Jadwal Fenomena Langit Agustus 2022


Info Astronomy - Perjalanan kita di tahun 2022 saat ini sudah tiba di bulan Agustus. Sudah sangat banyak nih fenomena langit yang kita amati selama tujuh bulan terakhir pada tahun ini. Menariknya, masih ada banyak lagi fenomena langit yang akan terjadi, lho!

Seperti biasa, InfoAstronomy.org sudah merangkum jadwal fenomena langit bulanan, termasuk untuk sepanjang Agustus 2022 ini. Penasaran bisa mengamati fenomena langit apa saja? Yuk simak artikel selengkapnya!

Jadwal Fase Bulan

  • Fase Bulan Perbani Awal: 5 Agustus 2022 pukul 18.07 WIB
  • Fase Bulan Purnama: 12 Agustus 2022 pukul 08.35 WIB
  • Fase Bulan Perbani Akhir: 19 Agustus 2022 pukul 19.36 WIB
  • Fase Bulan Baru: 27 Agustus 2022 pukul 15.18 WIB

Melihat Planet-planet Tata Surya

Iya, planet-planet memang tidak memancarkan cahayanya sendiri. Planet bisa terlihat justru karena mereka memantulkan cahaya Matahari yang diterimanya. Ingat, di tata surya, bukan cuma Bumi saja yang disinari Matahari ya.

Dengan kata lain, ketika kita melihat planet di langit malam, artinya kita sebenarnya sedang melihat sisi siang hari planet tersebut, bukan karena planet tersebut memancarkan cahayanya sendiri seperti halnya yang dilakukan oleh bintang.

Nah, sepanjang Agustus ini, ada beberapa planet tata surya yang bisa kita amati.

Merkurius
Untuk bulan ini, waktu terbaik untuk melihat planet Merkurius adalah pada 27 Agustus 2022. Pada tanggal itu, sang planet terdekat dari Matahari ini akan mencapai titik elongasi terjauhnya dari sisi timur Matahari.

Atau bahasa sederhananya adalah, ketika Matahari terbenam pada tanggal itu, posisi Merkurius di langit Bumi masih cukup tinggi dari cakrawala barat, menjadikan ia dapat diamati dengan lebih mudah mengingat posisi Merkurius tidak pernah terlalu jauh dari Matahari sebagai planet terdekat darinya.


Seperti pada gambar di atas, posisi Merkurius akan mencapai setinggi 24° dari cakrawala barat saat Matahari terbenam. Jadi, untuk mengamatinya, amati langit barat mulai sekitar pukul 18.15 waktu setempat daerah kamu. Dalam pandangan mata telanjang, Merkurius akan tampak bagai bintang kecil kuning yang terang. Kamu perlu teleskop untuk melihatnya lebih jelas.

Venus
Waktu terbaik untuk melihat planet Venus bulan ini adalah pada 26 Agustus 2022, ketika sang planet kedua terdekat dari Matahari ini akan berada sejauh sekitar 4° dari Bulan sabit dalam fenomena konjungsi planet.

Konjungsi Venus dan Bulan ini bisa diamati mulai pukul 05.30 dini hari waktu setempat daerahmu, ketika kedua objek langit ini berada rendah di atas cakrawala timur. Perhatikan bahwa pandangan ke arah timur kamu sebaiknya tidak terhalang apapun karena posisi Venus dan Bulan tidak terlalu tinggi.


Venus bisa diamati dengan mata telanjang. Ia akan tampak bagai bintang kuning yang amat sangat terang yang berada di sisi selatan Bulan sabit seperti pada gambar di atas. Gunakan teleskop untuk melihat Venus lebih jelas dan detail ya.

Mars
Sang planet merah tidak ketinggalan juga bisa diamati pada bulan ini, lho. Waktu terbaik untuk melihatnya adalah pada tanggal 20 Agustus 2022, ketika Mars membentuk formasi segitiga bersama Bulan dan gugus bintang Pleiades.

Fenomena ini akan sangat menarik diamati karena menjadi kesempatan yang sangat baik untuk melihat tiga objek langit berbeda: Planet, gugus bintang, dan satelit alami!


Seperti pada gambar di atas, Mars akan terletak sejauh sekitar 3° dari sisi barat Bulan dan 4° dari sisi selatan gugus bintang Pleiades. Kamu bisa mulai mengamati segitiga kosmis ini mulai pukul 01.00 dini hari waktu setempat daerahmu di arah langit timur sampai menjelang Matahari terbit.

Disarankan menggunakan teleskop untuk pengamatan planet Mars, gugus bintang Pleiades, dan Bulan yang lebih jelas dan detail. Dalam pandangan mata telanjang, Mars hanya akan tampak bagai bintang kemerahan yang terang dan tidak berkelap-kelip saja.

Jupiter
Planet terbesar di tata surya juga bisa diamati bulan ini nih. Jupiter sebenarnya bisa teramati setiap malam, tetapi waktu terbaik untuk mengamatinya adalah pada 15 Agustus 2022, ketika ia berada di titik konjungsi dengan Bulan.


Persis seperti gambar di atas, Jupiter akan berada sejauh sekitar 2° dari sisi barat Bulan, bisa diamati di arah langit timur mulai pukul 21.45 waktu setempat daerah kamu sampai dengan menjelang Matahari terbit keesokan harinya.

Kamu perlu menggunakan teleskop untuk bisa melihat Jupiter lebih jelas, lengkap dengan empat satelit alami terbesarnya, yaitu Ganimede, Io, Kalisto, dan Europa. Kalau cuma diamati dengan mata telanjang, Jupiter hanya akan seperti bintang kuning terang saja.

Saturnus
Sang planet bercincin ini merupakan planet terjauh di tata surya yang masih cukup terang untuk diamati dengan mata telanjang. Pada bulan ini, waktu terbaik untuk mengamatinya ada dua kesempatan, lho. Pertama, ketika ia berkonjungsi dengan Bulan pada 12 Agustus 2022, dan kedua adalah ketika Saturnus mencapai jarak terdekat dari Bumi pada 15 Agustus 2022.

Kita bahas satu per satu yuk!

Jadi, pada 12 Agustus 2022, kamu bisa menemukan Saturnus di langit arah timur mulai jam 19.00 waktu setempat daerahmu. Di momen itu, Saturnus akan ditemani oleh Bulan dalam fenomena konjungsi, dengan keduanya terpisah sejauh 3° satu sama lain, persis seperti gambar di bawah ini:


Sementara pada 15 Agustus 2022, Saturnus akan mencapai titik oposisi terhadap Matahari. Atau dengan kata lain, Matahari-Bumi-Saturnus akan berada dalam satu garis lurus di tata surya, membuat Bumi dan Saturnus berada pada jarak paling dekatnya, yakni sekitar 1,31 miliar kilometer.

Dengan begitu, Saturnus akan berada sejauh 180° dari Matahari di langit Bumi. Ketika Matahari terbenam, Saturnus baru terbit. Dan ketika Matahari terbit esok harinya, Saturnus baru terbenam. Hal ini akan membuat Saturnus terlihat sepanjang malam, kamu bisa mulai mengamatinya jam 18.30 waktu setempat daerahmu di arah langit timur:


Eits, walaupun mencapai jarak terdekat, tetap diperlukan teleskop untuk melihat Saturnus lebih jelas ya, termasuk untuk melihat cincinnya yang megah dan cantik itu. Karena dalam pandangan mata telanjang, Saturnus yang berjarak miliaran kilometer itu hanya akan tampak bagaikan bintang putih kekuningan terang saja.

Belum punya teleskop? Kami menyediakannya di InfoAstronomy Store. Beberapa rekomendasi kami untuk melihat planet-planet adalah:

Melihat Hujan Meteor

Belum puas cuma melihat planet-planet tata surya? Agustus ini juga ada fenomena hujan meteor!

Hujan Meteor Perseid
Fenomena hujan meteor pertama yang akan terjadi adalah Perseid, yang mencapai puncaknya pada 13 Agustus 2022. Oh iya, meskipun namanya "hujan meteor", fenomena ini tidak seberbahaya namanya kok. Hujan meteor adalah fenomena yang aman untuk diamati.

Hujan meteor dapat terjadi ketika Bumi melintasi bekas jalur orbit sebuah komet atau asteroid. Ketika komet atau asteroid bergerak mendekati Matahari, radiasi intens dari Matahari akan membuat permukaan komet atau asteroid terkikis, sehingga mereka akan meninggalkan debris di sepanjang jalur orbit yang dilaluinya.

Nah, pada waktu-waktu tertentu, Bumi kita melintasi sekumpulan debris itu. Gravitasi Bumi pun dapat menarik debris tadi untuk masuk ke atmosfer sebagai meteor. Karena jumlahnya banyak, maka disebut secara kolektif sebagai hujan meteor.

Perseid artinya hujan meteor ini muncul dari arah rasi bintang Perseus. Dengan begitu, untuk mengamatinya, paling baik saat rasi bintang ini sudah muncul di langit Bumi, yaitu mulai pukul 01.30 dini hari waktu setempat daeramu, ketika Perseus berada di langit timur laut.


Perseid sebenarnya dapat mencapai intensitas 100 meteor per jam. Namun, pada tahun ini, puncak Perseid bertepatan dengan fase Bulan H+1 purnama, sehingga cahayanya masih akan sangat terang di langit malam, meredupkan meteor-meteor yang muncul dan akhirnya menurunkan intensitasnya. 2022 bukan tahun yang baik untuk melihat Perseid.

Hujan Meteor Kappa Cygnid
Selain Perseid, Agustus ini juga ada hujan meteor Kappa Cygnid, yang mana akan mencapai puncaknya pada 18 Agustus 2022. Bedanya, Kappa Cygnid adalah hujan meteor minor atau berintensitas rendah, yakni hanya sekitar 3-5 meteor per jam.

Sesuai namanya, hujan meteor ini memiliki titik radian di rasi bintang Cygnus, tepatnya di sebelah bintang Kappa Cygnii. Rasi bintang ini sudah terbit pada awal malam, sehingga kesempatan melihat hujan meteor Kappa Cygnid bisa dilakukan sepanjang malam, walaupun akan muncul Bulan setelah tengah malam.


Baik hujan meteor Perseid dan Kappa Cygnid, keduanya wajib diamati dengan mata telanjang, tanpa terlu teleskop. Satu hal yang kamu butuhkan hanyalah lokasi pengamatan gelap bebas polusi cahaya. Kalau mengamatinya di tengah kota, kegagalan tidak bisa melihat satu pun meteor adalah keniscayaan.

Oke, itulah jadwal fenomena langit sepanjang Agustus 2022. Mana nih yang paling kamu tunggu-tunggu untuk diamati? Semoga cuaca selalu cerah ya!

Sumber:
  • Cladera, A. (2022). Astronomical Events 2022: The Definitive Photography Guide. Photophills.com.
  • Nakra, R. (2022). Astronomy Calendar 2022: All The Exciting Celestial Events You Should Not Miss. Secretsofuniverse.in.