-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Mengapa Kita ke Luar Angkasa, Tidak Menjaga Bumi Aja?

Info Astronomy - Manusia sudah memiliki Bumi. Mengapa kita masih saja mengeksplorasi luar angkasa? Bukankah seharusnya lebih baik kita menjaga Bumi saja?

Sebenarnya, ini pertanyaan yang wajar. Kita manusia memang harus menjaga Bumi sendiri. Masalahnya adalah, pertanyaan ini biasanya didasarkan pada ketidaktahuan karena kurangnya pemahaman tentang mengapa kita menjelajahi luar angkasa dan seberapa besar kita semua bergantung pada hasil eksplorasi luar angkasa setiap harinya.

Bahkan, banyak yang bilang kalau menjelajahi luar angkasa, misi ke Mars misalnya, menganggap bahwa manusia kurang bersyukur karena sudah punya Bumi malah mau ke Mars. Apa iya menjelajahi dan melakukan penelitian di luar angkasa itu adalah tanda kurang bersyukur? Bagaimana kalau justru itulah rasa syukur kita karena ada banyak planet untuk kita jelajahi? Bagaimana kalau ke luar angkasa itu tujuannya adalah untuk menjaga Bumi sendiri?

Salah satu manfaat besar eksplorasi luar angkasa adalah hadirnya teknologi penyaringan air. Pasokan air yang terbatas bagi astronaut di luar angkasa bikin daur ulang H2O sangat penting. Dari daur ulang dan penyaringan itu, air bersih di luar angkasa pun bisa ada. Nah, teknologi yang sama pun sekarang diterapkan untuk kebutuhan 1 miliar orang di seluruh dunia yang tidak memiliki akses air bersih.

Dengan memecahkan masalah-masalah yang terkait dengan eksplorasi luar angkasa, manusia di seluruh dunia bisa mendapatkan manfaat. Jika kita bisa menanam makanan di luar angkasa yang jauh dari Bumi, nantinya kita juga bisa menanam makanan di mana saja di Bumi, masalah kelaparan dunia bisa saja teratasi. Inilah yang dimaksud dengan ke luar angkasa tujuannya adalah untuk menjaga Bumi sendiri.

Yakin Tidak Merusak Planet Lain?

Manusia bisa dibilang sebagai perusak. Masalah-masalah di Bumi terjadi karena manusia. Ketika membicarakan topik bahwa manusia akan mendarat di Mars, misalnya, mudah untuk berasumsi bahwa kita akan merusak Mars sebagaimana kita merusak Bumi.

Hal itu memang mungkin saja terjadi. Namun, dengan belajar dari kesalahan yang kita di Bumi, seharusnya kita tidak melakukan kesalahan yang sama di planet lain. Lagi pula, siapa juga yang akan mengajak perusak lingkungan untuk misi luar angkasa? Masih banyak manusia yang peduli akan lingkungan yang bisa menjadi generasi astronaut antarplanet nantinya.

Tapi, Kita akan Meninggalkan Bumi dong?

Ada kesalahpahaman di mana menganggap bahwa semua misi luar angkasa semata-mata tentang pergi ke Bulan atau ke Mars, lalu meninggalkan Bumi kita sendiri tanpa memedulikannya lagi.

Hal itu tidak benar. Bahkan, sebagian besar misi luar angkasa sejauh ini adalah untuk mengamati Bumi. Berkat misi luar angkasa, ada begitu banyak satelit di orbit yang sekarang melihat Bumi dari setiap sudut, untuk terus-menerus memantau tanda-tanda perubahan planet kita.

Dengan menggunakan satelit-satelit yang mengorbiti planet kita itu, data-data tentang perubahan iklim, penggundulan hutan, suhu lautan, dan data lain yang sangat penting dapat dikumpulkan dan dianalisis secara teratur untuk membantu kita lebih memahami planet rumah kita sendiri.

Salah satunya adalah misi CORAL, di mana satelit dalam misi ini sedang mencari tahu bagaimana perubahan iklim sebenarnya mempengaruhi sistem terumbu karang di lautan Bumi. Ada juga satelit GOES-R, yang baru-baru ini diluncurkan akan merevolusi prediksi pola cuaca berbahaya dengan menyediakan pencitraan resolusi lebih tinggi pada kecepatan lebih cepat daripada sebelumnya.

Penting juga untuk diingat, melindungi Bumi dan menjelajahi ruang angkasa bukanlah kegiatan yang saling bertentangan. Tidak harus kita hanya melakukan salah satunya saja, tetapi bisa langsung keduanya secara berbarengan. Kita dapat mengatasi kelaparan dunia sambil menjelajahi dasar lautan, sambil mengembangkan sumber energi terbarukan, dan sambil mencari planet di luar tata surya kita.