Akses artikel Premium dengan Astronomi+, mulai berlangganan.

Saran pencarian

Yuk Amati Parade 3 Planet Tata Surya Bersama Bulan Sabit, 17–18 Juni 2026

Kalau cuaca cerah, amati langit barat pada 17 dan 18 Juni 2026 untuk melihat parade 3 planet dan Bulan sabit!
Posisi tiga planet tata surya dan Bulan sabit pada 17 Juni 2026 akan berkumpul di langit barat saat senja. Kredit: Stellarium

InfoAstronomy - Selepas Matahari terbenam pada tanggal 17 dan 18 Juni 2026, ada pertunjukan langit yang bisa dinikmati gratis oleh siapapun yang menyempatkan waktu untuk mendongak ke langit arah barat sesaat setelah Matahari terbenam.

Tiga planet sekaligus, yaitu Merkurius, Venus, dan Jupiter, akan berjejer dalam satu kawasan langit yang rapat, ditemani Bulan Sabit tipis awal Muharam 1448 Hijriah. Tidak perlu teleskop, cukup langit yang cerah dan pandangan ke barat yang tidak terhalang apapun, kamu bisa menikmati keindahan langit ini di mana pun kamu berada di Bumi.
 

Tiga Planet, Satu Kawasan Langit

Sebenarnya, Merkurius, Venus, dan Jupiter ini sudah saling berdekatan di langit barat sejak awal Juni. Venus dan Jupiter bahkan sempat mencapai titik paling dekat satu sama lain pada 9 Juni 2026 lalu, ketika mereka hanya terpisah sekitar 1,6 derajat, kira-kira selebar tiga kali diameter Bulan purnama. Kini pada 17–18 Juni, mereka kedatangan tamu kosmik, yakni Bulan Sabit yang muncul persis di tengah-tengah kawanan planet itu.

Tiga planet tata surya ini akan tampak dalam segaris yang hampir lurus, rendah di barat segera setelah Matahari terbenam. Merkurius berada paling dekat dengan cakrawala, Jupiter di atasnya, dan Venus di posisi paling tinggi di antara ketiganya.

Karakter masing-masing planet cukup berbeda dan mudah dibedakan dengan mata biasa:

Venus adalah yang paling terang. Ia merupakan objek paling terang di langit setelah Matahari dan Bulan, bersinar dengan magnitudo sekitar -4. Venus tampil sangat dominan dengan cahaya putih bersih yang sangat efektif memantulkan sinar Matahari berkat lapisan awan tebal yang menyelimuti seluruh permukaannya. Ia akan menjadi planet yang pertama terlihat saat senja belum benar-benar gelap.

Jupiter menyusul tepat di bawah Venus, bersinar kekuningan dengan magnitudo sekitar -2. Meskipun jauh lebih besar dari Venus secara fisik (diameternya 11 kali diameter Bumi!), Jupiter kalah terang karena jaraknya jauh lebih jauh dari Bumi. Jupiter saat ini sedang perlahan mendekati posisi Matahari di langit, artinya visibilitasnya akan semakin menurun menjelang akhir Juni 2026. Ini salah satu alasan kenapa 17–18 Juni menjadi momen spesial, ini adalah kesempatan terakhir untuk melihat Jupiter di langit senja sebelum ia berada terlalu dekat dengan Matahari.

Merkurius adalah yang paling sulit diamati. Planet terkecil di tata surya ini bersembunyi rendah di dekat cakrawala, di bawah Jupiter. Merkurius adalah satu-satunya yang membutuhkan arah pandang yang bebas halangan untuk bisa terlihat, karena posisinya sangat rendah di langit dan masih berada dalam cahaya senja yang cukup terang. Gunakan Venus sebagai panduan. Temukan Venus dulu, lalu cari Jupiter di bawahnya, kemudian Merkurius di bawah Jupiter lagi.

Bulan Sabit pada 17 Juni akan tampak persis di dekat Venus. Bulan yang baru saja melewati fase Bulan Baru itu akan tampak tipis, bercahaya keemasan, dengan fenomena "earthshine" yang akan membuat sisi gelap Bulan tampak samar-samar bercahaya.

Posisi tiga planet tata surya dan Bulan sabit pada 18 Juni 2026 akan berkumpul di langit barat saat senja, dengan Bulan yang sudah pindah posisi. Kredit: Stellarium

Cara Melihatnya dari Indonesia

Fenomena ini dapat disaksikan di arah barat tidak lama setelah Matahari terbenam. Dalam pandangan mata telanjang, planet-planet ini akan tampak bagai bintang yang tidak berkelap-kelip di langit. Kamu perlu teleskop kalau mau melihat planetnya lebih detail.

Untuk pengamat di Indonesia, Matahari terbenam sekitar pukul 17.45–18.00 tergantung lokasi. Mulailah mencari langit barat sekitar pukul 18.15–18.30 waktu lokal daerahmu saat langit mulai gelap. Waktu pengamatan akan cukup singkat, hanya sekitar satu jam sebelum planet-planet itu ikut tenggelam di bawah cakrawala, jadi jangan terlambat.

Beberapa tips praktis untuk pengamat Indonesia adalah pertama, cari lokasi dengan cakrawala barat yang terbuka. Rooftop gedung, pinggir pantai, sawah terbuka, atau perbukitan yang menghadap barat adalah pilihan terbaik. Di kota-kota besar yang padat gedung seperti Jakarta atau Surabaya, temukan taman atau area terbuka yang tidak terhalang gedung tinggi.

Kedua, jangan melihat ke arah Matahari sebelum ia benar-benar tenggelam. Tunggu sampai piringan Matahari penuh menghilang di balik cakrawala, baru arahkan pandangan ke barat. Ketiga, bawa teropong atau binokular jika punya. Meski ketiga planet bisa dilihat mata telanjang, binokular akan membantu menemukan Merkurius yang redup dan memperjelas Bulan Sabit beserta earthshine-nya.

Keempat, manfaatkan aplikasi langit seperti Stellarium, Star Walk, atau Sky Map di smartphone kamu untuk mengidentifikasi objek secara real-time jika ragu.
 

Dampak bagi Bumi?

Tidak ada. Konjungsi planet hanyalah ilusi perspektif. Venus dan Jupiter sebenarnya dipisahkan dalam jarak ratusan juta kilometer ruang angkasa. Kedekatan yang terlihat dari Bumi hanyalah efek sudut pandang, bukan kedekatan fisik yang sesungguhnya. Tidak ada tarikan gravitasi tambahan yang signifikan, tidak ada efek terhadap pasang surut laut, cuaca, atau kehidupan di Bumi.

Jadi, selamat mengamati parade planet bersama Bulan sabit!

Sumber & Referensi:
  • Betts, B. (2026, Juni). What's up in the night sky: June 2026. The Planetary Society.
  • Byrd, D. (2026, Juni 8). Venus–Jupiter conjunction: Sky's 2 brightest planets meet. EarthSky.
  • Carter, J. (2026, Juni 8). Jupiter and Venus conjunction 2026: See two bright planets at the same time this weekend. Live Science.
  • Lawrence, P. (2026, Juni 15). Now the crescent Moon joins Venus and Jupiter in the evening sky: How to see this week's Moon and planet alignment. BBC Sky at Night Magazine.
  • Lawrence, P. (2026, Juni). The best planets to see in the night sky, June 2026. BBC Sky at Night Magazine.
  • Rao, J. (2026, Juni 5). Venus, Jupiter and Mercury headline a stunning planet parade through June: Here's when to see it. Space.com.
  • Star Walk. (2026, Juni 10). Planetary alignment June 2026: Mercury, Venus & Jupiter planet parade. Vito Technology.
  • Villanueva, R. (2026, Juni). What's up: June 2026 skywatching tips from NASA. NASA Jet Propulsion Laboratory / NASA Science.
Riza adalah astronom amatir yang telah menulis konten astronomi sejak tahun 2012. Riza secara aktif menjadi mentor kelas astronomi di BelajarAstro.com. Hubungi lewat riza@belajarastro.com.

Posting Komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.