-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Kapan 1 Syawal Idulfitri Tahun Ini?

Info Astronomy - Idulfitri tinggal menghitung hari, tapi kapan sih tepatnya Idulfitri tahun ini? Dengan astronomi, kita bisa mengetahuinya, lho.

Perhitungan penanggalan Hijriah bisa dibilang masuk dalam pembahasan astronomi. Hal itu disebabkan karena penanggalan Hijriah adalah sistem kalender yang berbasis pergerakan Bulan dalam orbitnya mengelilingi Matahari, lebih tepatnya periode sinodis Bulan.

Jadi, dalam mengitari Bumi, Bulan mengalami dua gerakan: Gerak sideris dan gerak sinodis. Apa bedanya?

Gerak sideris Bulan adalah waktu yang diperlukan bagi Bulan untuk mengitari Bumi sejauh 360°, atau dari satu titik ke titik semula. Periode sideris ini berlangsung selama 23,7 hari. Ada pula gerak sinodis, yakni waktu yang diperlukan Bulan dari satu fase ke fase yang sama, contohnya dari fase Bulan Baru ke fase Bulan Baru berikutnya. Periode sinodis berlangsung selama 29,5 hari.

Kira-kira-, seperti ini ilustrasinya:
Perbedaan antara periode sideris dan sinodis Bulan ini terjadi sebagai bukti bahwa Bumi kita memang mengitari Matahari. Dengan begitu, Bulan harus "mengejar" orbitnya untuk bisa berubah dari suatu fase ke fase yang sama 29,5 hari berikutnya.

Nah, sistem kalender Hijriah menggunakan periode sinodis nih sebagai penentuan penanggalannya, sehingga memiliki 12 bulan dalam setahun. Dengan begitu, jumlah hari dalam setahunnya adalah 12 × 29,5 = 354,3 hari. Jumlah hari ini berbeda 10-12 hari dengan penanggalan Masehi, itulah mengapa awal Ramadan atau Idulfitri selalu maju 10-12 hari setiap tahunnya.

Awal bulan, atau hari pertama dalam sistem kalender Hijriah ditandai dengan munculnya hilal. Hilal merupakan istilah bahasa Arab untuk fase Bulan Sabit. Karena berdasarkan periode sinodis Bulan, fase hilal terjadi rata-rata 29,5 hari.

Hilal idealnya diamati pada hari ke-29 dalam satu bulan kalender Hijriah. Untuk penentuan Idulfitri tahun ini, maka hilal diamati pada hari ke-29, yakni 11 Mei 2021 atau hari ini. Metode penentuannya ada dua: Hisab, atau perhitungan, dan rukyat, atau pengamatan.

Walau begitu, ahli falakiyah menyatakan bahwa hisab tidak bisa digunakan sendirian. Itulah sebabnya masih harus menggunakan metode rukyat untuk memastikan bahwa hasil hisab bisa dibuktikan dengan kemunculan hilal.

Ada beberapa kriteria rukyat di Indonesia, di antaranya adalah:

Rukyatul Hilal
Kriteria rukyat ini adalah mengamati hilal secara langsung pada hari ke-29 dalam kalender Hijriah. Jika hilal terlihat, maka selepas Magrib (iya, awal hari dalam penanggalan Hijriah dimulai saat Magrib, bukan jam 00.00 seperti kalender Masehi) sudah memasuki tanggal 1 bulan baru. Namun, jika hilal tidak terlihat, maka suatu bulan, misalnya Ramadan, akan digenapkan menjadi 30 hari, dan Idulfitrinya jatuh pada lusa.

Wujudul Hilal
Kriteria yang satu ini memiliki dua prinsip utama: Untuk menentukan awal bulan Hijriah atau Idulfitri, fenomena ijtimak atau konjungsi Bulan-Matahari telah terjadi sebelum Matahari terbenam dan Bulan terbenam setelah Matahari terbenam lebih dulu. Jika kedua prinsip itu terpenuhi, selepas Magrib sudah ditentukan sebagai tanggal 1 bulan baru, dalam hal ini awal Ramadan atau Idulfitri, tanpa hisab.

Imkanur Rukyat MABIMS
Dua kriteria sebelumnya dipakai oleh organisasi masyarakat di Indonesia, dan terkadang membuat awal Ramadan atau Idulfitri menjadi berbeda-beda tanggalnya. Maka dari itu, pemerintah membuat satu kriteria lagi, yakni imkanur rukyat berdasarkan Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Menurut kriteria ini, awal bulan Hijriah ditentukan jika ketinggian Bulan saat Matahari terbenam minimum 2° dari cakrawala dan sudut elongasi Bulan dari Matahari minimum 3°, atau Bulan sudah berusia 8 jam saat Matahari terbenam. Kriteria ini pun menjembatani antara hisab dan rukyat.

Nah, bagiamana posisi hilal pada sore hari nanti, 11 Mei 2021? Menurut hisab, seperti ini posisinya:
Berdasarkan letak posisi Bulan dan Matahari yang bisa kamu lihat pada gambar di atas, saat Matahari terbenam tanggal 11 Mei 2021 jam 17.44 WIB, posisi Bulan rupanya sudah terbenam lebih dulu, sehingga ia sudah tidak berada di langit dan hilal pun tidak mungkin teramati sore ini.

Dengan begitu, Ramadan bisa digenapkan menjadi 30 hari, dan Idulfitri jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021 mendatang, lusa.

Selamat menyambut Idulfitri!