Akses artikel Premium dengan Astronomi+, mulai berlangganan.

Saran pencarian

10.000 Kandidat Planet Baru Ditemukan, Ada Kehidupannya?

Per Mei 2026 ini, para ilmuwan telah menemukan lebih dari 6.000 eksoplanet. Namun, menurut data terbaru, ternyata ada 10 ribu kandidat lainnya!
Tata surya bukan satu-satunya sistem keplanetan di alam semesta. Sejauh ini, ribuan bintang di Bimasakti telah terdeteksi punya planet!. Kredit: ESA

InfoAstronomy - Baru-baru ini, para ilmuwan baru saja mencatatkan penemuan luar biasa: lebih dari 10.000 kandidat eksoplanet, planet di luar tata surya kita, yang belum pernah terlihat sebelumnya, teridentifikasi dalam satu survei pengamatan tunggal. Jika kelak dikonfirmasi, temuan ini bisa melipatgandakan jumlah planet asing yang telah berhasil ditemukan umat manusia.

Kunci keberhasilan penemuan ini terletak pada algoritma cerdas yang memungkinkan para ilmuwan menganalisis cahaya dari lebih dari 83 juta bintang yang telah diamati. Algoritma tersebut mampu menangkap petunjuk keberadaan planet samar dan redup yang sebelumnya "mustahil" dideteksi oleh metode konvensional.

Sejak planet asing pertama ditemukan pada tahun 1995, jumlah eksoplanet yang dikonfirmasi terus bertambah seiring kemajuan teknologi. Per Mei 2026 ini, sudah ada 6.278 eksoplanet yang dikonfirmasi ditemukan mengitari 4.705 bintang di galaksi Bimasakti. Ya, ini baru galaksi Bimasakti saja!

Namun, studi terbaru yang diunggah ke server pra-cetak arXiv pada 20 April 2026 melaporkan lonjakan dramatis: 10.000 lebih kandidat eksoplanet teridentifikasi sekaligus. Jika seluruhnya lolos verifikasi, total eksoplanet yang kita ketahui akan menjadi lebih dari 16.000 eksoplanet. Perlu dicatat, penelitian ini masih menunggu proses tinjauan sejawat, jadi memang belum terkonfirmasi.

Bagaimana Penemuan Ini Terjadi?

Tim peneliti memanfaatkan algoritma pembelajaran mesin untuk menganalisis kurva cahaya dari tepatnya 83.717.159 bintang yang dikumpulkan oleh TESS (Transiting Exoplanet Survey Satellite), teleskop luar angkasa seukuran mobil yang mengorbit Bumi sejak 2018.

Prinsipnya sederhana: ketika sebuah planet melintas di depan bintang induknya dalam pandangan dari Bumi, kecerahan bintang akan meredup sesaat. Dengan memindai pola redup ini, astronom dapat menduga keberadaan planet yang sedang "bertransit".

Ilustrasi momen planet transit diamati dari kutub bintang (kiri) dan diamati ketika sejajar dengan Bumi (kanan). Kredit: Wikimedia Commons

Hasilnya? Lebih dari 11.000 kandidat eksoplanet terungkap, di mana 10.052 di antaranya benar-benar baru. Sekitar 87% kandidat menunjukkan pola transit dua kali atau lebih, memungkinkan peneliti menghitung periode orbitnya, yaitu mulai dari 0,5 hingga 27 hari.

Validasi Awal: Satu Planet Dikonfirmasi

Tak berhenti pada deteksi, tim peneliti juga menguji keandalan model mereka dengan memverifikasi salah satu kandidat eksoplanetnya secara langsung. Menggunakan teleskop Magellan berdiameter 6,5 meter di Gurun Atacama, Chile, mereka berhasil mengonfirmasi TIC 183374187 b, sebuah eksoplanet seukuran Jupiter yang mengorbit bintang berjarak sekitar 3.950 tahun cahaya dari Bumi, tepat seperti yang diprediksi algoritma.

Konfirmasi ini menjadi sinyal positif bahwa sebagian kandidat lainnya juga berpotensi valid. Namun, proses verifikasi independen dan kajian mendalam tetap diperlukan, yang bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Mengapa Baru Ditemukan Sekarang?

TESS memang dirancang khusus untuk mendeteksi objek yang bertransit, dan sejauh ini telah mengonfirmasi 882 eksoplanet, atau sekitar 14% dari total yang diketahui. Lantas, mengapa ribuan kandidat ini luput dari perhatian sebelumnya?

Jawabannya terletak pada prioritas analisis. Sebagian besar peneliti cenderung fokus pada bintang-bintang terang dalam data TESS, karena pola transitnya lebih jelas dan lebih mudah dikonfirmasi. Padahal, teleskop ini juga merekam jutaan bintang redup.

Dalam studi ini, tim peneliti mengambil pendekatan berbeda, mereka menganalisis semua bintang dalam citra sudut lebar pertama TESS, termasuk yang redupnya hingga 16 magnitudo di bawah ambang batas studi transit biasa. Pendekatan ini mereka namakan Proyek T16.

Tantangan utamanya? Kurva cahaya dari bintang redup sangat sulit diurai. Di sinilah algoritma pembelajaran mesin berperan. Algoritma tersebut dilatih untuk mengenali pola halus yang mengindikasikan transit, sesuatu yang hampir mustahil dilakukan manusia secara manual pada dataset sebesar ini.

Algoritma pembelajaran mesin memungkinkan manusia untuk mengolah data dalam skala yang "tak terbayangkan" jika dikerjakan secara konvensional seperti ribuan calon eksoplanet ini.

Apakah Ada yang Berpenghuni atau Bisa Dihuni?

Sayangnya, periode orbit yang singkat dari sebagian besar kandidat mengisyaratkan bahwa planet-planet ini kemungkinan besar terlalu dekat dengan bintang induknya untuk mendukung kehidupan seperti yang kita pahami. Planet dengan orbit lebih jauh memang cenderung lebih jarang bertransit, sehingga lebih sulit terdeteksi dengan metode ini.

Jadi, bagi kamu yang berencana buka dapur MBG, terutama bagi kampus-kampus yang mencari cuan dari masak-masak bergizi, tidak disarankan untuk membukanya di eksoplanet-eksoplanet ini walaupun jumlahnya ribuan.

Meski begitu, penemuan ini membuka jendela wawasan baru: dengan bantuan kecerdasan buatan, kita kini mampu "melihat" lebih dalam ke sudut-sudut alam semesta yang sebelumnya terlewat. Setiap kandidat yang terverifikasi bukan sekadar angka, melainkan langkah kecil menuju pemahaman yang lebih utuh tentang tempat kita di alam semesta.

Sumber & Referensi:
  • Baker, H. (2026, Mei). Scientists identify 10,000 'impossible' exoplanet candidates, potentially tripling the number of known alien worlds. LiveScience.
  • Carpineti, A. (2026, Mei). 10,091 New Exoplanet Candidates Found In Largest Single Discovery Yet – “I'm Really Excited For The Future Of The Field”. IFLScience.
  • Cowing, K. (2026, Mei). The T16 Planet Hunt: 10,000 New Planet Candidates from TESS Cycle 1 and the Confirmation of a Hot Jupiter Around TIC 183374187. Astrobiology.
  • Jones, S. (2026, April). NASA Telescope Data Reveals More Than 10,000 New Planets Candidates in a Single Sweep. Daily Galaxy.
  • O’Callaghan, J. (2026, Mei). 10,000 new planets found hidden in NASA telescope data. NewScientist.
Riza adalah astronom amatir yang telah menulis konten astronomi sejak tahun 2012. Riza secara aktif menjadi mentor kelas astronomi di BelajarAstro.com. Hubungi lewat riza@belajarastro.com.

Posting Komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.