Akses artikel Premium dengan Astronomi+, mulai berlangganan.

Saran pencarian

Mengenal Galaksi Satelit, Pengiring Galaksi-galaksi Besar di Semesta

Tidak hanya planet saja yang bisa punya satelit, galaksi pun juga punya. Secara spesifik, satelit yang mengitari galaksi juga sama-sama sebuah galaksi

InfoAstronomy - Tidak hanya planet yang memiliki satelit, galaksi pun memilikinya. Bedanya, satelit yang mengorbit galaksi juga merupakan sebuah galaksi. Objek ini disebut galaksi satelit. Kenalan dengan mereka yuk!

Galaksi satelit adalah galaksi pendamping yang mengorbit galaksi yang jauh lebih besar darinya. Galaksi satelit terikat pada galaksi induknya sebagaimana Bulan mengorbit Bumi dan planet-planet mengorbit Matahari.

Sebagian besar dari galaksi satelit adalah jenis galaksi kerdil, yakni galaksi yang jumlah bintangnya sangat sedikit, terdiri hanya atas sekitar 1.000 hingga beberapa miliar bintang saja. Sebagai perbandingan, galaksi sebesar Bimasakti memiliki 400 miliar bintang.

Secara umum, ada tiga cara sebuah galaksi dapat memiliki galaksi satelit.

Cara pertama adalah terbentuk bersama. Pada awal alam semesta, gumpalan materi yang besar dapat membentuk sebuah galaksi utama sekaligus sejumlah galaksi yang lebih kecil di sekitarnya. Sejak awal, galaksi-galaksi kecil itu sudah terikat oleh gravitasi galaksi induknya.

Atau bahasa sederhananya, galaksi dan galaksi satelitnya terbentuk dari gumpalan gas hidrogen dan materi gelap pada masa-masa awal alam semesta, yang mana gumpalan gas ini pada suatu waktu mengalami keruntuhan oleh gravitasinya sendiri, sehingga mulai membentuk sekumpulan bintang sampai menjadi galaksi.

Kedua, galaksi bisa memiliki galaksi satelit dengan "menangkapnya". Galaksi merupakan sekumpulan bintang, yang mana akumulasi massa dari seluruh anggota bintangnya membuat sebuah galaksi memiliki gravitasi yang begitu kuat.

Jika sebuah galaksi kecil melintas cukup dekat, gravitasi galaksi yang lebih besar dapat menangkapnya sehingga menjadi galaksi satelit. Contohnya adalah galaksi Bimasakti kita, yang sejauh ini diketahui memiliki 60 galaksi satelit terkonfirmasi yang mengitarinya pada area seluas 1,4 juta tahun cahaya.

Awan Magellan Besar (di tengah). Kredit: Pixels.com

Satu-satunya dari 60 galaksi satelit terkonfirmasi yang bisa terlihat dengan mata telanjang adalah Awan Magellan Besar, sebuah galaksi kerdil yang telah diamati sejak zaman prasejarah. Pengukuran lewat Teleskop Antariksa Hubble menunjukkan bahwa Awan Magellan Besar kemungkinan baru pertama kali mendekati Bimasakti. Dalam beberapa miliar tahun ke depan, galaksi ini diperkirakan akan bertabrakan dan bergabung dengan Bimasakti.

Ketiga, galaksi satelit bisa terbentuk akibat tabrakan galaksi. Di alam semesta, tabrakan galaksi adalah fenomena umum, di mana gravitasi dua galaksi masif saling tarik-menarik, hingga akhirnya kedua galaksi bertemu, material gas dan bintang mengalami gangguan gravitasi yang sangat besar, dan kemudian membentuk satu galaksi baru.

Dalam prosesnya, material dari tabrakan galaksi bisa membentuk satu atau bahkan beberapa galaksi kerdil, yang kelak akan menjadi galaksi-galaksi satelit.

Dengan kata lain, galaksi satelit merupakan bagian alami dari evolusi galaksi. Ada yang lahir bersama galaksi induknya, ada yang ditangkap oleh gravitasi, dan ada pula yang terbentuk akibat tabrakan antargalaksi.

Sumber:
  • Annibali, F., & Tosi, M. (2022). Chemical and stellar properties of star-forming dwarf galaxies. Nature Astronomy, 1-11.
  • Chiti, A., Mardini, M., Limberg, G., Frebel, A., Ji, A. P., Reggiani, H., ... & Simon, J. D. (2024). Enrichment by extragalactic first stars in the Large Magellanic Cloud. Nature Astronomy, 8(5), 637-647.
  • Keim, M. A., Korol, V., & Rossi, E. M. (2023). The large magellanic cloud revealed in gravitational waves with LISA. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, 521(1), 1088-1098.
  • Oser, L., Ostriker, J. P., Naab, T., Johansson, P. H., & Burkert, A. (2010). The two phases of galaxy formation. The Astrophysical Journal, 725(2), 2312.
  • Pawlowski, M. S. (2018). The planes of satellite galaxies problem, suggested solutions, and open questions. Modern Physics Letters A, 33(06), 1830004.
  • Smith-Orlik, A., Ronaghi, N., Bozorgnia, N., Cautun, M., Fattahi, A., Besla, G., ... & Peter, A. H. (2023). The impact of the Large Magellanic Cloud on dark matter direct detection signals. Journal of Cosmology and Astroparticle Physics, 2023(10), 070.
  • Watkins, L. L., van der Marel, R. P., & Bennet, P. (2024). The mass of the Large Magellanic Cloud from the three-dimensional kinematics of its globular clusters. The Astrophysical Journal, 963(2), 84.
Riza adalah astronom amatir yang telah menulis konten astronomi sejak tahun 2012. Riza secara aktif menjadi mentor kelas astronomi di BelajarAstro.com. Hubungi lewat riza@belajarastro.com.

Posting Komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.