Gabung menjadi member BelajarAstro KLUB yuk! Cek benefitnya~

Saran pencarian

Dapat Pembaruan Perangkat Lunak, Duo Voyager Bisa Hidup Lebih Lama

Duo Voyager mendapat pembaruan perangkat lunak, yang kemungkinan dapat membantu memperpanjang umur kedua penjelajah antarbintang tersebut.
Ilustrasi Voyager 1. Kredit: NASA/JPL-Caltech

InfoAstronomy - Misi wahana antariksa nirawak Voyager 1 dan Voyager 2 semestinya berakhir dalam 2-3 tahun lagi karena terputusnya komunikasi ke Bumi. Namun, baru-baru ini mereka mendapatkan pembaruan perangkat lunak, hal yang kemungkinan besar akan membantu memperpanjang umur kedua penjelajah antarbintang tersebut.

Para ilmuwan misi Voyager dalam beberapa pekan terakhir ini baru saja mengambil langkah-langkah penting untuk membantu memastikan duo Voyager, yang diluncurkan pada tahun 1977, bisa terus aktif sambil menjelajahi ruang antarbintang selama bertahun-tahun yang akan datang.

Salah satu langkahnya adalah mengatasi residu bahan bakar yang tampaknya terakumulasi di dalam tabung sempit pada beberapa pendorong duo Voyager. Pendorong sendiri digunakan untuk menjaga antena setiap Voyager tetap mengarah ke Bumi, sehingga bisa terus berkomunikasi.

Tim ilmuwan juga telah mengunggah pembaruan perangkat lunak untuk mencegah terulangnya kesalahan yang terjadi pada Voyager 1 tahun lalu, yang menyebabkannya tidak bisa mengaktifkan pendorong untuk mengarahkan antenanya ke Bumi. Para ilmuwan telah mengatasi kesalahan tersebut, dan pembaruan perangkat lunak ini dimaksudkan untuk mencegah masalah tersebut terjadi lagi pada Voyager 1 atau muncul di kembarannya, Voyager 2.

Pendorong yang Mampat

Pendorong pada Voyager 1 dan Voyager 2 digunakan untuk menjaga antena kedua wahana antariksa itu untuk tetap mengarah ke Bumi agar dapat berkomunikasi. Voyager dapat berputar ke tiga arah, yaitu atas dan bawah, ke kiri dan kanan, dan menggelinding seperti roda. Saat mereka melakukan ini, pendorong secara otomatis menyala dan mengubah orientasi wahana antariksa tersebut agar antenanya tetap mengarah ke Bumi.

Cara kerjanya begini: Propelan mengalir ke pendorong melalui saluran bahan bakar, kemudian melewati saluran yang lebih kecil di dalam pendorong yang 25 kali lebih sempit daripada saluran bahan bakar eksternal.

Sayangnya, setiap penembakan pendorong menambah sejumlah kecil residu propelan, yang menyebabkan penumpukan material secara bertahap selama beberapa dekade terakhir. Di beberapa tabung saluran masuk propelan, penumpukannya menjadi signifikan. Pendorong pun mampat.

Instrumen pada wahana antariksa Voyager. Kredit: NASA/JPL-Caltech

Untuk memperlambat penumpukan tersebut, para ilmuwan telah menemukan triknya: Mereka telah mulai membiarkan kedua wahana antariksa ini untuk berputar sedikit lebih lama pada setiap arah sebelum menembakkan pendorongnya. Hal ini akan mengurangi frekuensi penggunaan pendorong.

Penyesuaian penggunaan pendorong ini telah dilakukan melalui serangkaian kode perintah yang dikirim pada bulan September dan Oktober, yang mana telah membuat kedua wahana antariksa ini bergerak hampir 1 derajat lebih jauh pada setiap arah dibandingkan sebelumnya, serta penggunaan pendorong yang lebih sedikit dan lebih lama sehingga mengurangi jumlah residu.

Para ilmuwan sayangnya belum dapat mengetahui dengan pasti kapan saluran masuk propelan pendorong akan mampat sepenuhnya, tetapi mereka memperkirakan dengan tindakan pencegahan ini, pemampatan pendorong tersebut tidak akan terjadi setidaknya dalam lima tahun ke depan, atau bahkan mungkin lebih lama lagi. Masa hidup duo Voyager pun bertambah.

Pembaruan Perangkat Lunak

Pada tahun 2022, sistem komputer pada wahana antariksa Voyager 1 mulai mengirimkan laporan status yang kacau, meskipun tetap beroperasi secara normal. Butuh waktu berbulan-bulan bagi para ilmuwan untuk membereskan masalahnya kala itu.

Kacau di sini adalah sistem artikulasi dan kontrol (AACS) Voyager 1 salah mengarahkan perintah, di mana membuat Voyager 1 "berpaling" dari Bumi sehingga memutuskan komunikasinya. Untungnya, masalah teratasi dan kini Voyager 1 telah berkomunikasi kembali. Nah, pembaruan perangkat lunak baru-baru ini telah dikirimkan untuk mencegah hal itu kembali terjadi.

Voyager 1 dan Voyager 2 masing-masing telah berjarak lebih dari 24 miliar dan 20 miliar kilometer dari Bumi. Pada jarak tersebut, pembaruan perangkat lunak akan memakan waktu lebih dari 18 jam untuk sampai ke kedua wahana antariksa ini lewat gelombang elektromagnetik.

Dan karena usia kedua wahana antariksa tersebut yang sudah tua ditambah jeda waktu komunikasi, terdapat risiko pembaruan perangkat lunak tersebut dapat menimpa kode penting atau menimbulkan efek lain yang tidak diinginkan para ilmuwan. Untungnya, untuk mengurangi risiko tersebut, tim telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menulis, meninjau, dan memeriksa kode.

Voyager 2 akan menerima pembaruan perangkat lunak terlebih dahulu dan berfungsi sebagai uji coba untuk kembarannya. Voyager 1 terletak lebih jauh dari Bumi dibandingkan wahana antariksa lainnya, yang membuat data darinya lebih berharga.

Semoga pembaruan ini berhasil!

Sumber:
  • Cofield, C. (2023). NASA’s Voyager Team Focuses on Software Patch, Thrusters. NASA's Jet Propulsion Laboratory.
  • Hintz, G. R. (2023). Orbital Maneuvers. In Orbital Mechanics and Astrodynamics: Techniques and Tools for Space Missions (pp. 61-137). Cham: Springer International Publishing.
  • Ramesh, S. (2023). Voyager: Venturing Outside the Solar System. Berkeley Scientific Journal, 27(2).
Ada perlu? Hubungi saya lewat riza@belajarastro.com

Posting Komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.