Gabung menjadi member BelajarAstro KLUB yuk! Cek benefitnya~

Saran pencarian

Para Astronom Akan Kembali Kirim Pesan untuk Kehidupan Luar Bumi

Baru-baru ini, sekelompok ilmuwan internasional telah membuka kemungkinan untuk menyiarkan pesan baru ke luar angkasa, yang ditujukan untuk kehidupan

Info Astronomy - Baru-baru ini, sekelompok ilmuwan internasional telah membuka kemungkinan untuk menyiarkan pesan baru ke luar angkasa, yang ditujukan untuk kehidupan di luar Bumi yang mungkin punya teknologi untuk mendengarkan pesannya.

Mereka menyebutnya "Beacon in the Galaxy". Dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada 2 April 2022 dan sedang menunggu peer review, Jonathan Jiang, pemimpin studi ini, mengusulkan untuk pengiriman pesan dalam bentuk kode biner melalui gelombang radio menuju pusat galaksi Bimasakti kita.

Apa saja isi pesannya? Kenapa harus menuju pusat galaksi Bimasakti?

Bukan Pertama Kalinya

Jika pesan baru ini benar-benar akan dikirim, maka itu bukan pesan pertama yang pernah manusia kirimkan menuju bintang-bintang.

Pada tahun 1974 silam, para astronom menggunakan teleskop radio Arecibo pernah mengirimkan pesan ke luar angkasa. Mereka mengirimkannya ke gugus bintang bola M13, 25.000 tahun cahaya jauhnya dari Bumi. Pesan Arecibo ini berisi skema nomor basis-10 dan penggambaran tata surya kita.

Kemudian, pada akhir 1970-an, wahana antariksa nirawak Pioneer 10 dan Pioneer 11 membawa sebuah plakat yang menunjukkan sosok manusia pria dan wanita dan semacam peta ke Bumi. Dan pada akhir tahun 70-an, duo wahana antariksa Voyager juga dibelaki rekaman berisi suara dari Bumi.

Semua itu belum termasuk seluruh gelombang radio dari manusia Bumi yang telah menyebar ke luar angkasa selama sekitar 100 tahun terakhir sejak penemuan teknologi gelombang radio. Meski begitu, ruang yang dijangkau pesan-pesan ini masih sangat kecil. Ini adalah pengingat betapa besarnya alam semesta kita.

Cara Mengirim Pesan ke Luar Angkasa

Setidaknya, saat ini ada dua teleskop radio yang memungkinkan kita sebagai manusia untuk mengirim pesan ke kehidupan luar Bumi.

Pertama, ada Teleskop Five-hundred-meter Aperture Spherical Telescope, atau FAST, yang merupakan teleskop radio terbesar di China. Kedua, ada Allen Telescope Array milik SETI Institute. Saat ini, kedua teleskop tersebut baru bisa menerima sinyal dari luar angkasa. Namun, peningkatan teknologi di masa mendatang mungkin akan bikin mereka bisa untuk mengirim pesan.

Sayangnya, karena runtuhnya teleskop radio Arecibo pada tahun 2020, ia yang sempat menjadi teleskop radio untuk mengirim pesan tahun 70-an itu tidak lagi menjadi pilihan oleh para ilmuwan.

Nantinya, Jiang dan rekan-rekannya akan mengarahkan pesan mereka ke area yang paling mungkin memiliki kehidupan cerdas di Bimasakti, yakni di arah pusat galaksi, pada gugus bintang yang berjarak antara 6.500 hingga 19.500 tahun cahaya dari Bumi.

Apa Isi Pesannya?

Untuk isi pesannya, jelas kita harus berhati-hati. Jika salah mengirimkan pesan, kehidupan cerdas bukannya akan membalas pesan kita dengan damai malah bisa saja mengajak perang antargalaksi (oke, penulis terlalu fiksi ilmiah, but who knows?).

Jadi ide pesan "Beacon in the Galaxy" ini cukup sederhana. Itu akan dipancarkan dalam gelombang radio dan dikodekan dalam biner. Jiang dan rekan-rekannya berpikir bahwa cara terbaik kita untuk berkomunikasi dengan kehidupan cerdas di luar Bumi adalah dengan fokus pada matematika dan fisika.

Di sisi lain, budaya dan bahasa manusia, meskipun penting untuk menginformasikan siapa kita sebagai manusia dan bagaimana kita berhubungan satu sama lain, mungkin sulit untuk ditafsirkan oleh kehidupan luar Bumi. Tentunya alien tidak tiba-tiba bisa bahasa Inggris seperti di film-film Hollywood, dong?

Secara khusus, pesan tersebut akan mencakup hal-hal berikut:
  • Sistem biner dan desimal, bilangan prima termasuk bilangan prima terbesar
  • Operasi matematika (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian)
  • Operasi eksponensial
  • Aljabar
  • Fisika partikel
  • Elemen yang paling umum (hidrogen, helium, karbon, dll.)
  • Struktur DNA
  • Bentuk wujud manusia
  • Posisi tata surya kita menggunakan gugus bola
  • Penggambaran tata surya yang menunjukkan Bumi
  • Peta bumi
  • Komposisi dan karakteristik Bumi
  • Undangan untuk membalas pesan
Selain itu, pesan tersebut juga akan menyertakan stempel waktu yang menunjukkan kapan manusia mengirim pesan tersebut ke luar angkasa berdasarkan garis waktu yang berasal dari Big Bang.

Apakah Ini Ide yang Bagus?

Seperti yang sudah disinggung di atas, jangan sampai kita mengirim pesan yang malah mengundang alien untuk menyerang Bumi. Namun, ada sanggahan umum untuk argumen ini, yang mana dikatakan bahwa jika ada spesies yang cukup maju untuk menerima pesan dari kita, seharusnya mereka lebih mengedepankan kerja sama, perdamaian, dan kolaborasi. Bisa jadi, mereka juga bertanya-tanya, apakah ada kehidupan lain di alam semesta selain di planetnya?

Kalau posisinya dibalik, jika kita – dengan teknologi kita saat ini – menerima pesan seperti dari kehidupan cerdas luar Bumi yang berjarak ribuan tahun cahaya jauhnya, tidak banyak yang bisa kita lakukan setelahnya, apa lagi berpikiran untuk menyerang alien pengirim pesan itu.

Hal yang mungkin saja terjadi adalah, pesan yang kira kirim akan dibalas oleh kehidupan asing yang berhasil mendengarkannya.

Akankah kita bisa berkomunikasi dengan kehidupan luar Bumi?

Sumber:
  • Jiang, J. H., Li, H., Chong, M., Jin, Q., Rosen, P. E., Jiang, X., ... & Zhu, Z. H. (2022). A Beacon in the Galaxy: Updated Arecibo Message for Potential FAST and SETI Projects. Galaxies, 10(2), 55.
  • Whitt, K. (2022). A new message to the stars? Beacon in the Galaxy. EarthSky.org.
Ada perlu? Hubungi saya lewat riza@belajarastro.com

Posting Komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.