-->
Merasa artikel-artikel di InfoAstronomy.org menarik dan bermanfaat untukmu? Dukung kami dengan klik di sini.

Jadwal Fenomena Langit April 2021

Info Astronomy - Perjalanan kita pada tahun 2021 ini sudah tiba di bulan April. Sudah sejauh mana nih pencapaian resolusi kamu tahun ini? Semoga apa yang kamu ingin capai pada tahun ini segera terealisasi ya!

Nah, sambil menemani perjalanan hidup kamu mencapai tujuan-tujuan tahun ini, April menyajikan beberapa fenomena langit yang menarik banget untuk diamati. Dan seperti biasa, InfoAstronomy.org telah merangkumnya dengan lengkap.

Mari lihat jadwal fenomena langit April 2021!

4 April 2021: Fase Bulan Perbani Akhir
Fase ini adalah ketika Bulan muncul separuh saja, karena separuh bagian lainnya sedang tidak tersinari Matahari. Hal ini terjadi karena posisi Bulan berada sejauh 90 derajat dari Matahari dalam orbitnya mengelilingi Bumi.

Secara astronomis, fase perbani akhir akan dicapai Bulan pada pukul 17.03 WIB.

7 April 2021: Formasi Segitiga Bulan-Jupiter-Saturnus
Segitiga Bulan-Jupiter-Saturnus akan terjadi lagi, tepatnya pada 7 April 2021.

Persis seperti pada gambar di bawah ini, Jupiter akan berada sejauh 2 derajat di arah timur laut Bulan, sementara Saturnus berada sejauh 4 derajat di arah barat Bulan. Dan tentunya, kamu memerlukan teleskop untuk bisa melihat kedua planet ini lebih jelas.
Segitiga kosmis Bulan-Jupiter-Saturnus bisa diamati mulai pukul 04.00 dini hari waktu setempat daerah kamu sampai Matahari terbit.

12 April 2021: Fase Bulan Baru
Tujuh hari setelah fase Bulan perbani akhir, Bulan yang terus bergerak mengelilingi Bumi akhirnya akan tiba pada titik konjungsi dengan Matahari. Hal itu akan membuat sisi terang yang disinari oleh Matahari tidak teramati dari Bumi. Para astronom menyebutnya fase Bulan Baru.

Secara astronomis, fase Bulan Baru akan terjadi pada pukul 09.32 WIB.

13 April 2021: Waktu Terbaik Melihat Omega-Cen
Apa itu Omega-Cen? Benda langit yang satu ini mungkin masih cukup asing bagi para pengamat awam. Omega-Cen atau Omega Centauri adalah gugus bintang bola paling terang di langit (magnitudo visual +3,7). Nah, pada 13 April 2021 ini, Omega Centauri akan mudah diamati.

Itu terjadi karena posisi Omega Centauri pada tanggal ini akan berada di arah yang berlawanan dari Matahari di langit. Dengan begitu, kita bisa mengamatinya semalaman.
Di langit Indonesia, Omega Centauri akan terlihat antara jam 19.10 hingga 04.35 keesokan harinya waktu setempat daerah kamu, cocok untuk pengamatan saat sahur. Gugus bintang bola ini akan mencapai titik tertinggi di langit pada sekitar pukul 23.55 waktu setempat daerahmu, yakni 48 derajat di atas ufuk selatan.

Bersinar dengan magnitudo +3,7, Omega Centauri masih sedikit sulit dilihat dengan mata telanjang kecuali kamu mengamatinya dari lokasi pengamatan yang gelap, bebas polusi cahaya, dan cuaca cerah. Meski begitu, gugus bintang yang satu ini sangat terang diamati lewat teleskop.

17 April 2021: Okultasi Mars
Beruntunglah bagi kamu yang tinggal di Indonesia bagian barat, khususnya di Pulau Sumatra, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, dan sebagian besar Kalimantan, karena kamu berkesempatan untuk melihat fenomena okultasi Mars.

Apa itu okultasi? Fenomena yang satu ini sangat mirip dengan gerhana. Bedanya, Bulan tidak akan menutupi Matahari, melainkan menutupi bintang atau planet yang berada jauh di belakangnya dalam pandangan dari Bumi. Dengan begitu, okultasi Mars adalah ketika Bulan menutupi Mars!
Pada kesempatan kali ini, okultasi akan terlihat dengan menghilangnya Mars di belakang Bulan pada pukul 20.31 WIB, ketika Bulan dan Mars berada di arah langit barat laut pada ketinggian 16 derajat. Mars kemudian akan muncul kembali dari balik Bulan pada pukul 21.30 WIB, pada ketinggian keduanya yang sudah cukup rendah, 2,7 derajat dari cakrawala barat laut.

Okultasi Mars bisa diamati dengan mata telanjang, tetapi akan lebih detail kalau kamu mengamatinya dengan teleskop. Kamu bisa melihat detik-detik menghilangnya Mars di balik Bulan. Pastikan cuaca cerah untuk mengamatinya ya.

20 April 2021: Fase Bulan Perbani Awal
Tujuh hari setelah fase Bulan Baru, posisi Bulan dalam orbitnya mengelilingi Bumi sudah sejauh 90 derajat lagi dari Matahari, sehingga akan terlihat separuh lagi saja di langit. Fase ini dikenal sebagai perbani awal.

Secara astronomis, fase perbani awal akan dicapai Bulan pada pukul 13.59 WIB.

22 April 2021: Hujan Meteor Lyrid
Hah? Hujan meteor? Wah, apakah ini tanda-tanda?

Eits, tentu saja bukan tanda bencana. Hujan meteor adalah fenomena periodik, yang artinya selalu terjadi setiap tahun pada tanggal yang sama. Fenomena ini terjadi karena Bumi kita, dalam orbitnya mengitari Matahari, sering melalui jalur bekas orbit komet atau asteroid, sehingga debris dari komet dan asteroid itu bisa masuk ke atmosfer sebagai meteor.

Tapi tenang, debris dari komet dan asteroid ini ukurannya kecil-kecil. Mereka akan terbakar habis di atmosfer, sehingga tidak akan tiba di permukaan Bumi. Planet kita punya pelindung yang kuat kok!
Nah, pada 22 April ini, giliran hujan meteor Lyrid yang mencapai puncaknya. Dinamakan Lyrid karena titik radian, atau titik kemunculan meteornya, berasal dari arah rasi bintang Lyra, yang akan berada di langit timur laut mulai pukul 01.00 dini hari waktu setempat daerahmu.

Dengan kata lain, hujan meteor Lyrid bisa menjadi tontonan yang menarik di langit sambil kamu sahur. Pada puncaknya tahun ini, akan teramati 18-20 meteor per jam, dengan catatan pengamatan dilakukan jauh dari kota besar, bebas polusi cahaya, dan cuaca cerah.

27 April 2021: Fase Bulan Purnama
Purnama akan menutup serangkaian fenomena langit April 2021 ini. Fase ini terjadi ketika kedudukan Bulan sudah sejauh 180 derajat dari Matahari, sehingga hampir keseluruhan wajah Bulan akan tersinari oleh Matahari.

Secara astronomis, fase purnama dicapai Bulan pada pukul 10.31 WIB.

Nah, itulah fenomena langit April 2021 yang bisa kamu amati. Fenomena apa saja nih yang paling kamu tunggu-tunggu tahun ini? Jangan lupa simpan dan bagikan artikel ini ke teman-teman kamu biar bisa melakukan pengamatan bersama ya.