Akses artikel Premium dengan Astronomi+, mulai berlangganan.

Saran pencarian

Emas di Bumi Berasal dari Perang Bintang

Emas di Bumi, termasuk yang dikorupsi, ternyata bukan berasal dari planet ini secara alami, melainkan dari fenomena perang bintang!
Emas ternyata tidak terbentuk secara alami di Bumi, melainkan di bintang-bintang. Kredit: Getty Images

InfoAstronomy - Di Bumi, emas adalah unsur kimia yang mudah dikenali dari warnanya yang kuning metalik. Manusia menganggap logam mulia ini berharga karena kelangkaannya, ketahanannya terhadap korosi, konduktivitas listrik, kelenturan, keuletan, dan keindahannya.

Banyak orang mengira bahwa emas di Bumi berasal dari tambang, serpihan di sungai, atau mengekstraknya dari air laut. Namun, asal usul unsur ini bukanlah dari Bumi secara alami, melainkan dari ledakan bintang. Bagaimana proses hingga akhirnya emas bisa berada di planet kita?

Pembentukan Alami Emas

Untuk membentuk emas secara alami, butuh energi yang cukup besar. Saat ini, para astronom meyakini bahwa seluruh emas di Bumi berasal dari peristiwa astrofisika berenergi sangat tinggi yang terjadi sebelum tata surya terbentuk, terutama tumbukan bintang neutron dan kemungkinan sebagian dari jenis supernova generasi bintang yang hidup sebelum Matahari terbentuk.

Tumbukan bintang neutron merupakan fenomena "perang bintang" yang cukup menarik di alam semesta. Ketika bintang masif dengan massa 8 hingga 20 kali massa Matahari karena kehabisan bahan bakar, mereka akan meledak dan menyisakan suatu objek yang sangat padat tetapi relatif kecil dan bersuhu rendah yang disebut bintang neutron.

Jika ada dua bintang masif runtuh dalam jarak dekat, bintang neutron dari keduanya akan berputar secara spiral untuk saling mendekat dan akhirnya bertabrakan, melontarkan unsur-unsur berat, salah satunya emas, ke segala penjuru ruang angkasa di sekitarnya.

Nah, dalam kasus tata surya kita, unsur-unsur dari bintang neutron yang tabrakan bercampur dengan awan gas antarbintang yang kelak membentuk Nebula Surya, awan gas dan debu tempat Matahari dan planet-planet tata surya terbentuk. Ketika akhirnya inti Bumi terbentuk, asteroid-asteroid yang kaya unsur berat menghantam Bumi muda dan menambahkan emas ke kerak serta mantel bagian atas.

Alhasil, manusia di Bumi dapat menemukan emas dalam bijih batuan. Unsur yang satu ini dapat berupa serpihan, sebagai unsur murni, maupun menyatu dengan perak dalam paduan alami elektrum. Erosi membebaskan logam mulia ini dari mineral lain. Karena emas berat, ia tenggelam dan terakumulasi di dasar sungai, endapan aluvial, dan lautan Bumi.

Gempa bumi pun memainkan peran penting, karena pergeseran patahan dengan cepat mendekompresi air yang kaya mineral. Ketika tekanan turun secara tiba-tiba sehingga mineral mengendap, urat kuarsa dan emas mengendap di permukaan batuan. Proses serupa terjadi pada sistem hidrotermal yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik.

Berapa Banyak Emas di Bumi?

Jumlah logam mulia yang diekstraksi dari Bumi hanyalah sebagian kecil dari total massanya. Pada tahun 2016, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan sekitar 7,8 miliar ons troy atau 244.000 ton telah ditemukan sejak awal peradaban.

Karena emas sangat padat (19,32 gram per sentimeter kubik), ia tidak membutuhkan banyak ruang untuk massanya. Bahkan, jika kamu melelehkan semua emas yang ditambang hingga saat ini, termasuk yang disita sebagai barang bukti dari kasus korupsi, kamu cuma akan mendapatkan emas seukuran kubus dengan panjang sisi sekitar 21,5 meter.

Meskipun demikian, emas menyumbang hanya beberapa bagian per miliar (ppm) dari massa kerak Bumi. Meskipun tidak layak secara ekonomi untuk mengekstrak banyak emas, ada sekitar 1 juta ton emas di kilometer teratas permukaan Bumi. Diperkirakan sebagian besar emas Bumi justru masih terkunci di inti planet.

Sumber & Referensi:
  • Blair, D. G. (2025). How to make gold. Australian Journal of Earth Sciences, 72(5-6), 603-611.
  • Croswell, K. (2021). Tracing gold’s cosmic origin story. Proceedings of the National Academy of Sciences, 118(4), e2026110118.
  • Gottlieb, O. (2026, March). Who Made the First Gold in the Universe?. In APS Global Physics Summit 2026.
  • Lattimer, J. M. (2017). Neutron stars are gold mines. International Journal of Modern Physics E, 26(01n02), 1740014.
  • Piekarewicz, J. (2022). The nuclear physics of neutron stars. arXiv preprint arXiv:2209.14877.
  • Rosswog, S. (2017). Out of Neutron Star Rubble Comes Gold. Physics, 10, 131.
  • Stromberg, J. (2013). All the Gold in the Universe Could Come From the Collisions of Neutron Stars. Smithsonian. com.
Riza adalah astronom amatir yang telah menulis konten astronomi sejak tahun 2012. Riza secara aktif menjadi mentor kelas astronomi di BelajarAstro.com. Hubungi lewat riza@belajarastro.com.

Posting Komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.