Inilah 5 Hasil Pengamatan Ilmiah Pertama James Webb!


Info Astronomy - Setelah tiba di titik orbitnya pada 24 Januari 2022, teleskop antariksa James Webb sekarang sudah secara resmi beroperasi, yang mana ditandai dengan memamerkan 5 hasil pengamatan ilmiah pertamanya pada 12 Juli 2022 kemarin. Apa saja hasil pengamatannya? Yuk simak!

Webb merupakan teleskop antariksa termutakhir sejauh ini. Ia merupakan teleskop hasil kerja sama antara Lembaga Antariksa AS (NASA), Eropa (ESA), dan Kanada (CSA). Dengan Webb, pengamatan terhadap alam semesta menjadi lebih dalam dan lebih detail dari sebelumnya.

Teleskop antariksa ini ditempatkan di titik Lagrange 2, sekitar 1,5 juta kilometer jauhnya dari Bumi. Lokasi ini dipilih karena Webb akan mengamati alam semesta lewat inframerah, di mana jika jauh dari Bumi dan Bulan hasil fotonya akan menjadi sangat baik.

Nah, pada 12 Juli 2022 kemarin, 5 hasil pengamatan ilmiah pertamanya dirilis.

Pertama, Gugus Galaksi SMACS 0723

Dari 5 hasil pengamatan ilmiah pertama Webb, inilah foto terdalam dan paling detail dari alam semesta yang pernah diambil oleh sang teleskop: Gugus galaksi SMACS 0723!


Setiap objek yang bisa kamu lihat pada foto di atas adalah galaksi, kecuali objek dengan 6 spike yang mana itu merupakan bintang-bintang latar depan milik Bimasakti. Satu hal yang unik dalam foto ini adalah, adanya fenomena lensa gravitasi.

Perhatikan bagian tengah foto deh. Kamu bisa melihat adanya sebuah galaksi elips raksasa berwarna putih di tengah foto. Galaksi elips itu berada di latar depan. Menurut Einstein, gravitasi dari objek besar membuat ruangwaktu di sekitarnya melengkung. Nah, fenomena itulah yang membuat galaksi-galaksi lain di sekitar galaksi elips ini tampak memanjang.

Galaksi elips di latar depan bertindak sebagai "kaca pembesar kosmis" yang membuat galaksi-galaksi lain di belakangnya menjadi "diperbesar". Efek yang terjadi adalah, muncul beberapa galaksi yang memanjang karena lensa gravitasi tadi.

Kedua, Penelitian Atmosfer Planet WASP-96b

Sejauh ini, telah dikonfirmasi keberadaan lebih dari 5.000 planet asing di galaksi Bimasakti. Nah, planet asing pertama yang diteliti oleh Webb adalah WASP-96b, berjarak sekitar 1.120 tahun cahaya dari Bumi dan diketahui merupakan planet raksasa bermassa setengah massa Jupiter.

Apa yang diteliti Webb terhadap planet asing ini? Atmosfernya!


Cermin besar Webb dan instrumen ilmiah presisinya berkolaborasi secara apik untuk melakukan penelitian dan pengukuran paling detail dari penyaringan cahaya bintang melalui atmosfer planet asing WASP-96b ini.

Melalui pengamatan spektrum cahaya – yang berisi informasi tentang susunan atmosfer planet asing WASP-96b – Webb mengungkapkan keberadaan begitu banyak uap air di atmosfer planet tersebut. Ditambah lagi, pandangan Webb yang kuat juga menunjukkan bukti keberadaan kabut dan awan yang tidak dideteksi oleh penelitian sebelumnya terhadap planet ini.

Ke depannya, Webb akan sering digunakan untuk penelitian planet-planet asing luar tata surya seperti ini, yang diharapkan kita dapat menemukan tanda kehidupan di planet lain di alam semesta.

Ketiga, Nebula Cincin Selatan

Ketika bintang bermassa rendah kehabisan bahan bakar untuk melakukan fusi nuklir di intinya, ia akan runtuh karena tekanan keluar yang menahan gravitasinya sudah tidak ada lagi. Akibatnya, lapisan terluar bintang akan "tumpah" ke ruang angkasa, membentuk nebula planeter, meninggalkan intinya di pusat nebula sebagai bintang katai putih.

Salah satu jenis nebula planeter itu berhasil diabadikan oleh Webb, Nebula Cincin Selatan.


Dengan kata lain, hasil jepretan Webb yang ini menampilkan proses kematian bintang, yang mana nantinya juga akan dialami oleh Matahari kita dalam 5 hingga 6 miliar tahun mendatang.

Bentuk unik dari Nebula Cincin Selatan ini disebabkan oleh bintang redup yang terletak di tengah nebula, yang telah melepaskan lapisan terluarnya untuk membentuk struktur cincin gas dan debu ke segala arah selama ribuan tahun terakhir. Webb mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa bintang ini diselimuti debu.

Dikatalogkan secara resmi sebagai NGC 3132, nebula ini berjarak sekitar 2.500 tahun cahaya. Webb akan memungkinkan para astronom untuk menggali lebih banyak hal spesifik tentang nebula planeter seperti ini di masa mendatang, memahami molekul apa saja yang ada, dan di mana molekul-molekul tersebut berada di dalam cangkang gas dan debu nebulanya, membantu para astronom menyempurnakan pengetahuan tentang objek-objek ini.

Keempat, Kwintet Stephan

Tabrakan antara dua galaksi mungkin sudah biasa, tapi bagaimana kalau empat galaksi bertabrakan sekaligus? Hal itu terjadi di Kwintet Stephan.


Dalam foto terbaru Kwintet Stephan yang diabadikan Webb ini, terdapat detail yang belum pernah dilihat sebelumnya. Foto dari Webb ini menunjukkan secara rinci bagaimana galaksi-galaksi dalam sistem ini saling berinteraksi, memicu pembentukan bintang secara besar-besaran dalam galaksinya masing-masing.

Webb juga mengungkapkan bagaimana gas pada masing-masing galaksi saling mengganggu satu sama lain, ada pula aliran gas keluar yang didorong oleh lubang hitam pada masing-masing galaksinya. Gugus galaksi yang rapat seperti ini mungkin lebih umum terjadi di alam semesta awal.

Kelima, Nebula Carina

Hasil pengamatan terakhir Webb adalah Nebula Carina. Webb mengungkapkan dengan begitu detail lokasi pembibitan bintang di Nebula Carina yang sebelumnya tidak pernah bisa diamati dengan observatorium-observatorium lainnya.


Juga dijuluki sebagai Tebing Kosmik, foto Nebula Carina dari Webb ini seolah tampak seperti pegunungan terjal pada malam yang diterangi cahaya Bulan. Namun, kenyataannya, itu adalah tepi rongga gas raksasa di dalam NGC 3324, dengan "puncak" tertinggi dalam foto ini tingginya sekitar 58 tahun cahaya.

Bagian-bagian gelap pada nebula ini terbentuk dari radiasi ultraviolet yang kuat dan angin bintang dari bintang-bintang muda yang sangat masif dan panas yang terletak di dalam nebula. Jika diperhatikan, kamu bisa melihat begitu banyak bintang di area cokelat pada foto di atas. Bintang-bintang itulah yang baru saja terbentuk.

Pengamatan lewat inframerah memungkinkan Webb mengamati lebih dalam tempat pembibitan bintang yang biasanya tersembunyi dalam pandangan panjang gelombang cahaya tampak. Lewat inframerah juga, Webb dapat "mengintip" melalui debu kosmik untuk melihat bagian dalam dari nebula yang tebal seperti ini.

Itulah 5 hasil pengamatan ilmiah pertama Webb. Mana yang paling menarik menurut kamu?

Sumber:
  • Byrd, D. (2022). First Webb images! Wow!. EarthSky.org.
  • Koumoundouros, T. (2022). BREAKING: Five New Incredible Images Released From The JWST. ScienceAlert.com.
  • Sohn, R. (2022). Behold! The James Webb Space Telescope's stunning 1st science images are here. SPACE.com.