Gabung menjadi member BelajarAstro KLUB yuk! Cek benefitnya~

Saran pencarian

Teleskop James Webb Deteksi Tanda Kehidupan di Planet Asing

Melalui serangkaian pengamatan menggunakan teleskop antariksa James Webb, sekelompok astronom berhasil meneliti atmosfer sebuah planet asing.
Ilustrasi planet asing K2-18b. Kredit: NASA, CSA, ESA, J. Olmstead (STScI), N. Madhusudhan (Cambridge University)

Info Astronomy - Melalui serangkaian pengamatan menggunakan teleskop antariksa James Webb, sekelompok astronom berhasil meneliti atmosfer sebuah planet asing di luar tata surya kita. Satu hal yang menarik, tanda kehidupan dideteksi di sana.

Spektrum yang diperoleh teleskop Webb menunjukkan bukti kuat adanya karbon dioksida dan metana, keduanya merupakan gas yang berasal dari aktivitas biologis, meskipun juga umum terbentuk di luar asal biologis. Lebih penting lagi, tetapi lebih tentatif, penelitian ini juga menemukan petunjuk adanya dimetil sulfida (CH3)2S, gas yang hanya dihasilkan oleh makhluk hidup, setidaknya di Bumi.

Proses Penemuan

Cahaya dari bintang induknya, K2-18, menyinari atmosfer planet K2-18b setiap kali ia melewati wajah bintang tersebut dari sudut pandang kita di Bumi. Gas di atmosfer planet itu pun lantas menyerap berbagai panjang gelombang tertentu, menciptakan "sidik jari" unik yang mengungkap unsur apa saja yang ada pada atmosfernya itu.

Para astronom menggunakan sidik jari ini untuk menemukan metana dan karbon dioksida. Mereka juga menemukan unsur yang dideteksi pada 3,3 µm, salah satu panjang gelombang yang terkait dengan dimetil sulfida, tetapi sayangnya teramati ada unsur lain yang terserap pada panjang gelombang yang cukup dekat sehingga pendeteksiannya tidak pasti.

Pengamatan lebih lanjut mungkin dapat menjawab pertanyaan ini. Setiap kali K2-18b melewati transit bintangnya, terdapat peluang lain untuk mengumpulkan lebih banyak cahaya, dan menggabungkan pengamatan ini dapat menghasilkan sinyal yang lebih jelas. Analisis sejauh ini sendiri dilakukan pada observasi dua transit, yang masing-masing menghasilkan setara dengan delapan transit yang diamati Hubble.

Spektrum cahaya dari planet K2-18b. Kredit: NASA, CSA, ESA, J. Olmstead (STScI), N. Madhusudhan (Cambridge University)

K2-18b memiliki radius 2,6 kali ukuran Bumi, tetapi massanya 8,6 kali lebih besar. Hal ini membuatnya kurang padat dibandingkan planet berbatu, tetapi lebih padat dibandingkan raksasa gas seperti Neptunus.

Diperkirakan planet ini memiliki samudra air yang dikelilingi oleh atmosfer kaya hidrogen yang tebal. Para astronom menamai kelas planet ini Hycean (Hydrogen-ocean) dan berpendapat bahwa mungkin lebih mudah untuk menemukan tanda-tanda kehidupan di atmosfer kelas planet ini dibandingkan di planet yang lebih mirip Bumi. K2-18b dianggap sebagai planet Hycean pertama, tetapi hingga saat ini lautan di dalamnya masih bersifat spekulatif.

Pada tahun 2019, studi atmosfer K2-18b menggunakan Hubble mendeteksi tanda-tanda uap air, yang pertama kali terjadi di planet yang cukup dingin dan juga memiliki lautan cair. Namun demikian, penelitian Hubble itu berjalan lambat.

Bukan, bukan karena teknologi Hubble yang usang, melainkan karena planet-planet yang berada di zona laik huni bintangnya memerlukan orbit yang lebih lama dan panjang dibandingkan dengan planet-planet yang terlalu dekat dan panas dari bintang induknya.

Penelitian lanjutan terhadap K2-18b akan terus dilakukan oleh Webb, dan kita mungkin akan mendapatkan wawasan tambahan pada masa yang akan datang.

Sumber:
  • Benneke, B., Wong, I., Piaulet, C., Knutson, H. A., Lothringer, J., Morley, C. V., ... & Fraine, J. (2019). Water vapor and clouds on the habitable-zone sub-Neptune exoplanet K2-18b. The Astrophysical Journal, 887(1), L14.
  • Charnay, B., Blain, D., Bézard, B., Leconte, J., Turbet, M., & Falco, A. (2021). Formation and dynamics of water clouds on temperate sub-Neptunes: the example of K2-18b. Astronomy & Astrophysics, 646, A171.
  • Cloutier, R., Astudillo-Defru, N., Doyon, R., Bonfils, X., Almenara, J. M., Benneke, B., ... & Wünsche, A. (2017). Characterization of the K2-18 multi-planetary system with HARPS-A habitable zone super-Earth and discovery of a second, warm super-Earth on a non-coplanar orbit. Astronomy & Astrophysics, 608, A35.
  • Madhusudhan, N., Sarkar, S., Constantinou, S., Holmberg, M., Piette, A., & Moses, J. I. (2023). Carbon-bearing Molecules in a Possible Hycean Atmosphere. arXiv preprint arXiv:2309.05566.
Ada perlu? Hubungi saya lewat riza@belajarastro.com

Posting Komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.