![]() |
| Alam semesta begitu luas, begitu banyak galaksi, tapi kita belum juga menemukan kehidupan asing. Di mana mereka?. Kredit: NASA/ESA/CSA/Webb |
InfoAstronomy Premium - Pernahkah kamu mendengar Hipotesis Hutan Gelap? Ini adalah salah satu gagasan paling menarik dan paling suram tentang kehidupan cerdas di alam semesta. Hipotesis ini mencoba menjawab satu pertanyaan sederhana yang sudah lama mengganggu ilmuwan: Jika alam semesta begitu besar dan berusia sangat tua, lalu di mana semua makhluk cerdas itu?
Pertanyaan ini dikenal sebagai Paradoks Fermi. Enrico Fermi, fisikawan peraih Nobel, pernah berkata kurang lebih begini. Dengan miliaran galaksi dan planet, seharusnya kita tidak sendirian. Tapi kenyataannya, jagat raya terlihat sunyi. Tidak ada sinyal jelas. Tidak ada kunjungan. Tidak ada jejak. Hipotesis Hutan Gelap menawarkan jawaban. Alam semesta mungkin tidak kosong. Ia justru penuh. Penuh peradaban yang memilih diam dan bersembunyi.
Pertanyaan ini dikenal sebagai Paradoks Fermi. Enrico Fermi, fisikawan peraih Nobel, pernah berkata kurang lebih begini. Dengan miliaran galaksi dan planet, seharusnya kita tidak sendirian. Tapi kenyataannya, jagat raya terlihat sunyi. Tidak ada sinyal jelas. Tidak ada kunjungan. Tidak ada jejak. Hipotesis Hutan Gelap menawarkan jawaban. Alam semesta mungkin tidak kosong. Ia justru penuh. Penuh peradaban yang memilih diam dan bersembunyi.
✨ Konten Premium ✨
Berlangganan Astronomi+ untuk membaca artikel premium ini.
✅ Akses artikel astronomi berkualitas
✅ Majalah Astronomi digital GRATIS
✅ Ikut kelas astronomi LIVE Zoom
✅ Dukung InfoAstronomy semakin maju
