Saran pencarian

3 Teleskop yang Cocok untuk Pemula dalam Astronomi

Hobi astronomi tanpa teleskop seperti makan sate Madura tanpa bumbu kacang, ada yang kurang.
Teleskop. Kredit: Shutterstock

InfoAstronomy - Hobi astronomi dan punya teleskop adalah hal yang paling seru. Mengamati objek langit seperti Bulan, planet, bahkan nebula jauh lebih jelas lewat teleskop. Namun, sebagai pemula, terkadang sulit menentukan seperti apa teleskop yang cocok dan bagus. Artikel ini akan memandu kamu mendapatkan teleskop pertamamu.

Sebelum membeli teleskop, perlu tahu dulu apa sebenarnya teleskop itu beserta kegunaannya, agar jangan sampai kamu membeli sesuatu yang kamu sendiri tidak tahu kegunaannya. Nah, teleskop sendiri bukan alat yang bisa membuat kamu "zoom-in" ke objek-objek langit. Sebenarnya, kegunaan utama teleskop adalah untuk mengumpulkan cahaya.

Apa maksudnya? Teleskop memungkinkan kamu untuk mengamati objek yang redup saat kamu melihatnya dengan mata telanjang menjadi jauh lebih terang. Dengan kata lain, teleskop bisa mengumpulkan lebih banyak cahaya dari objek langit daripada yang mata kamu bisa lakukan.

Hal itu bisa terjadi tergantung seberapa lebar sebuah teleskop. Cermin teleskop yang berdiameter 4 inci memiliki empat kali pengumpulan cahaya lebih banyak dari teleskop dengan cermin berdiameter 2 inci. Semakin besar teleskop, semakin terang objek langitnya, tapi harganya juga semakin mahal.

Jenis Teleskop untuk Pemula

Ada dua jenis teleskop yang disarankan bagi pemula, yaitu teleskop jenis refraktor dan jenis reflektor. Apa bedanya?

Kita kenalan dulu dengan jenis refraktor.


Refraktor adalah jenis teleskop yang menggunakan dua lensa untuk mengumpulkan cahaya dari objek langit yang diamati. Bisa kamu lihat pada infografik di atas, teleskop refraktor bekerja dengan cara mengumpulkan cahaya lewat lensa objektifnya, kemudian cahaya itu difokuskan sesuai panjang tabung teleskopnya, hingga akhirnya dipantulkan ke mata kita sebagai pengamat lewat lensa okuler.

Kelebihan Teleskop Refraktor:
  • Tidak Memerlukan Perawatan yang Intensif: Refraktor cenderung memerlukan perawatan yang lebih sedikit karena tidak ada elemen optik yang perlu disentuh atau dibersihkan secara rutin.
  • Hasil Pengamatan yang Tajam: Refraktor dapat memberikan gambar yang tajam dan kontras, terutama pada objek-objek terang seperti planet.
  • Portabilitas: Refraktor seringkali memiliki desain yang lebih kompak dan portabel dibandingkan dengan reflektor dengan ukuran aperture yang sama.

Kekurangan Teleskop Refraktor:
  • Harga Mahal untuk Aperture yang Besar: Refraktor dengan aperture besar dapat menjadi sangat mahal dibandingkan dengan teleskop reflektor dengan ukuran aperture yang setara.
  • Aberrasi Kromatik: Beberapa refraktor mengalami aberrasi kromatik, yang dapat menyebabkan efek warna pelangi pada pinggiran objek yang terang, misalnya Bulan.
Sekarang, mari kenalan dengan jenis reflektor.


Sesuai namanya, jenis reflektor memanfaatkan cara kerja pemantulan (refleksi) untuk mengumpulkan cahaya dari objek langit yang diamati. Reflektor menggunakan cermin. Semakin besar cerminnya, semakin jelas dan detail objek langit yang diamati, semakin mahal harganya.

Kelebihan Teleskop Reflektor:
  • Harga Lebih Terjangkau untuk Aperture yang Besar: Reflektor seringkali memberikan aperture yang lebih besar dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan refraktor, membuatnya cocok untuk pengamatan objek langit jauh seperti nebula dan galaksi.
  • Tidak Ada Aberrasi Kromatik: Reflektor tidak mengalami aberrasi kromatik, sehingga dapat memberikan hasil pengamatan yang bebas dari efek warna pelangi pada objek yang terang.

Kekurangan Teleskop Reflektor:
  • Memerlukan Perawatan yang Lebih Intensif: Cermin pada teleskop reflektor memerlukan perawatan dan pembersihan yang lebih intensif untuk menjaga kualitas gambar.
  • Gambar Cenderung Kurang Tajam pada Objek Terang: Pada objek yang sangat terang, seperti planet, gambar yang dihasilkan oleh reflektor mungkin kurang tajam dibandingkan refraktor.

Mana yang Cocok untuk Pemula?

Pemilihan antara refraktor dan reflektor tergantung pada preferensi pribadi, jenis pengamatan yang diinginkan, dan budget. Untuk pemula, terutama yang memiliki budget terbatas, teleskop reflektor seringkali menjadi pilihan yang baik karena memberikan aperture yang lebih besar dengan harga yang lebih terjangkau.

Namun, jika preferensi lebih condong pada pengamatan planet dan objek terang lainnya, serta portabilitas yang lebih baik, refraktor mungkin menjadi pilihan yang sesuai.

3 Teleskop yang Cocok untuk Pemula

Nah, sekarang waktunya cari tahu teleskop apa aja yang cocok kamu miliki nih.

Teleskop Celestron StarSense Explorer LT 80AZ


Celestron StarSense Explorer LT 80AZ

Teleskop Celestron StarSense Explorer LT 80AZ merupakan jenis refraktor, teleskop rekomendasi kami bagi siapa pun yang baru pertama kali membeli teleskop.

StarSense adalah generasi baru dari Celestron. Teknologi StarSense memiliki perbedaan besar dalam tingkat kenikmatan yang akan kamu dapatkan dari teleskop sebagai pemula. Teleskop ini bisa membuat ponsel kamu sebagai peta langit digital, memungkinkan kamu untuk hanya fokus mengamati objek langit alih-alih menghabiskan waktu pada malam hari untuk mencoba mencari tahu di mana objek langit berada.

Kualitas optik teleskop Celestron StarSense Explorer LT 80AZ sendiri sangat baik. Meskipun StarSense LT 80AZ bukanlah teleskop level tinggi, lensa dan material teleskopnya berkualitas tinggi.

Jika dibandingkan dengan teleskop refraktor sekelasnya, menurut kami StarSense Explorer LT 80AZ memiliki kinerja di atas rata-rata. Ia menawarkan gambar yang cerah, tajam, dan kontras tinggi.

Berikut hasil pengamatannya:

Bulan lewat Celestron StarSense Explorer LT 80AZ. Kredit: Celestron

Saturnus lewat Celestron StarSense Explorer LT 80AZ. Kredit: Celestron

Tertarik membeli Celestron StarSense Explorer LT 80AZ?
Celestron PowerSeeker 70AZ. Kredit: Celestron

Teleskop kedua yang direkomendasikan untuk pemula adalah Celestron PowerSeeker 70AZ. Teleskop ini adalah jenis refraktor dengan aperture 70mm dan memiliki dudukan altazimuth yang terbuat dari logam dan memiliki stabilitas baik, lebih dari yang mungkin kamu harapkan dari teleskop ini.

Dari saat kamu membuka kotak Celestron Powerseeker 70AZ, kamu akan langsung dapat mengetahui bahwa ini adalah teleskop yang jauh lebih baik daripada teleskop-teleskop lain yang lebih murah. Perakitannya cukup mudah bahkan untuk kamu yang belum pernah merakit teleskop sama sekali.

Optik teleskop ini juga lumayan bagus, walaupun masih di bawah seri StarSense, tapi sekali lagi hal ini bisa dimaafkan mengingat betapa jauh lebih murahnya harga teleskop PowerSeeker. Hasil pengamatan Bulan sangat mengesankan, Saturnus dan Jupiter juga dapat dikenali dengan jelas dan menyenangkan untuk diamati, begitu pula nebula Orion dan galaksi Andromeda.

Berikut hasil pengamatannya:

Jupiter lewat Celestron PowerSeeker 70AZ. Kredit: Celestron

Bulan lewat Celestron PowerSeeker 70AZ. Kredit: Celestron

Tertarik membeli Celestron PowerSeeker 70AZ?
Celestron AstroMaster 130EQ. Kredit: Celestron

Dari tampilan teleskopnya di atas, Celestron AstroMaster 130EQ cukup ganteng. Berbeda dari dua teleskop sebelumnya, yang satu ini adalah jenis reflektor. Sebagus apa sih?

Celestron Astromaster 130EQ, dengan desain yang ramah pengguna dan optik yang kuat, menawarkan keseimbangan yang baik antara keterjangkauan harga dan kinerjanya. Teleskop ini bisa memberikan hasil pengamatan objek langit yang tajam dan jelas. Dilengkapi dengan dudukan equatorial pula yang memudahkan pelacakan objek langit saat bergerak melintasi langit malam.

Ditambah lagi, ukuran aperture teleskop yang selebar 130mm memberikan kekuatan pengumpulan cahaya yang amat sangat baik, sehingga memungkinkan kamu untuk melihat objek redup seperti nebula dan galaksi.

Karena merupakan jenis reflektor, kamu perlu melakukan kolimasi, proses menyelaraskan optik teleskop, sangat penting untuk mencapai fokus optimal dan menghasilkan gambar yang tajam dan jernih. Proses ini mungkin diperlukan pada saat awal penerimaan teleskop dan dilakukan secara berkala selama penggunaannya. Tenang, kolimasi itu sangat mudah, dan banyak tutorial tersedia untuk membantu kamu.

Berikut hasil pengamatannya:

Saturnus lewat Celestron AstroMaster 130EQ. Kredit: Celestron

Andromeda lewat Celestron AstroMaster 130EQ. Kredit: Celestron

Tertarik membeli Celestron AstroMaster 130EQ?
Nah, itulah 3 teleskop yang cocok untuk pemula. Kamu bisa mulai mempertimbangkan nih mau beli teleskop yang mana sebagai teleskop pertama. Hobi astronomi tanpa teleskop seperti makan sate Madura tanpa bumbu kacang, ada yang kurang.

Selamat mengamati langit!
Ada perlu? Hubungi saya lewat riza@belajarastro.com

Posting Komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.