Fenomena Langit Desember 2021: Lihat Komet dan Dua Hujan Meteor


Info Astronomy - Tiba juga kita di penghujung tahun 2021. Telah banyak fenomena langit yang kita amati sepanjang tahun ini. Dan Desember ini, masih ada beberapa fenomena langit lagi yang akan terjadi, lho. Penasaran ada fenomena apa saja?

Seperti biasa, InfoAstronomy.org telah merangkum jadwal fenomena langit setiap bulannya, termasuk untuk Desember ini, biar kamu bisa lebih mudah dalam mengamatinya. Yuk cek jadwal selengkapnya!

Jadwal Fase Bulan

  • Fase Bulan Baru: 4 Desember 2021 jam 14.44 WIB.
  • Fase Bulan Perbani Awal: 11 Desember 2021 jam 08.36 WIB.
  • Fase Bulan Purnama: 19 Desember 2021 jam 11.35 WIB.
  • Fase Bulan Perbani Akhir: 27 Desember 2021 jam 09.24 WIB.

Planet-planet Tata Surya

Ya, setiap bulannya, kita memang bisa melihat beberapa planet tata surya yang cukup terang untuk diamati dengan mata telanjang. Planet-planet ini bisa terlihat di langit Bumi karena mereka juga mengitari Matahari seperti Bumi, sehingga juga disinari oleh Matahari kita. Dengan kata lain, saat kita melihat planet di langit Bumi, artinya kita sedang melihat sisi siang hari planet tersebut.

Pada Desember 2021 ini, kita bisa melihat 5 planet tata surya, yakni Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus. Bulan akan membantu kita untuk bisa menemukan planet-planet ini, berikut jadwalnya:

Planet Merkurius
Merupakan planet terdekat dari Matahari, kita sebenarnya agak kesulitan dalam menemukan Merkurius karena letaknya yang tidak pernah jauh-jauh dari Matahari dalam pandangan dari Bumi. Namun, Desember ini ada kesempatan untuk melihat Merkurius dengan cukup jelas, lho.

Kesempatan itu adalah pada tanggal 29 Desember 2021 mendatang, saat Merkurius akan berada di titik konjungsi dengan planet Venus. Dalam astronomi, konjungsi adalah fenomena ketika dua atau lebih objek langit tampak berdekatan satu sama lain di arah yang sama.


Pada 29 Desember 2021, Merkurius akan terletak sejauh 4° di sisi selatan Venus. Kita bisa mengamatinya mulai jam 18.20 sore waktu setempat daerah masing-masing, ketika kedua planet ini berada pada ketinggian sekitar 10° dari cakrawala barat.

Dalam momen konjungsi ini, Venus akan bersinar pada magnitudo visual -4,4 dan Merkurius pada magnitudo visual -0,7. Semakin kecil angka magnitudo visual, semakin cerah objek langit. Itu artinya, Venus akan jauh lebih terang dibandingkan Merkurius.

Planet Venus
Selain ketika berkonjungsi dengan Merkurius, momen terbaik untuk melihat Venus pada Desember ini adalah ketika ia berkonjungsi dengan Bulan, yang akan terjadi pada tanggal 7 Desember 2021. Konjungsi ini akan bikin Venus dan Bulan terpisah sejauh 5° satu sama lain, persis seperti pada gambar di bawah ini:


Pasangan kosmis ini akan terlihat mulai sekitar jam 18.15 waktu setempat daerahmu, ketika keduanya berada pada ketinggian 33° di atas cakrawala barat. Akibat rotasi Bumi, mereka kemudian akan terbenam menuju cakrawala sekitar 2 jam 45 menit setelah Matahari terbenam, atau pada pukul 20.45 malam waktu setempat daerahmu.

Pada saat konjungsi ini, Bulan akan bersinar pada magnitudo visual -10,4 dan Venus pada magnitudo visual -4,7. Ya, Bulan tentunya akan jauh lebih terang dibandingkan Venus.

Planet Mars
Setelah mencapai titik konjungsi superior, ketika Mars berada di belakang Matahari dalam pandangan dari Bumi sehingga tidak bisa diamati dari Bumi, kini Mars telah kembali. Ia akan terlihat di langit timur sebelum Matahari terbit.

Momen kembalinya Mars bisa kita saksikan pada 3 Desember 2021, ketika Bulan sabit tua yang tipis akan menemani Mars dalam fenomena konjungsi.


Mulailah pengamatan pada jam 04.45 pagi waktu setempat daerahmu, temukan Bulan sabit tipis di arah timur. Nantinya, kamu akan menemukan Mars yang bersinar kemerahan dengan magnitudo visual +1,6 di sisi selatan Bulan, persis seperti gambar di bawah ini:

Planet Jupiter
Sang planet terbesar di tata surya masih bisa diamati nih Desember ini. Namun, seperti bulan-bulan sebelumnya, jangan berharap bisa melihat Jupiter yang tampak besar di langit malam ya. Kamu butuh teleskop untuk bisa melihatnya lebih jelas. Dalam pandangan mata telanjang, Jupiter hanya akan muncul bagai bintang kuning terang aja.

Nah, Desember ini, momen terbaik untuk menemukan Jupiter adalah pada 9 Desember 2021, ketika ia akan berkonjungsi dengan Bulan, terpisah sejauh 2° satu sama lain, persis seperti gambar di bawah ini:


Kita bisa melihat konjungsi Bulan dan Jupiter mulai jam 18.30 waktu setempat daerah masing-masing, ketika keduanya berada pada ketinggian sekitar 60° dari cakrawala barat. Dan karena rotasi Bumi, Bulan dan Jupiter akan terbenam sekitar jam 22.30 malam waktu setempat.

Planet Saturnus
Saturnus adalah planet terjauh yang bisa diamati manusia dengan mata telanjang. Berjarak sekitar 1,4 miliar kilometer dari Bumi, kita tidak bisa melihat cincinnya yang megah kalau tanpa teleskop. Kamu butuh teleskop dengan pembesaran minimum 175x untuk bisa melihatnya.

Pada 8 Desember 2021, Bulan akan berada pada titik konjungsi dengan Saturnus, sehingga kita bisa melihat kedua objek ini bersebelahan di langit, dengan jarak pemisahan sekitar 5°. Keduanya kurang lebih akan teramati seperti ini:


Konjungsi Bulan dengan Saturnus ini bisa diamati segera setelah Matahari terbenam. Carilah keduanya pada ketinggian sekitar 45° di atas cakrawala barat. Keduanya bisa diamati hingga terbenam pada jam 21.30 waktu setempat daerahmu.

Melihat Komet

Desember ini tata surya bagian dalam akan kedatangan sebuah komet yang ditemukan pada Januari 2021 kemarin, yakni C/2021 A1 (Leonard). Menurut para pengamata komet di seluruh dunia, Komet Leonard akan berpotensi muncul cerah Desember ini!

Perkiraan menunjukkan bahwa Komet Leonard berpotensi mencapai magnitudo visual sekitar +5 atau bahkan +4 (semakin rendah semakin terang). Meski begitu, ketika mencapai magnitudo paling terangnya, komet ini kemungkinan akan sangat dekat dengan cakrawala.

Waktu terbaik untuk menemukan Komet Leonard adalah mulai 9 Desember 2021, ketika komet ini mulai mendekati Matahari kita, sehingga akan terlihat di langit arah timur laut mulai pukul 04.55 pagi waktu setempat daerahmu. Komet akan berada di depan rasi bintang Bootes, seperti pada gambar ini:


Kenampakan komet berbeda dari meteor. Meteor adalah batuan antariksa yang memasuki atmosfer Bumi, sedangkan komet adalah objek yang berada di luar atmosfer Bumi. Dengan begitu, komet akan bergerak sangat lambat karena jaraknya jauh, ia bahkan bisa terbit dan terbenam karena rotasi Bumi.

Jadi, kalau kamu melihat objek yang bergerak cepat di langit, bisa dipastikan itu bukan komet ini, kemungkinan itu meteor, pesawat terbang, atau satelit buatan.

Hujan Meteor

Desember ini akan terjadi 3 kali fenomena hujan meteor, ketika debris atau puing-puing dari komet atau asteroid yang tertinggal di sepanjang jalur orbitnya masuk ke atmosfer Bumi. Namun, karena ukurannya kecil-kecil, fenomena hujan meteor cukup aman kok!

Hujan Meteor Puppid-Velid
Hujan meteor pertama Desember ini akan muncul dari antara rasi bintang Puppis dan Vela, sehingga dinamai Puppid-Velid. Ia akan mencapai puncaknya pada 7 Desember 2021, dengan intensitas sekitar 10 meteor per jam, asalkan lokasi pengamatannya gelap dan bebas polusi cahaya.

Sayangnya, sampai saat ini, belum diketahui komet atau asteroid apa yang menjadi asal muasal hujan meteor Puppid-Velid, karena kemungkinan komet atau asteroid yang menjadi sumbernya memiliki orbit yang begitu lebar dalam mengitari Matahari, sehingga sulit untuk dilacak.


Puppid-Velid bisa diamati mulai jam 22.30 malam waktu setempat daerahmu, ketika titik radiannya baru saja terbit di atas 10° dari cakrawala tenggara. Namun, paling baik diamati pada jam 02.30 dini hari, ketika titik radiannya berada pada titik tertinggi di langit, yakni sekitar 50° dari cakrawala selatan.

Hujan Meteor Geminid
Setiap tahunnya, Geminid selalu dijuluki sebagai hujan meteor terbaik karena intensitas per jamnya sangat tinggi, yakni bisa mencapai 120 meteor per jam, termauk untuk tahun ini.

Geminid akan mencapai puncaknya pada 14 Desember 2021. Untuk mengamatinya, mulailah lakukan pengamatan pada jam 01.00 dini hari waktu setempat daerahmu, ketika titik radiannya -- rasi bintang Gemini -- sudah berada pada ketinggian sekitar 80° dari cakrawala utara, persis seperti gambar di bawah ini:


Meteor-meteor pada hujan meteor Geminid berasal dari asteroid 3200 Phaethon, asteroid yang mengitari Matahari sekali setiap 1,43 tahun. Saat berada pada jarak terdekat dari Matahari, radiasi dari Matahari bikin material permukaan asteroid ini terkelupas, tertinggallah mereka di sepanjang jalur orbit yang dilalui asteroid ini. Setiap 14 Desember, Bumi kita berada tepat di tengah bekas jalur orbit asteroid tersebut, masuklah debrisnya tadi sebagai meteor ke atmosfer Bumi.

Fenomena Lainnya

Selain fenomena-fenomena langit yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa fenomena langit lainnya nih, yang mana tidak bisa diamati di Indonesia maupun merupakan fenomena yang terjadi pada Bumi. Apa saja sih?

Gerhana Matahari Total
Dua pekan setelah gerhana Bulan parsial 19 November 2021 kemarin, akan terjadi gerhana Matahari total pada 4 Desember 2021. Sayangnya, kita di Indonesia tidak kebagian sama sekali untuk melihat gerhana Matahari ini karena tidak dilalui oleh jalur gerhananya.

Jalur gerhana total 100% hanya akan melintasi Benua Antarktika, sedangkan wilayah-wilayah yang bisa melihat gerhana Matahari parsial hanya Saint Helena (52%), Namibia (5%), Afrika Selatan (11%), Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan (97%), Kepulauan Falkland (28%), Argentina (20%), Cile (19%), Selandia Baru (46%), dan Australia (43%). Selain dari yang disebutkan ini, gerhana Matahari tidak terlihat sama sekali.

Gerhana Matahari terjadi ketika orbit Bulan dalam mengitari Bumi berpotongan dengan ekliptika, bidang orbit Bumi dalam mengitari Matahari, sehingga Matahari-Bumi-Bulan berada satu garis lurus. Namun, karena diameter Bulan yang kecil dan jaraknya yang relatif jauh dari Bumi, jalur gerhana total menjadi sangat sempit saat berada di permukaan Bumi. Itulah mengapa hanya wilayah yang dilalui jalur gerhana saja yang bisa melihatnya.

Solstis Desember
Solstis adalah fenomena ketika salah satu belahan Bumi menjadi lebih condong ke arah Matahari akibat kemiringan sumbu rotasi Bumi. Nah, solstis Desember adalah momen ketika belahan Bumi selatan condong ke arah Matahari, menyebabkan terjadinya musim panas di sana. Sedangkan di belahan Bumi utara tidak lebih condong ke Matahari, terjadilah musim dingin bersalju.

Kita di Indonesia sendiri sebenarnya tidak terlalu berdampak apapun akan fenomena solstis ini karena terletak di wilayah dekat ekuator.

Nah, itulah fenomena langit yang akan terjadi sepanjang bulan Desember 2021 ini. Semoga langit cerah dan kita bisa melihat semua fenomenanya ya. Oh iya, sambil mengamati langit, ikutan juga kelas-kelas astronomi online Desember ini di BelajarAstro yuk!

Daftarkan diri kamu di sini: https://belajarastro.id