![]() |
| Planet Saturnus adalah planet dengan cincin termegah di tata surya, dan kita akan memasuki waktu terbaik untuk mengamatinya tahun ini. Kredit: Federico Mariano |
InfoAstronomy - Pernahkah kamu mengamati planet Saturnus? Sebagai planet yang mengitari Matahari, tidak setiap malam kita bisa menemukan planet ini di langit. Ada waktu-waktu tertentu, dan waktu-waktu terbaiknya akan kita masuki segera.
Pada pertengahan Agustus 2026 ini, kamu bisa menemukan planet Saturnus baru muncul di titik tempat Matahari biasa terbit di daerahmu pada tengah malam. Planet ini akan tampak seperti "bintang" berwarna keemasan yang terang jika kamu mengamatinya dengan mata telanjang. Menjelang fajar, Saturnus akan berada di titik tertinggi di langit.
Saturnus adalah planet keenam dari Matahari dan planet terjauh yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Planet ini juga merupakan yang paling redup di antara planet-planet terang lainnya. Kamu memerlukan teleskop untuk melihat cincinnya.
Waktu Terbaik Melihat Saturnus
Waktu terbaik sepanjang tahun untuk mengamati planet luar, seperti Saturnus, adalah pada momen ketika planet-planet luar mencapai titik oposisi terhadap Matahari, yaitu momen saat Bumi berada di antara Matahari dan planet luar, sehingga sang planet akan tampak berada di posisi berlawanan dengan Matahari di langit kita, membuatnya muncul sepanjang malam.
Pada tahun 2026, Saturnus akan mencapai titik oposisi ini pada tanggal 4 Oktober. Dengan kata lain, bulan-bulan sebelum dan sesudah Oktober adalah waktu terbaik untuk mengamati planet ini pada tahun 2026.
Oposisi menjadi waktu terbaik untuk mengamati planet luar bukan tanpa alasan. Itu karena ketika oposisi nanti, sang planet bercincin ini akan berada pada jarak yang paling dekat dengan Bumi dalam orbitnya, sehingga akan tampak paling terang di langit malam. Dan jika kamu mengamatinya lewat teleskop, diameter sudut Saturnus akan paling besar sehingga cincinnya lebih jelas terlihat.
Jadi, dengan kata lain, akhir Agustus ini, lalu September, Oktober, dan November, kita dapat mengamati Saturnus dengan cukup mudah karena ia akan tampak terang.
Cara Menemukan Saturnus di Langit
Bumi kita berjarak rata-rata sekitar 1,4 miliar kilometer dari Saturnus. Jadi walaupun ukuran Saturnus begitu besar, pada jarak sejauh itu ia hanya akan tampak bagai bintang di langit Bumi. Lalu, bagaimana cara mengenali Saturnus dan membedakannya dengan bintang-bintang di langit?
Cara terbaik adalah memulainya pada momen ketika Bulan mengalami konjungsi dengan Saturnus. Untuk mengetahui kapan fenomena ini terjadi, kamu bisa cek pada fitur Kalender Astronomi di aplikasi Astronomi+ yang bisa diunduh di sini.
Meski begitu, ada cara lain juga yang bisa kamu coba:
- Perhatikan jalur lintasan Matahari di langit. Jalur tersebut disebut ekliptika. Jalur ini tidak hanya dilalui oleh Matahari, melainkan juga planet-planet tata surya. Jadi, di mana pun kamu berada di Bumi, hal pertama untuk mencari Saturnus adalah mencari jalur ekliptika dulu.
- Perhatikan kerlip bintang. Bintang tampak berkelap-kelip karena jaraknya yang sangat jauh dari Bumi. Bahkan saat dilihat melalui teleskop, bintang hanya tampak seperti titik cahaya yang sangat kecil. Namun, jarak Saturnus jauh lebih dekat dibandingkan bintang-bintang. Melalui teleskop, planet ini tampak seperti piringan berwarna keemasan yang dikelilingi cincin. Karena lebih dekat, diameter sudut Saturnus lebih besar, yang bikin cahaya Saturnus tampak stabil dan tidak berkelap-kelip.
- Perhatikan warna keemasannya. Saturnus tampak berwarna keemasan saat dipandang mata. Ia juga lebih redup dari kenampakan planet Jupiter.
Apabila cara lain di atas belum berhasil membuatmu menemukan Saturnus, kamu cukup menggunakan fitur Peta Langit di aplikasi Astronomi+.
![]() |
| Posisi Saturnus selepas Matahari terbenam pada 4 Oktober 2026. Kredit: Stellarium via Astronomi+ |
Saturnus hampir selalu terlihat di langit kita hampir sepanjang tahun. Pada paruh kedua tahun 2026, seiring Bumi bergerak menjauhi Saturnus dalam orbitnya, kita akan melihat posisi Saturnus bergeser di langit malam, dengan waktu terbit yang semakin awal setiap malamnya.
Setelah oposisi pada bulan Oktober 2026, Saturnus akan tampak berada lebih jauh ke arah barat saat hari mulai gelap pada bulan-bulan berikutnya. Hingga akhirnya pada bulan Maret 2027, Saturnus akan menghilang di langit senja bagian barat setelah Matahari terbenam karena akan terbit dan terbenam bareng Matahari.
Satu hal terakhir bagi kamu yang akan menggunakan teleskop untuk mengamati Saturnus: sisi selatan cincin Saturnus menghadap ke arah Bumi. Cincin tersebut akan memiliki kemiringan sebesar -7,5 derajat ketika Saturnus mencapai titik oposisi, jadi akan tampak cukup lebar.
Selamat mengamati Saturnus!
Sumber & Referensi:
- Byrd, D. (2026, Agustus). Saturn at opposition – brightest for 2026 – on October 4. EarthSky.
- Ford, D. (2026, Agustus). Saturn at opposition. In The Sky.
- Mooney, M. (2026, Agustus). What is the Saturn Opposition?. Lowell Observatory.
- Rao, J. (2026, Januari). What to expect from the planets in 2026 — key dates and sky events. SPACE.

