangan teknologi teleskop dan survei langit, para astronom juga terus menemukan dan mencatat semakin banyak objek.

Salah satu contoh penting adalah misi Gaia milik Badan Antariksa Eropa (ESA). Wahana antariksa ini memetakan posisi, jarak, gerak, dan karakteristik lebih dari satu miliar bintang di Galaksi Bimasakti. Data tersebut memungkinkan para astronom mempelajari bintang secara lebih terperinci. Mereka juga bisa membedakan objek yang tampak berdekatan dari Bumi, tetapi sebenarnya berada pada jarak yang sangat berbeda.

Jadi, rahasia astronom mengenali bintang bukan terletak pada kemampuan menghafal seluruh nama bintang. Mereka mengandalkan katalog, pengukuran, dan sistem koordinat yang memungkinkan setiap objek dikenali berdasarkan data pengamatannya.

Ingin Belajar Bagaimana Astronom Mengukur Posisi Bintang?

Langit malam memiliki sistem pemetaan tersendiri. Dengan memahami sistem koordinat langit, kamu bisa mengetahui bagaimana astronom menentukan posisi bintang, planet, dan berbagai objek lainnya.

Kamu juga bisa mempelajari konsep bola langit, ekuator langit, asensio rekta, deklinasi, azimut, ketinggian objek, hingga ekliptika.

Semua materi tersebut akan dibahas dalam kelas online: Belajar Mengukur Posisi Bintang: Mengenal Koordinat Langit yang akan berlangsung pada:
  • Tanggal: Sabtu, 14 November 2026
  • Waktu: 14.00–15.00 WIB
  • Media: Google Meet
Kamu bisa daftar dengan berlangganan Astronomi+ lewat tautan ini: belajarastro.com/plus

Sumber & Referensi:
  • Brown, A. G. A., Vallenari, A., Prusti, T., ... & Bailer-Jones, C. A. L. (2018). Gaia Data Release 2: Summary of the contents and survey properties. Astronomy & Astrophysics, 616, Article A1.
  • Gaia Collaboration, Vallenari, A., Brown, A. G. A., ... & Arenou, F. (2023). Gaia Data Release 3: Summary of the content and survey properties. Astronomy & Astrophysics, 674, Article A1.
  • Høg, E., Fabricius, C., Makarov, V. V., ... & Wicenec, A. (2000). The Tycho-2 Catalogue of the 2.5 million brightest stars. Astronomy & Astrophysics, 355, L27–L30.
  • International Astronomical Union. (n.d.). Naming stars. International Astronomical Union.
  • Lindegren, L., Klioner, S. A., Hernández, J., ... & Steidelmüller, H.. (2021). Gaia Early Data Release 3: The astrometric solution. Astronomy & Astrophysics, 649, Article A2.
  • National Aeronautics and Space Administration. (n.d.). Chapter 2: Reference systems. NASA.
  • Perryman, M. A. C., Lindegren, L., Kovalevsky, J., ... & Bernacca, P. L.. (1997). The Hipparcos Catalogue. Astronomy & Astrophysics, 323, L49–L52.
Riza adalah astronom amatir yang telah menulis konten astronomi sejak tahun 2012. Riza secara aktif menjadi mentor kelas astronomi di BelajarAstro.com. Hubungi lewat riza@belajarastro.com.

Posting Komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.