-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Jadwal Fenomena Langit Juni 2021

Info Astronomy - Tiba juga kita di pertengahan tahun 2021. Juni ini, kita bisa melihat cukup banyak fenomena langit, mulai dari konjungsi planet hingga bentangan Bimasakti. Siap untuk mengamati langit malam lagi?

Seperti biasa, InfoAstronomy.org sudah merangkum fenomena langit apa saja yang akan terjadi setiap bulannya, termasuk pada Juni 2021 ini. Perlu digarisbawahi dulu nih, seluruh jadwal fenomena langit pada artikel ini bukan prediksi atau ramalan ya, melainkan merupakan hasil dari perhitungan astronomis yang memang akan terjadi.

Nah, ini dia jadwal fenomena langit Juni 2021.

Fase Bulan

  • Fase Bulan Perbani Akhir: 2 Juni 2021 jam 14.25 WIB.
  • Fase Bulan Baru: 10 Juni 2021 jam 17.54 WIB.
  • Fase Bulan Perbani Awal: 18 Juni 2021 jam 10.54 WIB.
  • Fase Bulan Purnama: 25 Juni 2021 jam 01.39 WIB.

Konjungsi Planet

2 Juni 2021: Konjungsi Bulan dengan Jupiter
Membuka Juni 2021, kita bisa melihat planet Jupiter yang tampak berada sejauh 5° dari Bulan di langit. Pengamatan bisa dilakukan mulai jam 01.00 dini hari waktu setempat daerahmu, ketika kedua benda langit ini baru saja terbit di langit arah timur.
Dalam pandangan mata telanjang, Jupiter hanya akan muncul bagai bintang kuning terang di dekat Jupiter, persis seperti pada gambar di atas. Kamu memerlukan teleskop untuk bisa melihat Jupiter lebih jelas, lengkap dengan garis-garis atmosfer di permukaannya dan empat satelit alami terbesarnya: Io, Europa, Kalisto, dan Ganimede.

Konjungsi Bulan dengan Jupiter pada awal Juni ini bisa diamati hingga Matahari terbit, ketika cahayanya membuat kenampakan Jupiter meredup karena kalah terang.

12 Juni 2021: Konjungsi Bulan dengan Venus
Sering melihat benda langit mirip bintang tapi sangat terang di langit barat selepas Matahari terbenam? Itulah planet Venus. Ia saat ini memang telah bertransisi ke langit barat, menjadikannya sebagai "Bintang Senja".
Nah, pada 12 Juni 2021, akan ada Bulan sabit 1° dari Venus. Dalam pandangan dari Bumi, kedua benda langit ini akan tampak sangat dekat satu sama lain, walaupun pada kenyataannya mereka masih sangat berjauhan di ruang angkasa, hanya arah kemunculannya saja yang sama.

Kamu butuh teleskop dengan pembesaran minimum 225x untuk bisa melihat Venus dengan jelas. Dalam pandangan mata telanjang, Venus hanya akan muncul bagai bintang yang paling terang saja.

14 Juni 2021: Konjungsi Bulan dengan Mars
Seiring pergerakan Bulan mengitari Bumi, posisinya akan berpindah-pindah di langit, pun fasenya akan berubah-ubah. Dua hari setelah bertemu Venus, giliran planet Mars yang akan muncul di dekat Bulan sabit yang mulai membesar itu.

Diamati dari Bumi, Bulan dan Mars akan terpisah sejauh hampir 5° satu sama lain. Mars akan muncul sebagai bintang dengan warna kemerahan di dekat Bulan seperti pada gambar di bawah ini. Kamu harus menggunakan teleskop untuk bisa melihat Mars lebih jelas.
Mars dan Bulan akan berada di langit barat, bisa diamati segera selepas Matahari terbenam. Karena rotasi Bumi, kedua benda langit ini tidak bisa diamati sepanjang malam, mereka akan terbenam di ufuk barat sekitar 2 jam dan 43 menit setelah terbenamnya Matahari, tepatnya pada pukul 20.31 waktu setempat daerahmu.

27 Juni 2021: Konjungsi Bulan dengan Saturnus
Sang planet bercincin, Saturnus, akan muncul di dekat Bulan pada 27 Juni 2021. Kedua benda langit ini hanya akan terpisah sejauh 4° satu sama lain.

Bisa diamati di langit arah timur mulai jam 21.00 waktu setempat daerahmu, pasangan kosmis ini kemudian akan mencapai titik tertinggi di langit pada jam 02.32 waktu setempat daerahmu, yaitu pada ketinggian 78° di atas cakrawala selatan. Hingga akhirnya, Matahari terbit akan memudarkan Saturnus dari pandangan karena kalah terang.
Untuk bisa melihat Saturnus, kamu butuh teleskop dengan pembesaran minimum 75x. Dalam pandangan mata telanjang, cincin Saturnus yang megah itu tidak akan bisa teramati karena jarak antara Bumi dan Saturnus yang sangat jauh.

28 Juni 2021: Konjungsi Bulan dengan Jupiter
Yup, hampir sama dengan pada awal Juni, pada 28 Juni ini akan terjadi lagi konjungsi Bulan dengan Jupiter, dengan Bulan yang berada sejauh sekitar 4° dari Jupiter.

Dari Indonesia, pasangan benda langit ini akan terlihat di langit mulai sekitar jam 22.30, saat keduanya sudah lebih tinggi dari 10° di atas ufuk timur. Kamu bisa melihatnya sepanjang malam hingga menjelang Matahari terbit yang akan membuat kenampakan Jupiter memudar karena kalah terang.

Hujan Meteor

10 Juni 2021: Hujan Meteor Arietid
Sesuai namanya, hujan meteor ini akan memiliki titik radian di arah rasi bintang Aries. Dan karena Aries baru terbit sekitar jam 04.00 dini hari waktu setempat daerahmu, maka itulah waktu yang baik untuk memulai pengamatan hujan meteor ini.

Tidak diketahui komet atau asteroid apa yang menyebabkan munculnya hujan meteor ini. Namun, kalau pengamatan dilakukan di area bebas polusi cahaya dan kondisi langitnya benar-benar gelap, akan terlihat sekitar 50 meteor per jamnya.
Pengamatan bisa dilakukan dengan mata telanjang, tanpa teleskop sama sekali. Direkomendasikan untuk melakukan pengamatan di area yang terbuka luas medan pandangnya, seperti di pantai, persawahan, lapangan, atau di atas pegunungan.

Fenomena Lainnya

10 Juni 2021: Gerhana Matahari Cincin
Dua pekan setelah gerhana Bulan total 26 Mei 2021 kemarin yang telah kita amati di Indonesia, fenomena gerhana Matahari akan terjadi. Kali ini, Bulan akan berada pada apogee, atau jarak terjauhnya dari Bumi, sehingga tidak sepenuhnya menutup Matahari pada puncak gerhana. Terjadilah gerhana Matahari cincin.

Sayangnya, gerhana Matahari cincin ini tidak bisa diamati di Indonesia. Negara-negara yang dilalui jalur cincin hanya Saint Pierre & Miquelon, Amerika Serikat, Islandia, Bermuda, Norwegia, Svalbard & Jan Mayen, Swedia, Finlandia, China, dan Mongolia.

21 Juni 2021: Solstis Juni
Ini sebenarnya bukan fenomena langit, melainkan hari ketika perjalanan tahunan Matahari melalui rasi bintang zodiak di langit membawanya ke titik paling utara di langit, di rasi bintang Cancer pada deklinasi 23,5°LU. Tanggal ini dianggap sebagai hari pertama musim dingin di belahan Bumi selatan.

Mengapa fenomena ini bisa ada? Itu terjadi karena kemiringan sumbu Bumi kita. Ada masanya belahan Bumi utara condong ke arah Matahari, ada masanya gantian belahan Bumi selatan yang condong ke arah Matahari. Itulah mengapa Bumi bisa memiliki 4 musim yang berbeda-beda.

Di Indonesia sendiri, karena merupakan negara yang terletak di wilayah ekuator, tidak akan banyak terpengaruh dengan fenomena ini. Hari-hari di Indonesia diprediksi masih memiliki musim yang tidak menentu, kadang panas dan kadang hujan.

Sepanjang Juni: Bentangan Galaksi Bimasakti
Sepanjang Juni ini, arah pusat galaksi Bimasakti, rasi bintang Skorpius dan Sagitarius, sudah berada di langit timur pada jam 20.00 waktu setempat daerahmu, yang mana akan berada di langit atas kepala pada jam tengah malam hingga dini hari.

Juni adalah waktu terbaik untuk memulai mengamati dan memotret bentangan Bimasakti. Untuk melakukannya, carilah lokasi pengamatan yang bebas polusi cahaya, jauh dari kota besar, dan cuaca yang sedang cerah.

Nah, itulah jadwal fenomena langit yang akan terjadi pada Juni 2021 ini. Biar pengamatan lebih menarik, ikutan kelas-kelas online astronomi di BelajarAstro sepanjang bulan ini juga yuk. Ini dia jadwal kelas-kelas onlinenya:
Klik di sini untuk mendaftarkan diri kamu pada kelas-kelas onlinenya: https://BelajarAstro.id