-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Mengapa Lubang Hitam di Tidak Melahap Galaksi Induknya?

Info Astronomy - Katanya, di setiap galaksi terdapat lubang hitam supermasif di pusatnya. Namun, mengapa lubang hitam di pusat setiap galaksi ini tidak menyedot semua materi di sekitarnya, tidak melahap seluruh galaksi tempatnya berada?

Jawabannya cukup sederhana: Karena lubang hitam tidak "menyedot" segala sesuatu.

Pada dasarnya, lubang hitam adalah massa yang begitu besar yang dikemas ke dalam ruang kecil, jauh lebih kecil daripada atom. Nah, kecilnya lubang hitam ini adalah kunci. Kita bisa berada lebih dekat dari sumber gravitasi lubang hitam daripada pada objek semesta lainnya. Akibatnya, tarikan gravitasi permukaannya sangat kuat, bahkan kecepatan lepasnya melebihi kecepatan cahaya. Itulah lantas mengapa cahaya saja tidak bisa lolos dari tarikan gravitasi lubang hitam.

Meski begitu, gravitasi ekstrem lubang hitam ini hanya terjadi di dalam cakrawala peristiwa, batas yang menandai titik tidak bisa kembali lubang hitam jika kita melewatinya. Jika kita berada pada jarak yang sangat jauh, lubang hitam akan berperilaku sama seperti objek semesta lain dengan massa yang sama.

Dengan kata lain, lubang hitam berinteraksi dengan materi dan objek-objek lainnya di alam semesta melalui gravitasi, sama seperti objek lainnya juga.

Coba kita lihat tata surya kita deh. Semua planet bergerak mengelilingi Matahari, itu karena Matahari memiliki massa yang lebih banyak dibandingkan yang dimiliki planet-planet. Planet pun akhirnya mengelilinginya, fenomena dikenal sebagai kekekalan momentum sudut.

Saat berbicara tentang gravitasi, yang terpenting adalah massa objeknya, tidak peduli objek apa itu. Dengan kata lain, jika kamu mengganti Matahari dengan lubang hitam yang memiliki massa yang sama dengan Matahari kita, planet-planet akan terus mengorbit sama seperti sebelumnya.

Sagitarius A*, lubang hitam supermasif di pusat galaksi kita, Bimasakti, juga berperilaku dengan cara yang sama. Ia memiliki massa sekitar 4 juta kali lipat dari massa Matahari, dikemas ke dalam ruang yang hanya berukuran 25 juta kilometer, kurang dari setengah ukuran orbit Merkurius.

Bintang apapun yang mendekati Sagitarius A* akan robek dan tersedot. Akan tetapi, bintang atau materi apapun yang terletak pada jarak yang jauh dari Sagitarius A* hanya akan mengelilinginya. 4 juta massa Matahari memang banyak, tetapi secara keseluruhan tonjolan pusat galaksi kita, yang terdiri atas bintang-bintang berusia tua, memiliki massa sekitar 20 miliar Matahari. Dengan begitu, lubang hitam supermasif Bimasakti hanya menyumbang 1/5000 massa, dan 1/5000 gaya tarik gravitasi, dari pusat galaksi kita.

Meski begitu, diketahui bahwa lubang hitam di pusat sebagian besar galaksi memang dapat mengakumulasi massa dengan cara melahap material di sekitarnya. Beberapa lubang hitam ini memiliki ciri khas berupa cakram akresi di sekelilingnya.

Cakram akresi adalah piringan gas dan debu yang berputar-putar mengelilingi lubang hitam, yang perlahan-lahan jatuh ke dalam lubang hitam. Mengapa bisa jatuh atau tersedot? Itu karena partikel gas dan debu ini kehilangan momentum sudutnya akibat interaksi dengan gas dan debu di sekelilingnya.

Intinya, lubang hitam tidak "menyedot". Mereka hanya berinteraksi dengan objek-objek lain di alam semesta lewat gravitasi. Bintang, gas, dan materi lain di galaksi memiliki momentum sudut masing-masing, sehingga seluruh galaksi ini akan tetap berada di orbitnya mengelilingi pusat galaksi.


Referensi Bacaan: Forbes, UniverseToday, Space.