Saran pencarian

Jadwal Fenomena Langit Februari 2022

Januari telah berlalu, kini kita masuk ke Februari 2022. Ada banyak fenomena langit yang bisa kamu amati sepanjang bulan kedua tahun ini, lho! Dan sep

Info Astronomy - Januari telah berlalu, kini kita masuk ke Februari 2022. Ada banyak fenomena langit yang bisa kamu amati sepanjang bulan kedua tahun ini, lho! Dan seperti biasa, InfoAstronomy.org telah merangkumnya untuk kamu.

Oh iya, sebelum lanjut, fenomena-fenomena langit di bawah ini bisa kita amati di seluruh Indonesia asalkan cuaca cerah ya. Beberapa fenomena langit juga perlu teleskop untuk diamati, yang sudah kami berikan rekomendasi teleskop yang cocoknya.

Jadwal Fase Bulan

  • Fase Bulan Baru: 1 Februari 2022 jam 12.47 WIB.
  • Fase Bulan Perbani Awal: 8 Februari 2022 jam 20.50 WIB.
  • Fase Bulan Purnama: 16 Februari 2022 jam 23.56 WIB.
  • Fase Bulan Perbani Akhir: 24 Februari 2022 jam 05.33 WIB.

Melihat Hujan Meteor

Pada Februari ini, ada satu hujan meteor yang akan terjadi, yakni hujan meteor Alpha Centaurid. Mulai aktif dari 28 Januari hingga 21 Februari, puncak hujan meteor ini akan terjadi pada tanggal 8 Februari setiap tahunnya, termasuk tahun 2022 ini.

Sesuai namanya, hujan meteor ini akan muncul dari arah rasi bintang Centaurus, tepatnya di dekat bintang Hadar (Beta Centauri). Persis seperti gambar peta langit di bawah ini:


Pengamatan bisa mulai kamu lakukan jam 00.00 tengah malam waktu setempat daerahmu, ketika titik radian hujan meteor ini sudah berada pada ketinggian 15 derajat dari cakrawala selatan. Jika cuaca cerah dan bebas polusi cahaya, kamu bisa melihat 6 hingga 10 meteor per jam.

Kamu tidak perlu teleskop untuk mengamati hujan meteor, melainkan hanya butuh kesabaran karena kemunculan meteor tidak langsung banyak, dan bahkan kamu perlu melakukan adaptasi mata setidaknya 40 menit dengan gelapnya langit untuk bisa melihat meteor pertama kamu. Sebaiknya diamati di area yang jauh dari kota besar ya.

Melihat Planet-planet

Ya, planet-planet tata surya bisa kita amati bukan karena mereka memancarkan cahayanya sendiri, melainkan karena mereka juga disinari Matahari seperti Bumi. Dengan kata lain, jika kita melihat planet-planet tata surya di langit malam, tandanya kita sedang melihat sisi siang hari planet tersebut.

Nah, Februari 2022 ini, kita bisa melihat planet-planet tata surya seperti Merkurius, Venus, Mars, dan Jupiter. Penasaran kapan saja waktu terbaik pengamatannya?

Planet Merkurius
Sebagai planet paling dekat dari Matahari di tata surya, posisi planet Merkurius di langit Bumi tidak pernah cukup jauh dari posisi Matahari. Ia bahkan tidak bisa terlihat di langit pada tengah malam karena merupakan planet bagian dalam di tata surya.

Maka dari itu, ada waktu-waktu tertentu di mana kita bisa melihat Merkurius pada sudut elongasi (posisinya dari Matahari di langit Bumi) terjauhnya. Untuk Februari 2022 ini, fenomena itu akan terjadi pada 17 Februari 2022, yakni momen ketika Merkurius mencapai sudut elongasi barat terjauhnya dari Matahari.


Itu artinya, persis seperti gambar di atas, Merkurius akan terbit lebih dulu dibandingkan Matahari dalam pandangan dari Bumi, mencapai ketinggian maksimumnya (25°) ketika Matahari terbit. Inilah waktu terbaik untuk melihat Merkurius untuk bulan Februari 2022.

Pada momen itu, Merkurius akan muncul dengan magnitudo visual -0,0, muncul bagai bintang kuning terang yang tidak berkelap-kelip di langit timur saat subuh jika kamu melihatnya dengan mata telanjang.

Kamu perlu teleskop dengan pembesaran minimum 250x untuk bisa melihat Merkurius lebih jelas, salah satu teleskop yang kami rekomendasikan adalah Celestron PowerSeeker 127EQ (beli di sini).

Planet Venus dan Mars
Setelah beberapa bulan yang lalu muncul di langit barat saat senja, sejak akhir Januari 2022 kemarin Venus sudah menjadi "Bintang Fajar", yaitu muncul di langit timur saat dini hari.

Februari 2022 ini juga menjadi waktu terbaik untuk melihat Venus, sebab ia akan mencapai puncak kecerahannya pada tanggal 9 Februari 2022. Ini terjadi ketika Venus masih berada pada jarak yang dekat dengan Bumi, dengan fasenya yang sudah mulai membesar setelah konjungsi inferior.


Pada momen ini, kecerahan Venus akan mencapai magnitudo visual -4,8, sangat terang untuk dilihat lewat mata telanjang, tetapi masih butuh teleskop dengan pembesara minimum 225x untuk melihat Venus lebih jelas.

Selain mencapai puncak kecerahan, momen lain untuk melihat Venus lebih jelas adalah ketika ia membentuk formasi segitiga bersama planet Mars dan Bulan, yang mana akan terjadi pada 27 Februari 2022 mendatang.

Cukup amati langit timur mulai jam 04.00 dini hari waktu setempat daerahmu, kamu nantinya bisa melihat pemandangan unik seperti ini:


Mars akan sangat mudah dibedakan dari Venus karena cahayanya yang lebih merah. Mars pun akan ratusan kali lebih redup dari Venus, dengan magnitudo visual sekitar +1,32. Sementara itu, Bulan sudah mencapai fase sabit dengan iluminasi 18,2%.

Untuk melihat Mars, kamu bisa menggunakan teleskop yang sama dengan spesifikasi teleskop untuk melihat Venus. Salah satu teleskop yang direkomendasikan untuk melihat Venus dan Mars adalah Celestron PowerSeeker 80EQ (beli di sini).

Planet Jupiter
Kalau kamu belakangan ini sering melihat bintang yang sangat terang tapi tidak berkelap-kelip di langit barat saat senja, itu bukan Venus, melainkan Jupiter.

Posisi planet terbesar di tata surya kita itu mulai mendekati Matahari dalam pandangan dari Bumi, seiring pergerakan dalam orbitnya yang akan membuat Jupiter mencapai konjungsi superior (berada di belakang Matahari dalam pandangan dari Bumi) beberapa pekan mendatang.

Momen terbaik untuk melihat Jupiter pada Februari ini adalah ketika ia berada di titik konjungsi dengan Bulan, yang akan terjadi pada 3 Februari 2022, kurang lebih seperti ini:


Jupiter, yang akan muncul bagai bintang kalau diamati dengan mata telanjang, akan berada sejauh 5° dari Bulan. Kamu bisa melihat keduanya di langit barat selepas Matahari terbenam hingga sekitar jam 19.30 malam waktu setempat daerahmu, ketika keduanya mulai terbenam di ufuk barat.

Untuk melihat Jupiter lebih jelas, kamu butuh teleskop dengan pembesaran minimum 175x. Salah satu teleskop yang kami rekomendasikan adalah teleskop Seri F76700 (beli di sini).

Planet Saturnus
Menjadi planet terjauh di tata surya yang bisa diamati dengan mata telanjang (Uranus dan Neptunus sudah terlalu redup), sayangnya sepanjang Februari 2022 ini kita tidak bisa melihat Saturnus di langit karena ia sedang mencapai titik konjungsi superior.

Konjungsi superior adalah momen ketika sebuah planet bagian dalam atau bagian luar orbit Bumi posisinya sedang berada di belakang Matahari, menyebabkan planet tersebut tidak terlihat karena memang sedang terhalang oleh Matahari di langit.

Nah, konjungsi superior Saturnus akan terjadi pada 5 Februari 2022. Dalam pandangan dari Bumi, Saturnus akan muncul hanya 0°51' dari posisi Matahari, membuatnya benar-benar tidak dapat diamati selama beberapa pekan ke depan.

Pada saat konjungsi superior juga, Saturnus akan berada pada jarak paling jauh dari Bumi, yaitu sekitar 10,90 AU (1 AU = 150 juta kilometer) karena kedua planet akan terletak di sisi yang berlawanan di bidang orbit tata surya.

Melihat Gugus Bintang

Tahukah kamu apa itu gugus bintang? Berbeda dari rasi bintang yang hanya merupakan pola imajiner dari bintang-bintang terang di langit malam, gugus bintang adalah kumpulan bintang yang memang terbentuk bersama-sama dalam suatu nebula yang sama.

Menariknya, pada Februari ini, kita berkesempatan untuk melihat salah satu gugus bintang, yaitu Messier 22 (M22), ketika ia mencapai titik konjungsi dengan planet Mars!

Seperti ini nih kira-kira yang akan kita amati:


Ya, fenomena konjungsi Mars dengan gugus bintang M22 akan terjadi pada 5 Februari 2022. Kamu sudah bisa melihat keduanya di langit timur mulai jam 04.00 dini hari, dengan kedua objek langit ini akan tampak terpisah selebar 11,2 menit busur satu sama lain.

Mars akan bersinar dengan magitudo visual +1,4 dan M22 akan bersinar dengan magnitudo visual +5.2. Itu artinya, kamu perlu lokasi langit yang cukup gelap untuk melihat gugus bintangnya. Keduanya juga akan cukup dekat untuk diamati dalam satu bidang pandang teleskop. Salah stau teleskop yang cocok untuk mengamatinya adalah Celestron PowerSeeker 70AZ (beli di sini).

Nah, itulah jadwal fenomena-fenomena langit yang bisa kamu amati sepanjang Februari 2022 ini.

Mau sekalian belajar astronomi secara online sepanjang Februari? Ada tiga kelas astronomi online yang dibuka di BelajarAstro, lho! Silakan daftarkan diri kamu di sini ya: https://belajarastro.id


Sumber:

Sumber Jurnal:
  • Adamo, A., Hollyhead, K., Messa, M., Ryon, J. E., Bajaj, V., Runnholm, A., ... & Östlin, G. (2020). Star cluster formation in the most extreme environments: insights from the HiPEEC survey. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, 499(3), 3267-3294.
  • Vaubaillon, J., Neslušan, L., Sekhar, A., Rudawska, R., & Ryabova, G. O. (2019). From parent body to meteor shower: the dynamics of meteoroid streams. Meteoroids: Sources of Meteors on Earth and beyond, 161.
Ada perlu? Hubungi saya lewat riza@belajarastro.com

Posting Komentar

Kami sangat senang menerima komentar dari Anda. Sistem kami memoderasi komentar yang Anda kirim, jadi mungkin membutuhkan waktu beberapa saat untuk komentar Anda muncul di sini. Komentar dengan link/url akan otomatis dihapus untuk keamanan. Berkomentarlah dengan sopan dan santun.