![]() |
| Hujan meteor adalah fenomena yang, terdengar berbahaya, padahal aslinya menakjubkan untuk diamati. Kredit: NASA/Preston Dyches |
InfoAstronomy Premium - Langit Indonesia pada akhir April hingga awal Mei 2026 akan menyajikan dua pertunjukan langit yang dapat dinikmati tanpa teleskop, tanpa binokuler, tanpa peralatan khusus, cukup dengan mata telanjang saja: Hujan meteor.
Yes, tidak cuma satu, tapi dua. Ada hujan meteor Lyrid pada 21 April dan hujan meteor Eta Aquariid pada 6 Mei, yang keduanya akan muncul ketika Bumi melintasi jejak debu komet yang tertinggal di ruang antarplanet. Kedua hujan meteor ini memiliki karakteristik berbeda, baik dari segi asal usul maupun pola kemunculan, sehingga memerlukan strategi pengamatan yang disesuaikan agar hasilnya maksimal. Di bawah ini, kami sudah jelaskan bagaimana agar kamu bisa mengamatinya. Yuk simak!
✨ Konten Premium ✨
Berlangganan Astronomi+ untuk membaca artikel premium ini.
✅ Akses artikel astronomi berkualitas
✅ Majalah Astronomi digital GRATIS
✅ Ikut kelas astronomi LIVE Zoom
✅ Dukung InfoAstronomy semakin maju
