![]() |
| Planet Jupiter mencapai jarak terdekatnya dari Bumi, menjanjikan penampilan yang paling terangnya tahun 2026 ini. Kredit: Science Photo Library |
InfoAstronomy - Sejak awal tahun 2026 ini, apakah kamu menyadari ada objek yang sangat terang di langit timur segera setelah Matahari terbenam? Ternyata, objek terang itu bukan bintang, melainkan planet raksasa Jupiter!
Yes, pada Januari 2026 ini, Jupiter sedang muncul terang-terangnya, bahkan kini bersinar lebih terang daripada semua bintang di langit. Hal itu bukan tanpa alasan. Sang planet terbesar di tata surya kita itu sedang berada di titik terdekatnya ke Bumi untuk tahun 2026, yang mana terjadi pada tanggal 9 Januari.
Saat itulah jarak antara Bumi dan Jupiter akan berada pada titik paling dekat untuk tahun ini. Jupiter akan berjarak "hanya" 633 juta kilometer dari Bumi, serta 780 juta kilometer dari Matahari. Jarak ini setara dengan 35 menit cahaya dari Bumi. Kenampakan Jupiter pun akan sangat mencolok di langit Bumi kita.
![]() |
| Ilustrasi kemunculan planet Jupiter di langit timur pada senja. Kredit: Stellarium |
Kurang dari 24 jam kemudian, tepatnya pukul 16:00 WIB pada 10 Januari 2026, planet Jupiter juga akan mencapai titik oposisi terhadap Matahari, momen ketika planet ini berada di posisi yang berlawanan dengan Matahari di langit kita. Atau dengan kata lain, Matahari-Bumi-Jupiter berada dalam satu garis lurus.
Ya, planet Jupiter berada di jarak terdekatnya dari Bumi seal kurang dari sehari sebelum titik oposisinya terhadap Matahari. Mengapa demikian? Mengapa kedua peristiwa itu tidak terjadi secara bersamaan?
Jarak terdekat antara Bumi dan Jupiter tidak selalu bertepatan dengan oposisi karena orbit kedua planet tersebut berbentuk elips, bukan lingkaran sempurna. Oposisi terjadi ketika Bumi berada di antara Jupiter dan Matahari, tetapi posisi terdekat Jupiter dengan Bumi (perigee) terjadi pada waktu yang sedikit berbeda karena perbedaan kecepatan dan waktu orbit masing-masing planet.
Jarak terdekat antara Bumi dan Jupiter tidak selalu bertepatan dengan oposisi karena orbit kedua planet tersebut berbentuk elips, bukan lingkaran sempurna. Oposisi terjadi ketika Bumi berada di antara Jupiter dan Matahari, tetapi posisi terdekat Jupiter dengan Bumi (perigee) terjadi pada waktu yang sedikit berbeda karena perbedaan kecepatan dan waktu orbit masing-masing planet.
Oleh karena itu, meskipun oposisi Jupiter tahun ini terjadi pada 10 Januari 2026, jarak terdekat terjadi sehari sebelumnya, pada 9 Januari 2026.
Namun, ada satu momen ketika Jupiter mencapai oposisi sekaligus berada pada jarak terdekatnya dari Bumi. Fenomena itu pernah terjadi pada 26 September 2022, ketika Jupiter berada di titik oposisi sealigus jaraknya sedang paling dekat ke Bumi dalam sekitar 70 tahun terakhir.
Penyebabnya? Itu karena tahun 2022 adalah tahun perihelion bagi Jupiter, yaitu titik dalam orbit 12 tahunannya saat planet raksasa itu berada paling dekat dengan Matahari. Selama oposisi tersebut, Jupiter hanya berjarak 591 juta kilometer dari Bumi.
Jadi, dengan kata lain, momen oposisi Jupiter yang bertepatan dengan jarak terdekatnya dari Bumi cuma terjadi sekali setiap 12 tahun. Dengan terakhir kali terjadi tahun 2022, fenomena seperti ini baru akan terjadi lagi pada tahun 2034.
Jadi, dengan kata lain, momen oposisi Jupiter yang bertepatan dengan jarak terdekatnya dari Bumi cuma terjadi sekali setiap 12 tahun. Dengan terakhir kali terjadi tahun 2022, fenomena seperti ini baru akan terjadi lagi pada tahun 2034.
Untuk melihat Jupiter sore ini, pastikan area pandang langit timur kamu bebas halangan dan cuaca cerah. Jupiter akan tampak bagai bintang kuning terang jika kamu mengamatinya dengan mata telanjang. Gunakan teleskop untuk pengamatan yang lebih jelas dan detail ya.

