Komet Besar C/2017 K2 Berpotensi Terlihat di Langit Juli 2022


Info Astronomy - Sebuah komet berukuran besar yang dikatalogkan sebagai C/2017 K2 (PanSTARRS) baru-baru ini teramati sedang bergerak menuju tata surya bagian dalam. Menariknya, pada Juli 2022 mendatang, kita berkesempatan untuk melihatnya.

Komet ini pertama kali ditemukan pada tahun 2017 menggunakan instrumen survei langit Pan-STARRS di Hawaii. Pada saat itu, para astronom yang mengamatinya pertama kali mengatakan bahwa komet ini merupakan komet aktif terjauh yang pernah mereka lihat.

Biasanya, sebuah komet baru aktif (membentuk struktur ekor) ketika mereka mendekati Matahari. Namun, bagi C/2017 K2, ia sudah memiliki ekor ketika masih berada di antara orbit Saturnus dan Uranus, saat para astronom pertama kali melihatnya.

Menurut perhitungan orbitnya, komet ini akan menuju titik terdekatnya dengan Bumi pada 14 Juli 2022, pada jarak yang masih sangat aman, yaitu sekitar 270 juta kilometer. Kemudian, komet ini akan mencapai jarak paling dekat dengan Matahari pada 19 Desember 2022. Jika kamu memiliki teleskop, sepanjang Juli mendatang komet ini bisa diamati, lho!


Sepanjang Juli 2022 nanti, komet C/2017 K2 diperkirakan akan mencapai magnitudo +8 atau bahkan +7, yang sayangnya masih terlalu redup untuk dilihat lewat mata telanjang. Kamu perlu teleskop untuk bisa melihat komet ini lebih jelas. Semakin gelap lokasi pengamatan, semakin jelas lagi kometnya.

Pengamatan awal dari Canada–France–Hawaii Telescope (CFH) menunjukkan bahwa diameter inti komet ini diperkirakan memiliki diameter sekitar 30 hingga 160 kilometer. Namun, pengamatan dengan Teleskop Antariksa Hubble menunjukkan ukuran yang lebih kecil, sekitar 18 kilometer. Berapapun ukuran sebenarnya, komet ini masih sangat besar.

Indikasi lain yang menunjukkan C/2017 K2 bukan komet yang kecil, atau setidaknya sangat aktif, adalah pengamatan menunjukkan bahwa ia memiliki selubung atmosfer komet (atau yang disebut koma) dengan diameter sekitar 130.000 kilometer, yang dengan kata lain berukuran 10 kali diameter planet Bumi, atau hampir sebesar diameter planet Jupiter!

Ditambah lagi, beberapa pengamatan oleh para astronom di seluruh dunia mendeteksi ekor yang sangat besar dan panjang dari komet C/2017 K2 ini, yang panjangnya sekitar 800.000 kilometer. Sebagai perbandingan, jarak Bumi ke Bulan rata-rata hanya 380.000 kilometer.

Para astronom mengatakan bahwa komet yang terlalu jauh dari Matahari seharusnya tidak menyublimkan es dalam jumlah besar seperti C/2017 K2 ini. Dengan begitu, aktivitas komet ini mungkin didorong oleh campuran es dengan zat seperti nitrogen, karbon dioksida, karbon monoksida, dan oksigen molekuler, sedikit berbeda dari komet pada umumnya.

Berburu Komet C/2017 K2

Sudah punya teleskop dan ingin coba berburu komet C/2017 K2 pada Juli 2022 mendatang? Kami sudah buatkan informasi letak komet ini di bawah untuk memudahkan kamu menemukannya!

Berikut beberapa teleskop yang kami rekomendasikan:

Pengamat yang menggunakan teleskop kecil dan berada di lokasi dengan kondisi langit gelap (minim polusi cahaya) diperkirakan dapat melihat seberkas cahaya yang menyebar dari bagian koma komet ini. Sedikit ekor komet mungkin juga akan terlihat. Kamu dapat menyambungkan kamera DSLR atau smartphone ke teleskop untuk memotret dengan teknik eksposur panjang terhadap komet ini.

Untuk menyambungkannya, kamu butuh:

Kalau semua alat pengamatan sudah siap, kamu bisa langsung melakukan pengamatannya. Pada 1 Juli 2022 mendatang jam 19.00 malam waktu setempat daerahmu, letak komet C/2017 K2 akan berada di depan rasi bintang Ophiuchus, sekitar 35 derajat dari cakrawala timur, tepatnya di asensio rekta 17h 25m 03.33s, deklinasi +1° 44' 01,8". Magnitudonya +7,24.


Mulai 1 Juli 2022, komet C/2017 K2 ini akan terus berpindah posisi karena ia bergerak mengitari Matahari, meski masih di arah rasi bintang Ophiuchus. Sampai pada 14 Juli 2022, ketika sang komet mencapai jarak terdekatnya dari Bumi, posisinya sudah berada di asensio rekta 16h 58m 08,73s, deklinasi -3° 20' 42,1". Magnitudo +7,02.

Atau dalam bahasa sederhana: Komet C/2017 K2 berada pada ketinggian sekitar 55 derajat dari cakrawala timur jam 19.00 malam waktu setempat daerahmu. Ia akan berada di dekat gugus bintang Messier 10, seperti ini:


Setelah mencapai jarak terdekat dengan Bumi pada 14 Juli 2022, komet C/2017 K2 masih bisa terus diamati hingga Desember 2022 mendatang. Nantinya, kami akan memperbarui informasi terkait komet ini secara rutin.

Kamu bisa ikuti media sosial kami untuk mengetahui update terbaru tentang komet ini ya: Instagram @infoastronomy, Twitter @infoastronomy, dan Facebook InfoAstronomy.

Selamat berburu Komet C/2017 K2!

Sumber:
  • Jewitt, D., Kim, Y., Mutchler, M., Agarwal, J., Li, J., & Weaver, H. (2021). Cometary Activity Begins at Kuiper Belt Distances: Evidence from C/2017 K2. The Astronomical Journal, 161(4), 188.
  • Królikowska, M., & Dybczyński, P. A. (2018). Dynamical evolution of C/2017 K2 PANSTARRS. Astronomy & Astrophysics, 615, A170.
  • Meech, K. J., Kleyna, J. T., Hainaut, O., Micheli, M., Bauer, J., Denneau, L., ... & Chambers, K. C. (2017). CO-driven activity in comet C/2017 K2 (PANSTARRS). The Astrophysical Journal Letters, 849(1), L8.
  • Yang, B., Jewitt, D., Zhao, Y., Jiang, X., Ye, Q., & Chen, Y. T. (2021). Discovery of Carbon Monoxide in Distant Comet C/2017 K2 (PANSTARRS). The Astrophysical Journal Letters, 914(1), L17.