-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Seberapa Besar Batas Ukuran Planet?

Info Astronomy - Banyak hal-hal menarik yang bisa kita pelajari di alam semesta. Salah satunya adalah, seberapa besar batas ukuran sebuah planet bisa terbentuk? Apakah Bumi merupakan salah satu jenis planet terbesar di alam semesta? Artikel ini akan mencoba menjelaskannya.

Menurut Space.com, ada dua jawaban untuk menjawab pertanyaan tersebut, tergantung pada apa yang kamu maksud dengan "besar" itu sendiri. Jika yang dimaksud besar adalah dari segi massa, maka ada jawaban yang spesifik, tetapi lebih bersifat teknis.

Perlu digarisbawahi dulu bahwa planet didefinisikan sebagai objek angkasa yang tidak menghasilkan energinya sendiri melalui proses fusi nuklir. Menurut UniverseToday.com, setiap objek yang massanya lebih dari 13 kali massa Jupiter (kira-kira 4.000 massa Bumi) akan menghasilkan panas dan tekanan yang cukup di intinya untuk memicu reaksi fusi deuterium, isotop hidrogen yang lebih berat. Jika hal itu terjadi, objek tersebut akan dianggap sebagai katai cokelat, bukan planet.
Dengan kata lain, objek apapun yang massanya di bawah batas 13 kali massa Jupiter tidak diragukan lagi merupakan planet. Di sisi lain, objek apapun yang jauh di atas batas massa itu, sudah pasti mampu menciptakan energi sendiri dan tidak lagi sesuai dengan definisi astronomis standar sebuah planet.

Lalu, bagaimana kalau yang dianggap "besar" itu adalah diameternya? Dilansir EarthSky.org, Jupiter adalah planet yang diameternya 11 kali lebih besar daripada diameter Bumi, dan ternyata ukuran itu merupakan ukuran terbesar planet di sudut semesta mana pun!

Katakanlah kita bisa menambahkan lebih banyak materi ke Jupiter, materi tambahan tersebut rupanya tidak akan membuat diameter Jupiter bertambah besar. Sebaliknya, gravitasi akan memampatkan planet sehingga menjadi lebih rapat dan efisien.

Saat planet menjadi lebih masif (materinya bertambah), secara fisik mereka tidak menjadi lebih besar. Mereka hanya akan jauh lebih padat, sampai mereka menyala lewat proses fusi nuklir sehingga tidak lagi dianggap sebagai planet.