-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Kiat-kiat Kalau Sampah Antariksa Jatuh di Rumahmu

Info Astronomy - Pada 8 Mei 2021, sebuah sampah luar angkasa dari roket China jatuh tak terkendali ke Bumi dan mendarat di Samudra Hindia dekat Maladewa. Setahun lalu, pada Mei 2020, roket China lainnya juga mengalami nasib serupa ketika jatuh tak terkendali ke perairan lepas pantai Afrika Barat.

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa, tidak ada yang tahu kapan atau di mana salah sebongkah sampah antariksa akan jatuh dan menabrak apapun di Bumi.

Sampah antariksa adalah benda buatan manusia yang tidak lagi berfungsi di luar angkasa. Baik itu bekas satelit yang sudah tidak bisa menyala, maupun hasil tabrakan antarsatelit di orbit Bumi. Mungkinkah jatuhnya sampah antariksa dapat dicegah? Apa yang akan terjadi jika ada kerusakan atau bahkan korban dari jatuhnya sampah antariksa? Dan bagaimana aktivitas luar angkasa diatur?

Bayangkan, alih-alih jatuh di lautan, roket China yang kemarin itu malah jatuh dan menabrak rumah kamu saat kamu sedang berada di luar, entah sedang bekerja atau kuliah. Adakah langkah hukum yang bisa kamu ambil?

Menurut Perjanjian Luar Angkasa 1967 dan Konvensi Kewajiban 1972, yang mana keduanya diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, jatuhnya sampah antariksa ke rumahmu akan menjadi masalah antarpemerintahan dua negara bersangkutan. Dalam hal ini adalah pemerintah Indonesia dengan pemerintah China.

Perjanjian tersebut menyatakan bahwa sebuah negara bertanggung jawab penuh secara internasional jika ada kerusakan yang disebabkan oleh objek buatannya yang diluncurkan ke ruang angkasa jatuh kembali ke Bumi, bahkan jika kerusakan itu disebabkan oleh perusahaan swasta dari negara tersebut.

Dengan begitu, jika sampah antariksa dari China mendarat di rumahmu, pemerintah Indonesia akan dapat mengajukan klaim kompensasi melalui saluran diplomatik pada pemerintah China, dan kemudian membayar kerugian yang kamu alami.

Hal ini pernah terjadi sebelumnya. Pada tahun 1978, satelit milik Uni Soviet yang bernama Cosmos 954 jatuh pada wilayah tandus di Wilayah Barat Laut Kanada. Ketika satelit itu jatuh, ia menyebarkan polusi radioaktif dari reaktor nuklir yang disematkan padanya sebagai bahan bakar ke wilayah yang sangat luas.

Kala itu, sebuah tim gabungan Kanada-Amerika memulai upaya pembersihan polusi radioaktif tersebut, yang menelan biaya lebih dari 14 juta dolar Kanada (11,5 juta dolar Amerika). Pemerintah Kanada lantas meminta kompensasi 6 juta dolar Kanada dari Uni Soviet, tetapi Soviet hanya membayar 3 juta dolar Kanada saat itu untuk penyelesaian akhirnya.

Itu adalah pertama, dan satu-satunya sejauh ini, sebuah pemerintahan dari suatu negara membayar ganti rugi pada pemerintahan negara lainnya karena masalah sampah antariksa. Jarangnya sampah antariksa yang jatuh ke pemukiman warga sendiri disebabkan karena 70% wilayah Bumi adalah lautan, sehingga peluang jatuh di wilayah berpenduduk cukup minim.

Meski begitu, jika suatu hari (mudah-mudahan tidak ya) ada sampah antariksa yang menimpa rumah kamu, sekarang kamu tahu bahwa ada yang menjamin ganti ruginya.