Mengenal Proxima Centauri, Bintang Terdekat dari Matahari Kita


Info Astronomy - Tahukah kamu apa bintang terdekat dari Bumi kita? Ya, jawabannya adalah Matahari. Lalu, apa bintang terdekat dari Matahari? Mari mengenalnya bersama, Proxima Centauri.

Proxima Centauri merupakan bagian dari sistem tiga bintang yang saling mengitari satu sama lain, Alpha Centauri. Dari tiga bintang di sistem ini, para ilmuwan menyatakan Proxima Centauri lah yang paling dekat dengan Matahari kita, pada jarak sekitar 4,22 tahun cahaya (1 tahun cahaya = 9,4 triliun kilometer).

Biasanya, ketika bintang berajak dekat dengan Bumi, mereka akan tampak cerah di langit malam planet kita. Contohnya adalah bintang Sirius. Terletak di rasi bintang Canis Major, Sirius adalah bintang paling terang di langit malam Bumi yang berjarak "hanya" sekitar 8,6 tahun cahaya.

Jadi, mengapa Proxima Centauri, yang padahal jaraknya lebih dekat dibandingkan Sirius, justru tidak lebih terang? Alih-alih terang, Proxima Centauri bahkan tidak terlihat sama sekali dengan mata telanjang, lho!

Dilansir EarthSky.org, itu terjadi karena Proxima Centauri merupakan bintang yang sangat kecil. Ia adalah katai merah, salah satu jenis bintang paling umum di galaksi Bimasakti kita. Massanya hanya seperdelapan dari massa Matahari kita, cahaya yang dipancarkannya pun sangat redup.

Proxima Centauri hanya memiliki suhu permukaan sekitar 2.800 derajat Celcius, berbeda dengan suhu permukaan Matahari yang 5.600 derajat Celcius. Proxima Centauri 500 kali lebih redup dari Matahari kita.


Proxima Centauri terletak di arah rasi bintang Centaurus, rasi bintang yang paling baik diamati dari belahan Bumi selatan karena ia memang berada di langit arah selatan.

Uniknya, letak Proxima Centauri dalam sistem Alpha Centauri hampir seperlima tahun cahaya dari Alpha Centauri A dan Alpha Centauri B. Karena jaraknya begitu jauh dari dua bintang utama ini, beberapa ilmuwan mempertanyakan apakah benar ia memang bagian dari sistem bintang tersebut atau bukan. Dalam gambar peta langit di atas, Proxima Centauri adalah yang dilingkari, sedangkan Alpha Centauri A dan B yang tampak bagai bintang tunggal di sisi kirinya.

Ada Planet di Proxima Centauri

Pada tahun 2016, European Southern Observatory (ESO) mengumumkan penemuan Proxima b, sebuah planet ekstrasurya (planet yang bukan bagian dari tata surya kita) yang mengorbit Proxima Centauri pada jarak sekitar 7,5 juta kilometer dengan periode orbit sekitar 11,2 hari Bumi. Diperkirakan, massanya setidaknya 1,3 kali lipat dari massa Bumi.

Meski sangat dekat jarak dari bintang induknya, Proxima b dianggap berada di dalam zona laik huni Proxima Centauri. Itu terjadi karena Proxima Centauri diameternya kecil, sehingga zona laik huninya juga tidak selebar Matahari kita.


Lalu pada Juni 2020, para ilmuwan mengumumkan kembali bahwa mereka telah menemukan planet kedua yang mengorbit Proxima Centauri, Proxima c. Planet kedua untuk Proxima ini jauh lebih besar dari Bumi dan mengorbit bintangnya setiap 1.907 hari. Ia mengorbit sekitar 1,5 kali jarak dari bintangnya daripada orbit Bumi dari Matahari.

Meski begitu, kelaikhunian kedua planet asing ini tetap dipertanyakan. Sebab, setiap planet yang mengitari Proxima Centauri harus berhadapan dengan suar besar yang muncul dari katai merah, jenis bintang yang justru lebih aktif dibandingkan bintang sejenis Matahari dalam meletupkan radiasi.

Pada April 2021, para ilmuwan mencatat adanya ledakan radiasi dari Proxima Centauri yang 100 kali lebih kuat daripada radiasi yang pernah terlihat atau dikeluarkan oleh Matahari kita. Suar radiasi seperti ini bisa menghancurkan peluang adanya kehidupan di sebuah planet yang mengitari katai merah.

Itulah Proxima Centauri. Suatu hari jika kehidupan manusia sudah sedemikian maju, kita mungkin dapat mengunjungi planet-planet di sistem Proxima untuk mencari tanda-tanda kehidupan asing, dan membangun kerja sama antarplanet jika memang ada kehidupan cerdas di sana.