60 Hari Lagi Menjelang Gerhana Bulan Parsial

Info Astronomy - 60 hari dari sekarang, tepatnya pada 19 November 2021, fenomena gerhana Bulan parsial akan terjadi. Fenomena apa itu? Bisakah diamati di Indonesia? Simak artikelnya yuk!

Sebelumnya, kita kenalan dulu deh dengan gerhana Bulan. Untukmu yang lupa atau belum tahu, menurut EarthSky.org, gerhana Bulan adalah fenomena ketika Bulan melewati titik potong antara Matahari dan Bumi, sehingga Bumi menghalangi cahaya Matahari yang seharusnya diterima Bulan. Dengan kata lain, Matahari-Bumi-Bulan berada dalam segaris lurus.

Alih-alih gelap, Bulan justru akan tampak merah jika gerhana Bulan total terjadi. Itu karena sinar Matahari masih merangsek melalui atmosfer Bumi, lalu terbiaskan ke Bulan sehingga Bulan akan tampak merah. Merahnya Bulan ini bahkan bisa semerah darah, yang menyebabkannya dijuluki sebagai "Blood Moon".

Nah, pada tahun 2021, Indonesia kebagian fenomena gerhana Bulan total dan gerhana Bulan parsial. Gerhana Bulan total sudah terjadi pada 26 Mei kemarin, sehingga kali ini kita sedang menandi gerhana Bulan parsial.

Gerhana Bulan parsial berbeda dari gerhana Bulan total. Pada gerhana Bulan parsial, hanya sebagian wajah Bulan saja yang tertutupi bayangan Bumi, sehingga tidak akan muncul merah, melainkan hanya akan seperti "tergigit" saja.

Menurut Timeanddate.com, Indonesia bagian timur menjadi lokasi terbaik untuk melihatnya, meskipun tidak bisa menyaksikannya dari awal gerhana. Ketika Bulan terbit di langit Indonesia bagian timur, gerhana Bulan parsial telah terjadi.

Gerhana Bulan ini dimulai pada pukul 15.02 WIT, di mana hari masih siang untuk seluruh wilayah Indonesia. Belum ada Bulan di langit saat gerhana dimulai. Puncak gerhana parsial akan dimulai pukul 16.18 WIT, Bulan masih juga belum terbit.


Puncaknya, terjadi pukul 18.02 WIT. Inilah momen di mana orang-orang di Indonesia bagian timur bisa melihat Bulan terbit yang sedang digerhanai Bumi. 97% wajah Bulan akan tertutupi oleh Bumi, sehingga warnanya akan sedikit merah, hampir seperti gerhana Bulan total 26 Mei 2021.

Gerhana parsial ini akan berakhir pukul 19.47 WIT. Pada momen ini, Indonesia bagian tengah sudah bisa melihat Bulan rendah di langit timur, sementara Bulan masih belum juga terbit untuk Indonesia bagian barat.

Hingga akhirnya, saat Matahari terbenam untuk Indonesia bagian barat, Bulan terbit timur dengan sisa-sisa gerhana penumbra yang masih berlangsung. "Gigitan" pada wajah Bulan tidak terlihat lagi pada saat ini, sehingga gerhana tampak sudah berakhir. Gerhana baru benar-benar berakhir pukul 21.03 WIT. Secara keseluruhan, gerhana Bulan parsial ini terjadi selama 6 jam 2 menit.

Persiapan untuk Pengamatan

Untuk berhasil melihat gerhana Bulan parsial 19 November 2021 mendatang, kami memiliki beberapa kiat yang bisa kamu ikuti.

Pertama, Tidak Perlu Pakai Kacamata Gerhana
Kacamata gerhana pada dasarnya berguna untuk meredupkan cahaya Matahari pada fenomena gerhana Matahari. Nah, karena Bulan tidak terlalu silau seperti Matahari, kamu tidak perlu memakai kacamata gerhana saat mengamati gerhana Bulan parsial 19 November 2021 nanti.

Kedua, Gunakan Teleskop
Mau melihat bagaimana kondisi kawah-kawah di permukaan Bulan saat gerhana sedang terjadi di sana? Kami merekomendasikan kamu untuk menggunakan teleskop. Tidak perlu yang spesifikasinya tinggi, telesekop dengan pembesaran minimum 75x sudah sangat cukup untuk melihat Bulan.

Kami menyediakan teleskop di InfoAstronomyStore.com jika kamu sedang mencari teleskop.

Ketiga, Cari Lokasi Ideal
Gerhana Bulan parsial 19 November 2021 terjadi bertepatan ketika Bulan baru saja terbit di arah timur, sehingga posisi Bulan masih akan sangat rendah dari cakrawala. Jadi, pastikan kamu mengamatinya di lokasi dengan pandangan ke timur yang tidak terhalang bangunan tinggi, pegunungan, dan lain sebagainya.

Nah, itulah informasi mengenai gerhana Bulan parsial 19 November 2021. Selamat menanti gerhana!