Saran pencarian

Planet Pengembara: Ketika Sebuah Planet Melayang Bebas Tanpa Bintang

Tidak semua bintang diorbiti planet, pun tidak semua planet mengorbit bintang. Mari mengenal planet pengembara.
Ilustrasi planet pengembara. Kredit: Dibuat dengan AI

InfoAstronomy - Tidak semua bintang diorbiti planet, pun tidak semua planet mengorbit bintang. Dalam kegelapan luasnya alam semesta, terdapat planet-planet misterius yang mengembara di antara bintang-bintang. Secara kolektif, mereka dikenal sebagai planet pengembara.

Planet pengembara telah lama menjadi pusat perhatian para astronom karena mereka menyimpan rahasia tentang pembentukan dan evolusi sistem bintang. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi konsep planet pengembara, bagaimana para astronom menemukannya, dan beberapa contoh signifikan dari planet pengembara yang telah ditemukan.

Apa Itu Planet Pengembara?

Planet pengembara adalah objek yang melayang-layang secara bebas di alam semesta, tidak terikat oleh gravitasi bintang tertentu. Mereka tidak mengelilingi bintang seperti planet-planet dalam tata surya kita. Sebaliknya, planet pengembara mengembara sendirian di ruang angkasa, terlepas dari ikatan gravitasi yang mengikat planet-planet di tata surya kita ke Matahari.

Planet pengembara menjadi objek yang sangat menarik bagi para astronom, karena mereka menawarkan wawasan yang berbeda tentang pembentukan dan evolusi planet. Studi tentang planet pengembara juga dapat memberikan wawasan baru tentang populasi planet di luar tata surya kita.

Kok Bisa Ada Planet Pengembara?

Umumnya, sebuah planet adalah objek yang mengitari sebuah bintang. Lalu, bagaimana bisa ada planet pengembara yang tidak punya bintang sama sekali?

Ilustrasi planet pengembara yang gelap tanpa bintang. Kredit: NASA

Proses pembentukan planet pengembara masih menjadi misteri dalam dunia astronomi. Beberapa teori yang diajukan untuk menjelaskan pembentukan mereka adalah seperti:

Pembentukan di Sistem Bintang: Planet pengembara mungkin terbentuk di sekitar bintang lain dalam sebuah sistem tata suryanya sendiri. Namun, suatu hal terjadi di mana mereka bisa terlepas dari sistem bintangnya, salah satunya lewat interaksi gravitasi dengan bintang-bintang lain yang berada dekat dengannya, sehingga ia terbawa atau tertarik keluar dari sistem bintangnya.

Pembentukan di Luar Sistem Bintang: Planet pengembara juga bisa terbentuk di ruang antarbintang, tanpa terkait dengan bintang tertentu. Ini bisa terjadi melalui pembentukan mirip dengan pembentukan bintang, di mana awan gas dan debu antarbintang mulai menggumpal. Namun, alih-alih menjadi bintang, gumpalan awan gas dan debu itu malah membentuk planet.

Ditendang dari Sistem Bintangnya: Selain karena adanya bintang lain yang lewat, planet pengembara juga bisa eksis karena ia ditendang oleh planet lain dalam sistem bintangnya. Gravitasi antarplanet dalam sistem bintang bisa menyebabkan planet lain dalam sistem itu tertendang keluar.

Bagaimana Planet Pengembara Ditemukan?

Menemukan planet pengembara bukanlah tugas yang mudah bagi para astronom. Planet-planet ini sering kali terlalu jauh dan terlalu redup untuk terdeteksi dengan metode observasi langsung yang digunakan untuk mendeteksi planet-planet asing lain yang mengitari bintang.

Namun, ada beberapa metode yang telah digunakan untuk menemukan planet pengembara:

Pemantauan Gerak Sendiri: Metode ini melibatkan pemantauan posisi bintang-bintang di langit selama periode waktu tertentu. Planet pengembara dapat diidentifikasi berdasarkan geraknya yang berbeda dari bintang-bintang di latar belakangnya. Pemantauan ini dapat dilakukan dengan teleskop atau instrumen pencitraan yang canggih.

Efek Gravitasi: Jika planet pengembara melintasi garis pandang antara Bumi dan bintang latar belakang, efek gravitasinya dapat menyebabkan perubahan sementara dalam cahaya bintang tersebut. Metode ini dikenal sebagai microlensa, dan dapat memberikan petunjuk tentang keberadaan planet pengembara.

Pencitraan Langsung: Dalam beberapa kasus, planet pengembara dapat terdeteksi melalui pengamatan langsung menggunakan teleskop. Namun, ini lebih sulit dilakukan karena kebanyakan planet pengembara terlalu redup dan jauh.

Ilustrasi planet pengembara. Kredit: Space.com

Planet Pengembara yang Telah Ditemukan

Keberadaan planet pengembaran bukan lagi sekadar hipotesis belaka, melainkan sudah ditemukan bukti-bukti planet-planetnya. Setidaknya, ada dua planet pengembara yang telah dikonfirmasi keberadaannya di alam semesta.

Planet PSO J318.5-22
Objek ini adalah planet pengembara pertama yang ditemukan menggunakan teknik pencitraan langsung. PSO J318.5-22 tidak memiliki bintang induk dan ditemukan mengembara sendirian di ruang angkasa.

Menurut pengamatan awal yang dilakukan oleh para astronom, planet ini memiliki massa yang setara beberapa kali lipat dari massa Jupiter dan terletak sekitar 80 parsec (lebih dari 260 tahun cahaya) dari Bumi.

Planet pengembara PSO J318.5-22. Kredit: N. Metcalfe & Pan-STARRS 1 Science Consortium

PSO J318.5-22 bisa menjadi planet pengembara kemungkinan akibat adanya gangguan gravitasi dari planet tetangganya pada sistem bintangnya, yang telah menendang planet tersebut sehingga menjadi melayang bebas di luar angkasa.

Melalui pengamatan spektral terhadapnya, diperkirakan suhu di dalam awan planet PSO J318.5-22 ini melebihi 800 °C. Awannya diketahui terbuat dari debu panas dan besi cair.

Planet OGLE-2016-BLG-1928
OGLE-2016-BLG-1928 adalah salah satu planet pengembara yang menarik perhatian para astronom. Ditemukan melalui metode microlensa, planet ini memperlihatkan karakteristik yang membedakannya dari planet pengembara lainnya.

Dengan massa sekitar dua kali massa Bumi, OGLE-2016-BLG-1928 terletak dalam kisaran massa yang relatif ringan untuk planet pengembara. Penemuannya dianggap penting karena ukurannya yang kecil memberikan informasi berharga tentang variasi massa planet pengembara.

Ilustrasi planet OGLE-2016-BLG-1928 yang ditemukan dengan mikrolensa. Kredit: NASA

Dengan metode microlensa, planet ini terdeteksi ketika melewati garis pandang antara Bumi dan bintang latar belakang, menyebabkan perubahan sementara dalam cahaya bintang tersebut. Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, OGLE-2016-BLG-1928 menjadi bagian dari kumpulan data yang memperkaya pemahaman kita tentang planet pengembara dan dapat membuka jendela pada karakteristik unik objek-objek ini di alam semesta.

Jadi, itulah planet pengembara. Planet pengembara adalah objek misterius di alam semesta yang menantang para ilmuwan untuk menjelajahi lebih jauh. Meskipun deteksinya sulit, penemuan planet pengembara menawarkan wawasan yang berharga tentang beragamnya objek di luar tata surya kita.

Dengan setiap penemuan baru, kita mendekati pemahaman yang lebih baik tentang asal usul, evolusi, dan mungkin keberadaan kehidupan di alam semesta yang luas ini. Planet pengembara menjadi satu lagi bab dalam kisah panjang eksplorasi luar angkasa manusia, membuka pintu untuk lebih banyak misteri yang menanti untuk dipecahkan.

Sumber:
  • Abbot, D. S., & Switzer, E. R. (2011). The Steppenwolf: a proposal for a habitable planet in interstellar space. The Astrophysical Journal Letters, 735(2), L27.
  • Huang, Y., & Gladman, B. (2022, December). Effect of a Rogue Planet on the Early Solar System. In AAS/Division for Planetary Sciences Meeting Abstracts (Vol. 54, No. 8, pp. 511-01).
  • Kohler, S. (2020). A Terrestrial-Mass Planet on the Run?. AAS Nova Highlights, 7245.
  • Mróz, P., Poleski, R., Gould, A., Udalski, A., Sumi, T., Szymański, M. K., ... & KMT Collaboration. (2020). A terrestrial-mass rogue planet candidate detected in the shortest-timescale microlensing event. The Astrophysical Journal Letters, 903(1), L11.
  • Scholz, A., Muzic, K., Jayawardhana, R., Quinlan, L., & Wurster, J. (2022). Rogue planets and brown dwarfs: predicting the populations free-floating planetary mass objects observable with JWST. Publications of the Astronomical Society of the Pacific, 134(1040), 104401.
Ada perlu? Hubungi saya lewat riza@belajarastro.com

1 komentar

  1. Kalau saja teknologi warp sdh ditemukan, planet2 pengembara tsb terutama yg berukuran tdk jauh dr ukuran bumi spertinya berpotensi besar utk dijadikan lahan tambang krn pasti di planet2 tsb banyak terdapat mineral dll. Jd manusia tdk perlu mengexploitasi habis2an di planet sendiri, cukup planet lain yg dikeruk hasil tambangnya sehingga kelestarian bumi terjaga
Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.